alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Alami Mood Swing Saat Menstruasi, Ada Baiknya Wanita Melakukan Ini

RADAR MALANG– Saat menstruasi, seringkali para wanita tidak hanya merasa nyeri pada perut, namun kadar emosionalnya juga meningkat. Wanita akan cenderung lebih sensitif dan perubahan suasana hatinya juga lebih cepat terjadi.

Melansir dari WebDM (14/3), wanita mengalami tiga fase dalam hidupnya. Fase pertama terjadi pada masa kanak-kanak (0-12 tahun), fase kedua pada usia produktif (13-44 tahun), dan fase ketiga adalah fase menopause (lebih dari 45 tahun).

Hormon esterogen dan progesteron mulai memengaruhi suasana hati, ketika fase menstruasi terjadi. Dinding rahim yang meluruh membuat daya tahan tubuh menurun, sehingga tubuh mudah lelah dan terjadi mood swing. Hal inilah yang menyebabkan seorang perempuan yang sedang menstruasi selalu lebih sensitif dan sering mengalami perubahan suasana hati yang cepat.

Perubahan mood pada masa PMS disebabkan oleh naik turunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh. Kadar hormon estrogen ini paling tinggi saat terjadi pelepasan sel telur atau ovulasi. “Biasanya gampang marah, gampang nangis karena faktor hormonal, di samping faktor nyeri,” ujar dr Ardiansjah Dara, dokter ahli obstetri dan ginekologi.

Gangguan menstruasi yang biasanya terjadi pada perempuan biasanya adalah nyeri perut, volume darah yang keluar terlalu sedikit atau banyak, menstruasi menjadi sering atau bahkan waktu menstruasi menjadi singkat. “Hidup di daerah yang stresfull atau keluarga broken home juga bisa bikin menstruasi enggak teratur. Bahkan daerah tinggal di dataran tinggi juga berpengaruh,” tambahnya.

Hal ini beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan agar tetap terjaga dalam mood ketika menstruasi;
a. Lakukan olahraga secara rutin, terutama pada masa pramenstruasi.
b. Minum banyak air putih.
c. Hindari rokok dan minuman beralkohol.
d. Hindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh.
e. Konsumsi camilan sehat di sela-sela jadwal makan utama.
f. Konsumsi susu rendah lemak untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D.

Penulis: Khrisna Ambar

RADAR MALANG– Saat menstruasi, seringkali para wanita tidak hanya merasa nyeri pada perut, namun kadar emosionalnya juga meningkat. Wanita akan cenderung lebih sensitif dan perubahan suasana hatinya juga lebih cepat terjadi.

Melansir dari WebDM (14/3), wanita mengalami tiga fase dalam hidupnya. Fase pertama terjadi pada masa kanak-kanak (0-12 tahun), fase kedua pada usia produktif (13-44 tahun), dan fase ketiga adalah fase menopause (lebih dari 45 tahun).

Hormon esterogen dan progesteron mulai memengaruhi suasana hati, ketika fase menstruasi terjadi. Dinding rahim yang meluruh membuat daya tahan tubuh menurun, sehingga tubuh mudah lelah dan terjadi mood swing. Hal inilah yang menyebabkan seorang perempuan yang sedang menstruasi selalu lebih sensitif dan sering mengalami perubahan suasana hati yang cepat.

Perubahan mood pada masa PMS disebabkan oleh naik turunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh. Kadar hormon estrogen ini paling tinggi saat terjadi pelepasan sel telur atau ovulasi. “Biasanya gampang marah, gampang nangis karena faktor hormonal, di samping faktor nyeri,” ujar dr Ardiansjah Dara, dokter ahli obstetri dan ginekologi.

Gangguan menstruasi yang biasanya terjadi pada perempuan biasanya adalah nyeri perut, volume darah yang keluar terlalu sedikit atau banyak, menstruasi menjadi sering atau bahkan waktu menstruasi menjadi singkat. “Hidup di daerah yang stresfull atau keluarga broken home juga bisa bikin menstruasi enggak teratur. Bahkan daerah tinggal di dataran tinggi juga berpengaruh,” tambahnya.

Hal ini beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan agar tetap terjaga dalam mood ketika menstruasi;
a. Lakukan olahraga secara rutin, terutama pada masa pramenstruasi.
b. Minum banyak air putih.
c. Hindari rokok dan minuman beralkohol.
d. Hindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh.
e. Konsumsi camilan sehat di sela-sela jadwal makan utama.
f. Konsumsi susu rendah lemak untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D.

Penulis: Khrisna Ambar

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/