alexametrics
23.5 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Menteri Muhadjir Dorong Percepatan Vaksin Booster

DAU – Peningkatan kasus Covid di Kabupaten Malang menjadi atensi bagi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi. Kemarin (13/2), mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu meninjau langsung vaksinasi kelompok lanjut usia (lansia) di Puskesmas Dau.

“Tadi saya menemukan masih ada yang belum pernah divaksin. Kemudian ada juga yang komorbid,” kata Muhadjir usai meninjau vaksinasi.

Pria asli Malang itu menyebut, kelompok lansia masuk kategori sangat rentan dan membahayakan jika terpapar Covid, varian apa pun, termasuk omicron. “Walaupun tingkat kesakitannya rendah dan tidak sampai pada (kategori) serius, apa lagi kritis,” sambung dia.

Kepada para lansia, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) itu mendorong percepatan vaksin tahap pertama dan kedua maupun booster. Ketidaksinkronan data antara Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menjadi catatan Muhadjir. Juga terkait distribusi vaksin di Kabupaten Malang. Dia akan mendalami apakah kasus tersebut hanya terjadi di Malang atau juga daerah lain.

Sementara itu, Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM mengatakan, ketidaksamaan antara data vaksinasi pada KPCPEN dengan data NIK tidak hanya terjadi di Bumi Kanjuruhan. Tapi juga di kota, kabupaten, juga provinsi lain. “Makanya ini masih dibetulkan. Masih dibuatkan laporan sandingan yang riil dengan (yang terdaftar) di KPCPEN,” kata Sanusi.

Secara keseluruhan, Sanusi menyebut capaian vaksinasi di wilayahnya sudah berada pada angka 95 persen. Namun pada data KPC PEN, jumlahnya masih belum mencapai angka tersebut. Sementara bagi kelompok lansia, pihaknya terus berupaya agar tidak terjadi kefatalan maupun kesakitan akibat terpapar SARS-CoV-2. “Sehingga angka kematian di Kabupaten Malang itu yang harus kami tekan,” sambung Sanusi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menuturkan, pihaknya masih kesulitan menyediakan vaksin booster jenis moderna. “Karena untuk dosis pertama dan keduanya itu AstraZenneca, maka dosis ketiganya moderna. Itu yang sulit,” kata Arbani.

DAU – Peningkatan kasus Covid di Kabupaten Malang menjadi atensi bagi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi. Kemarin (13/2), mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu meninjau langsung vaksinasi kelompok lanjut usia (lansia) di Puskesmas Dau.

“Tadi saya menemukan masih ada yang belum pernah divaksin. Kemudian ada juga yang komorbid,” kata Muhadjir usai meninjau vaksinasi.

Pria asli Malang itu menyebut, kelompok lansia masuk kategori sangat rentan dan membahayakan jika terpapar Covid, varian apa pun, termasuk omicron. “Walaupun tingkat kesakitannya rendah dan tidak sampai pada (kategori) serius, apa lagi kritis,” sambung dia.

Kepada para lansia, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) itu mendorong percepatan vaksin tahap pertama dan kedua maupun booster. Ketidaksinkronan data antara Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menjadi catatan Muhadjir. Juga terkait distribusi vaksin di Kabupaten Malang. Dia akan mendalami apakah kasus tersebut hanya terjadi di Malang atau juga daerah lain.

Sementara itu, Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM mengatakan, ketidaksamaan antara data vaksinasi pada KPCPEN dengan data NIK tidak hanya terjadi di Bumi Kanjuruhan. Tapi juga di kota, kabupaten, juga provinsi lain. “Makanya ini masih dibetulkan. Masih dibuatkan laporan sandingan yang riil dengan (yang terdaftar) di KPCPEN,” kata Sanusi.

Secara keseluruhan, Sanusi menyebut capaian vaksinasi di wilayahnya sudah berada pada angka 95 persen. Namun pada data KPC PEN, jumlahnya masih belum mencapai angka tersebut. Sementara bagi kelompok lansia, pihaknya terus berupaya agar tidak terjadi kefatalan maupun kesakitan akibat terpapar SARS-CoV-2. “Sehingga angka kematian di Kabupaten Malang itu yang harus kami tekan,” sambung Sanusi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menuturkan, pihaknya masih kesulitan menyediakan vaksin booster jenis moderna. “Karena untuk dosis pertama dan keduanya itu AstraZenneca, maka dosis ketiganya moderna. Itu yang sulit,” kata Arbani.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/