alexametrics
22 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Satpol PP Kota Malang Bongkar Reklame Jumbo Tak Bertuan

MALANG KOTA – Sebuah papan reklame berukuran jumbo di sisi barat Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Blimbing, dekat kantor lama PDAM, akhirnya dirobohkan. Satpol PP menertibkan reklame yang izinnya sudah ”tamat” itu mulai Senin, pukul 20.00 (11/10), hingga Selasa, pukul 06.00 (12/10). Sebelum dirobohkan, papan reklame itu masih memuat iklan salah satu operator telepon genggam.

Plt Kepala Satpol PP Kota Malang Handi Priyanto mengatakan, papan reklame itu ditertibkan karena dua hal. Pertama, izinnya tidak diperpanjang. Kedua, pemiliknya juga tidak jelas. Setidaknya sudah sekitar 10 tahun izin reklame dengan tinggi sekitar 15 meter dan lebar dua meter itu tidak memperpanjang izin.

Pembongkaran papan reklame dilakukan oleh 15 personel dengan mengerahkan dua alat berat. Prosesnya lumayan memakan waktu. Dikerjakan mulai malam hingga pagi agar tidak mengganggu lalu lintas. ”Kami masih harus menyelesaikan pembongkaran sisa tiang pancang yang masih menancap di beton,” ujar Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat.

Alasan lain pembongkaran tersebut memakan waktu karena banyaknya kabel utilitas di sekitar konstruksi papan reklame. Tim harus lebih dulu memadamkan sakelar dan memotong sebagian kabel yang menghalangi pembongkaran.

Selain tidak berizin, Rahmat mengatakan bahwa reklame raksasa itu juga mengganggu saluran air atau drainase di sekitarnya. Pasalnya, di lokasi tersebut akan dilakukan pelebaran jalan yang otomatis diikuti pembuatan saluran air. ”Itu laporan dari Dinas PU,” ungkap dia.

Berkaitan dengan jumlah reklame yang melakukan pelanggaran serupa, Rahmat masih belum bisa mengungkapkan detail jumlahnya. Pihaknya masih menunggu kepastian dari dinas terkait. ”Kalau memang masih ada pelanggaran serupa, kami siap mengeksekusi,” pungkas Rahmat. (biy/fat/rmc)

MALANG KOTA – Sebuah papan reklame berukuran jumbo di sisi barat Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Blimbing, dekat kantor lama PDAM, akhirnya dirobohkan. Satpol PP menertibkan reklame yang izinnya sudah ”tamat” itu mulai Senin, pukul 20.00 (11/10), hingga Selasa, pukul 06.00 (12/10). Sebelum dirobohkan, papan reklame itu masih memuat iklan salah satu operator telepon genggam.

Plt Kepala Satpol PP Kota Malang Handi Priyanto mengatakan, papan reklame itu ditertibkan karena dua hal. Pertama, izinnya tidak diperpanjang. Kedua, pemiliknya juga tidak jelas. Setidaknya sudah sekitar 10 tahun izin reklame dengan tinggi sekitar 15 meter dan lebar dua meter itu tidak memperpanjang izin.

Pembongkaran papan reklame dilakukan oleh 15 personel dengan mengerahkan dua alat berat. Prosesnya lumayan memakan waktu. Dikerjakan mulai malam hingga pagi agar tidak mengganggu lalu lintas. ”Kami masih harus menyelesaikan pembongkaran sisa tiang pancang yang masih menancap di beton,” ujar Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat.

Alasan lain pembongkaran tersebut memakan waktu karena banyaknya kabel utilitas di sekitar konstruksi papan reklame. Tim harus lebih dulu memadamkan sakelar dan memotong sebagian kabel yang menghalangi pembongkaran.

Selain tidak berizin, Rahmat mengatakan bahwa reklame raksasa itu juga mengganggu saluran air atau drainase di sekitarnya. Pasalnya, di lokasi tersebut akan dilakukan pelebaran jalan yang otomatis diikuti pembuatan saluran air. ”Itu laporan dari Dinas PU,” ungkap dia.

Berkaitan dengan jumlah reklame yang melakukan pelanggaran serupa, Rahmat masih belum bisa mengungkapkan detail jumlahnya. Pihaknya masih menunggu kepastian dari dinas terkait. ”Kalau memang masih ada pelanggaran serupa, kami siap mengeksekusi,” pungkas Rahmat. (biy/fat/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/