alexametrics
30C
Malang
Thursday, 28 January 2021

Mengenang Syekh Ali Jaber, Pendakwah Naturalisasi Penebar Kedamaian

RADARMALANG – Kepergian Syekh Ali Jaber, Kamis (14/1) membawa duka mendalam bagi umat muslim di Indonesia. Dakwah yang menyejukkan hati disertai sikap yang ramah membuat materi dakwahnya dengan mudah diterima di nusantara.

Berkat ketulusannya berdakwah di tanah air, Syekh Ali Jaber mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun 2012, ia dianugerahi kewarganegaraan Indonesia oleh presiden SBY. Kemudian pada Januari 2020, Syekh Ali Jaber mengunggah momen bahagia di akun Instagram pribadinya lantaran telah mengantongi paspor Indonesia.

“Alhamdulillah, menjadi sebuah kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami beserta keluarga saat pengajuan menjadi Warga Negara Indonesia telah diterima. Saat ini paspor sudah di tangan kami. Itu pertanda sah kami jadi WNI,” tulis Syekh Ali Jaber di akun Instagramnya.

Dalam perjalanan hidupnya, Syekh Ali Jaber menyadari akan kebutuhan sendiri untuk menghapal Alquran. Tak heran pada usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber sudah menghapal 30 juz Alquran. Di usia 13 tahun, ia diamanahkan menjadi imam di salah satu masjid di Kota Madinah.

Ia juga rutin mengajar dan berdakwah khususnya di tempat tinggalnya, yakni masjid tempat ayahnya mensyiarkan Islam dan Ilmu Alquran. Selama di Madinah, ia juga aktif sebagai guru hapalan AlQuran di Masjid Nabawi dan menjadi imam salat di salah satu masjid Kota Madinah.

Pada tahun 2008, usia 32 tahun, Syekh Ali Jaber terbang ke Indonesia. Ia menuju ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menjadi guru tahfidz (hapalan) Quran, imam salat, khatib di Masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara Lombok, NTB, Indonesia. Ia pun menikah dengan Umi Nadia, wanita Indonesia asal Lombok, NTB, dan dikaruniai seorang anak bernama Hasan.

Untuk menyiarkan Islam lebih efektif dan melahirkan para penghapal Alquran di Indonesia, ia mendirikan Yayasan Syekh Ali Jaber berkantor di Jatinegara, Jakarta.

Syiar Islam juga dilakukannya melalui media seni peran. Tercatat, Syekh Ali Jaber menjadi aktor dalam film ‘Surga Menanti’, pada tahun 2016. Film tersebut mengisahkan Dafa (Syakir Daulay), remaja yang bercita-cita menjadi seorang hafizh Quran.

Pada 2020 lalu, saat menjadi juri tahfidz Quran di Masjid Falahuddin, Sukajawa, Bandar Lampung. Syekh Ali Jaber mengalami perlakuan kurang menyenangkan, seorang pria mendadak naik ke atas panggung dan menikam Syekh Ali Jaber yang menyebabkan luka tusuk bagian lengan kanan. Alih-alih mengajukan tuntutan hukum, Syekh Ali Jaber memilih untuk memaafkan pelaku penikaman terhadap dirinya.

Penulis : Khrisna Ambar

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca