alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Pelayan Berjiwa Besar Itu Telah Berpulang

OBITUARI

MALANG-Umat Khatolik di Malang harus kehilangan salah satu tokoh terbaiknya, Mgr F.X, Hadisumarta , O.Carm. Semasa hidup, sosok pelayanan berjiwa besar ini pernah menjabat sebagai uskup di Keuskupan Malang pada 1973-1988, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 1979-1988, uskup Keuskupan Sorong-Manokwari pada 1988-2003, dosen  Kitab Suci, sekaligus pembimbing rohani dan pastoral.

Almarhum yang lahir pada 13 Desember 1932 ini telah meninggal pada  Sabtu, 12 Februari 2022 lalu di Jakarta karena sakit.  Sedianya jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun pada Kamis pagi (17/2).  Sebelumnya, jenazah diperkirakan tiba ke Malang Selasa (15/2) pagi setelah menempuh perjalanan darat. Berlanjut Selasa (15/2) sore akan dilaksanakan Ibadat  Sore Arwah di Gereja Katedral Malang. Terakhir, Kamis (17/2) akan dilakukan Misa Requiem bersama Bapa Uskup Malang dan dilanjutkan pemakaman di TPU Sukun.

Informasi yang diperoleh, alasan mengapa jenazah dibawa ke Malang dengan menggunakan jalan darat? Ternyata itu adalah permintaan dari almarhum sendiri semasa hidup. Karena menurut almarhum jika ada romo romo yang meninggal juga lewat jalan darat beliau ingin diperlakukan sama seperti romo yang lainnya.  Meskipun status beliau itu adalah uskup dan pernah menjadi Ketua Wali Gereja Indonesia.

Salah satu jemaat Gereja Katedral Malang  yang mengenal sosok almarhum,  Agustinus Tedja Bawana , mengatakan sangat terpukul dengan wafatnya Mgr F.X, Hadisumarta , O.Carm. “Beliau dikenal sebagai pelayanan dan penggembala umat yang berjiwa besar. Berharap, keteladanan beliau akan senantiasa memberi inspirasi ,animasi, serta motivasi para jemaat yang masih bersiarah,” tutur pria yang juga aktivis kemanusiaan  dari organisasi Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) ini. (*/mas)

OBITUARI

MALANG-Umat Khatolik di Malang harus kehilangan salah satu tokoh terbaiknya, Mgr F.X, Hadisumarta , O.Carm. Semasa hidup, sosok pelayanan berjiwa besar ini pernah menjabat sebagai uskup di Keuskupan Malang pada 1973-1988, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 1979-1988, uskup Keuskupan Sorong-Manokwari pada 1988-2003, dosen  Kitab Suci, sekaligus pembimbing rohani dan pastoral.

Almarhum yang lahir pada 13 Desember 1932 ini telah meninggal pada  Sabtu, 12 Februari 2022 lalu di Jakarta karena sakit.  Sedianya jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun pada Kamis pagi (17/2).  Sebelumnya, jenazah diperkirakan tiba ke Malang Selasa (15/2) pagi setelah menempuh perjalanan darat. Berlanjut Selasa (15/2) sore akan dilaksanakan Ibadat  Sore Arwah di Gereja Katedral Malang. Terakhir, Kamis (17/2) akan dilakukan Misa Requiem bersama Bapa Uskup Malang dan dilanjutkan pemakaman di TPU Sukun.

Informasi yang diperoleh, alasan mengapa jenazah dibawa ke Malang dengan menggunakan jalan darat? Ternyata itu adalah permintaan dari almarhum sendiri semasa hidup. Karena menurut almarhum jika ada romo romo yang meninggal juga lewat jalan darat beliau ingin diperlakukan sama seperti romo yang lainnya.  Meskipun status beliau itu adalah uskup dan pernah menjadi Ketua Wali Gereja Indonesia.

Salah satu jemaat Gereja Katedral Malang  yang mengenal sosok almarhum,  Agustinus Tedja Bawana , mengatakan sangat terpukul dengan wafatnya Mgr F.X, Hadisumarta , O.Carm. “Beliau dikenal sebagai pelayanan dan penggembala umat yang berjiwa besar. Berharap, keteladanan beliau akan senantiasa memberi inspirasi ,animasi, serta motivasi para jemaat yang masih bersiarah,” tutur pria yang juga aktivis kemanusiaan  dari organisasi Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) ini. (*/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/