alexametrics
22.7 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Nyaru Kiai dan Janji Bantu Naik Haji, Komplotan di Kota Batu Peras Lansia

KOTA BATU – Entah apa yang ada dalam pikiran Ali (MA), Didik (DM) dan Salam (MS). Ketiganya nyaru sebagai sopir hingga kiai untuk melancarkan aksi kejahatan.
Ironisnya, korban aksi kejahatan komplotan ini adalah seorang nenek-nenek berusia 80 tahun.
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK MIK mengatakan, kasus tersebut terjadi Selasa lalu (7/7). Ketiga pelaku membagi tugas dalam menjalankan aksinya.
MA berperan menjadi sopir. Lalu DM menjadi kiai, dan MS beperan memengaruhi korban, yakni Djumaiyah, warga Kota Batu.
Pelaku memengaruhi korban dengan iming-iming memberikan kemudahan untuk naik haji. Mereka meminjam cincin emas milik korban untuk didoakan. Rencananya, cincin itu akan diamalkan ke masjid.
”Cincin tersebut dibungkus dengan tisu dan dimasukkan ke kantong plastik. Ketika korban lengah bungkusan tersebut ditukar dengan lainnya yang berisi dua keping uang recehan pecahan Rp 100,” kata Harvi.
Djumaiyah baru sadar menjadi korban aksi kejahatan begitu sampai di rumah.
Salah satu pelaku, yakni Didik, mengaku menyesal atas tindakannya itu. Pria yang merupakan perangkat Desa Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, sebagai Kaur Umum itu meminta maaf atas perbuatannya.
”Saya minta maaf kepada warga saya, terutama Pak Kades H. Taufik karena perbuatan saya sudah memalukan,” kata Didik.
Didik mengatakan bisa melakukan perbuatannya karena belajar dari temannya yang juga melakukan hal yang sama. ”Tetapi teman saya sudah tertangkap di Malang sebelumnya,” katanya. Cincin 5 gram dari hasil penipuan itu pun mereka jual Rp 4,1 juta. Untuk Didik mendapatkan paling banyak dan kedua pelaku lain diberi uang masing-masing Rp 1 juta.
Didik mengaku melakukan ini karena butuh untuk biaya sekolah anaknya yang baru masuk SD dan SMA. Ketiga pelaku mengaku sudah melakukan perbuatannya di Kota Batu sebanyak tiga kali. Dan biasanya mengincar korban yang sudah lanjut usia (lansia). Ketiganya kini dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal penjara selama 4 tahun.
Pewarta: Nugraha Perdana
Editor: Indra M

KOTA BATU – Entah apa yang ada dalam pikiran Ali (MA), Didik (DM) dan Salam (MS). Ketiganya nyaru sebagai sopir hingga kiai untuk melancarkan aksi kejahatan.
Ironisnya, korban aksi kejahatan komplotan ini adalah seorang nenek-nenek berusia 80 tahun.
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK MIK mengatakan, kasus tersebut terjadi Selasa lalu (7/7). Ketiga pelaku membagi tugas dalam menjalankan aksinya.
MA berperan menjadi sopir. Lalu DM menjadi kiai, dan MS beperan memengaruhi korban, yakni Djumaiyah, warga Kota Batu.
Pelaku memengaruhi korban dengan iming-iming memberikan kemudahan untuk naik haji. Mereka meminjam cincin emas milik korban untuk didoakan. Rencananya, cincin itu akan diamalkan ke masjid.
”Cincin tersebut dibungkus dengan tisu dan dimasukkan ke kantong plastik. Ketika korban lengah bungkusan tersebut ditukar dengan lainnya yang berisi dua keping uang recehan pecahan Rp 100,” kata Harvi.
Djumaiyah baru sadar menjadi korban aksi kejahatan begitu sampai di rumah.
Salah satu pelaku, yakni Didik, mengaku menyesal atas tindakannya itu. Pria yang merupakan perangkat Desa Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, sebagai Kaur Umum itu meminta maaf atas perbuatannya.
”Saya minta maaf kepada warga saya, terutama Pak Kades H. Taufik karena perbuatan saya sudah memalukan,” kata Didik.
Didik mengatakan bisa melakukan perbuatannya karena belajar dari temannya yang juga melakukan hal yang sama. ”Tetapi teman saya sudah tertangkap di Malang sebelumnya,” katanya. Cincin 5 gram dari hasil penipuan itu pun mereka jual Rp 4,1 juta. Untuk Didik mendapatkan paling banyak dan kedua pelaku lain diberi uang masing-masing Rp 1 juta.
Didik mengaku melakukan ini karena butuh untuk biaya sekolah anaknya yang baru masuk SD dan SMA. Ketiga pelaku mengaku sudah melakukan perbuatannya di Kota Batu sebanyak tiga kali. Dan biasanya mengincar korban yang sudah lanjut usia (lansia). Ketiganya kini dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal penjara selama 4 tahun.
Pewarta: Nugraha Perdana
Editor: Indra M

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/