alexametrics
22.9 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Kasus Covid-19 Tinggi, Ibu-ibu PKK Ngaglik Wajib Setor Foto Edukasi Warga

KOTA BATU – Banyaknya warga Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, yang terkonfirmasi positif Covid-19, yakni 11 orang, mendorong 39 kader PKK di kelurahan ini melakukan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah persebaran virus korona ini. Uniknya, setiap minggu setiap ibu-ibu PKK ini diminta melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada minimal 5 warga di sekitar tempat tinggalnya kemudian difoto untuk pelaporan.
“Mereka (kader PKK) wajib menyetorkan foto sedang melakukan kegiatan sosialisasi minimal 5 warga di sekitarnya. Sosialisasi yang dilakukan seperti penggunaan masker dan cuci tangan sesuai arahan dari Puskesmas Batu,” kata Lurah Ngaglik Edwin Yogaspatra Harahap.
Edwin mengatakan, kader PKK juga melakukan open donasi yang terkumpul sejumlah Rp 7,5 juta. Dana tersebut digunakan untuk membuat tempat cuci tangan di 78 RT yang ada di Kelurahan Ngaglik dengan menggunakan ember bekas.
Selain itu, ujar Edwin, ibu-ibu PKK juga membuat lumbung pangan. Inisiatif tersebut dilakukan untuk membangun swadaya ketahanan pangan untuk warga yang membutuhkan.
“Ada 5 titik lumbung pangan di Kelurahan Ngaglik, yakni di Kelurahan, RW 3, RW 6, RW 10, dan RW 5. Program ini tidak bermaksud membunuh para pedagang sayur karena menggunakan sistem belanja di toko sekitar dan ditaruh seikhlasnya di lumbung pangan untuk warga yang membutuhkan,” papar Edwin.
Menurut dia, dari kelima tempat lumbung pangan tersebut setiap harinya selalu dipenuhi dengan ratusan kantong kresek berisi sayur dan sembako.
“Kader PKK selama pandemi Covid-19 telah membuat sebanyak 1.500 pcs masker dengan handmade. Masker-masker tersebut dibagikan kepada warganya. Itu bahannya beli sendiri dan jahitnya juga sendiri,” kata Edwin.
Sementara itu, dari 11 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Ngaglik, 5 orang di antaranya berada di shalter dan 5 orang lagi isolasi mandiri. Sedangkan 1 orang lainnya sudah sembuh.
Edwin mengatakan, pihak kelurahan melalui ibu-ibu PKK selalu mensupport mereka yang sedang terkena musibah. “Jadi yang menyalurkan sembako ya ibu-ibu PKK, lalu memberi support kepada mereka melalui HP atau media sosial di WhatsApp,” kata dia.
Pewarta : Nugraha Perdana
Foto : Nugraha Perdana
Editor: Hendarmono Al Sidarto

KOTA BATU – Banyaknya warga Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, yang terkonfirmasi positif Covid-19, yakni 11 orang, mendorong 39 kader PKK di kelurahan ini melakukan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah persebaran virus korona ini. Uniknya, setiap minggu setiap ibu-ibu PKK ini diminta melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada minimal 5 warga di sekitar tempat tinggalnya kemudian difoto untuk pelaporan.
“Mereka (kader PKK) wajib menyetorkan foto sedang melakukan kegiatan sosialisasi minimal 5 warga di sekitarnya. Sosialisasi yang dilakukan seperti penggunaan masker dan cuci tangan sesuai arahan dari Puskesmas Batu,” kata Lurah Ngaglik Edwin Yogaspatra Harahap.
Edwin mengatakan, kader PKK juga melakukan open donasi yang terkumpul sejumlah Rp 7,5 juta. Dana tersebut digunakan untuk membuat tempat cuci tangan di 78 RT yang ada di Kelurahan Ngaglik dengan menggunakan ember bekas.
Selain itu, ujar Edwin, ibu-ibu PKK juga membuat lumbung pangan. Inisiatif tersebut dilakukan untuk membangun swadaya ketahanan pangan untuk warga yang membutuhkan.
“Ada 5 titik lumbung pangan di Kelurahan Ngaglik, yakni di Kelurahan, RW 3, RW 6, RW 10, dan RW 5. Program ini tidak bermaksud membunuh para pedagang sayur karena menggunakan sistem belanja di toko sekitar dan ditaruh seikhlasnya di lumbung pangan untuk warga yang membutuhkan,” papar Edwin.
Menurut dia, dari kelima tempat lumbung pangan tersebut setiap harinya selalu dipenuhi dengan ratusan kantong kresek berisi sayur dan sembako.
“Kader PKK selama pandemi Covid-19 telah membuat sebanyak 1.500 pcs masker dengan handmade. Masker-masker tersebut dibagikan kepada warganya. Itu bahannya beli sendiri dan jahitnya juga sendiri,” kata Edwin.
Sementara itu, dari 11 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Ngaglik, 5 orang di antaranya berada di shalter dan 5 orang lagi isolasi mandiri. Sedangkan 1 orang lainnya sudah sembuh.
Edwin mengatakan, pihak kelurahan melalui ibu-ibu PKK selalu mensupport mereka yang sedang terkena musibah. “Jadi yang menyalurkan sembako ya ibu-ibu PKK, lalu memberi support kepada mereka melalui HP atau media sosial di WhatsApp,” kata dia.
Pewarta : Nugraha Perdana
Foto : Nugraha Perdana
Editor: Hendarmono Al Sidarto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/