alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Eks Kadinkes Kabupaten Malang Dituntut 10 Tahun Penjara

KEPANJEN – Dokter Abdurrahman, mantan Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan) dan Direktur RSUD Kanjuruhan dituntut 10 tahun penjara plus denda Rp 500 juta.

Dalam sidang yang digelar Rabu (12/8), Pengadilan Tipikor Surabaya menilai Abdurrahman bersalah atas kasus penyunatan dana kapitasi untuk 39 Puskesmas di Kabupaten Malang.

“Penuntut umum menuntut kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 10 tahun, dikurangi masa tahanan,” ujar Kasi Pidsus Kejari Kepanjen Agus Hariono.

Selain itu, Abdurrahman juga harus mengembalikan uang negara yang dikorupsi. Nilainya Rp 8,1 miliar. Tenggat waktu pengembalian paling lama satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

“Harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut,” imbuh Agus.

Bila Abdurrahman tak mampu mengembalikan uang itu, atau hasil lelang harta benda tak cukup, maka hukuman kurungan ditambah lima tahun.

Agus menambahkan, dari tangan terdakwa, Kejari sudah menyita uang sejumlah Rp 417 juta. Uang itu diperhitungkan untuk membayar kerugian negara.

Pewarta: Ahmad Fikyansyah

Catatan Redaksi:
“Judul artikel berita ini sebelumnya adalah ‘Eks Kadinkes Kabupaten Malang Divonis 10 Tahun Penjara’ yang betul adalah ‘Eks Kadinkes Kabupaten Malang Dituntut 10 Tahun Penjara’. Judul itu kami koreksi karena tidak akurat sehingga terlepas dari konteks dan isi berita. Dengan demikian kesalahan telah kami perbaiki. Kami mohon maaf atas kekeliruan tersebut dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih.”

KEPANJEN – Dokter Abdurrahman, mantan Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan) dan Direktur RSUD Kanjuruhan dituntut 10 tahun penjara plus denda Rp 500 juta.

Dalam sidang yang digelar Rabu (12/8), Pengadilan Tipikor Surabaya menilai Abdurrahman bersalah atas kasus penyunatan dana kapitasi untuk 39 Puskesmas di Kabupaten Malang.

“Penuntut umum menuntut kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 10 tahun, dikurangi masa tahanan,” ujar Kasi Pidsus Kejari Kepanjen Agus Hariono.

Selain itu, Abdurrahman juga harus mengembalikan uang negara yang dikorupsi. Nilainya Rp 8,1 miliar. Tenggat waktu pengembalian paling lama satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

“Harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut,” imbuh Agus.

Bila Abdurrahman tak mampu mengembalikan uang itu, atau hasil lelang harta benda tak cukup, maka hukuman kurungan ditambah lima tahun.

Agus menambahkan, dari tangan terdakwa, Kejari sudah menyita uang sejumlah Rp 417 juta. Uang itu diperhitungkan untuk membayar kerugian negara.

Pewarta: Ahmad Fikyansyah

Catatan Redaksi:
“Judul artikel berita ini sebelumnya adalah ‘Eks Kadinkes Kabupaten Malang Divonis 10 Tahun Penjara’ yang betul adalah ‘Eks Kadinkes Kabupaten Malang Dituntut 10 Tahun Penjara’. Judul itu kami koreksi karena tidak akurat sehingga terlepas dari konteks dan isi berita. Dengan demikian kesalahan telah kami perbaiki. Kami mohon maaf atas kekeliruan tersebut dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih.”

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/