alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 19 September 2021

Luhut Bakal Terapkan Ganjil Genap di Tempat Wisata

RADAR MALANG – Kebijakan ganjil genap akan diterapkan bagi pengunjung tempat wisata. Langkah ini diambil untuk menekan volume wisatawan datang ke destinasi wisata yang mendapat izin untuk beroperasi di masa PPKM Jawa-Bali 14 September hingga 20 September mendatang. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Tujuannya untuk mengurangi kendaraan yang datang ke sana,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual pada Senin, 13 September 2021.

Lebih lanjut, pemberlakuan ganjil genap ini berlaku pada hari Jumat pukul 12.00 siang hingga Minggu pukul 18.00 petang. Penerapan ganjil genap di daerah tempat wisata ini karena Luhut berkaca pada tempat wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, yang ramai belakangan ini.

“Jangan seperti kasus Pangandaran di Minggu yang lalu, di pengunjung luar biasa banyaknya,” katanya dilansir dari Tempoco, Selasa (14/9).

Luhut juga menyebutkan adanya penambahan pembukaan lokasi wisata di level 3 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Penambahan lokasi tempat wisata di level yang dibuka dengan prokes ketat dan implementasi PeduliLindungi di kota-kota level 3,” katanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melakukan uji coba secara gradual pada 20 tempat destinasi selama PPKM Jawa – Bali. Hal tersebut menyusul adanya penurunan level PPKM di sejumlah daerah di Jawa – Bali.

“Pembukaan destinasi akan dilakukan secara gradual, bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan. Di 20 tempat destinasi ini tersebar di Jawa-Bali. Mulai hari ini hingga seminggu ke depan,” kata Sandiaga dalam konferensi pers secara virtual pada Senin, 13 September 2021.
Adapun 20 lokasi destinasi wisata tersebut yang melakukan uji coba secara gradual, beberapa di antaranya seperti, di DKI Jakarta, meliputi Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, dan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan.

Kemudian, untuk daerah Jawa Barat yaitu Taman Safari Indonesia, Maribaya Glamping Tent, Rancabali, Kawah Putih, dan Saung Mang Ujo.

Selanjutnya, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY yaitu Grand Maerakaca, TWC Borobudur, TWC Prambanan, Taman Satwa Taru Curug, Taman Tebing Breksi, Gembira Loka Zoo, dan hutan pinus.

Terakhir, untuk Jawa Timur telah dibuka Taman Bunga Selecta, Jatim Park 2, Hawai Blue, dan Maharani Zoo.

Pemerintah memperpanjang PPKM level pada 14 hingga 20 September 2021. Sejumlah daerah mengalami penurunan level dari level 4 menjadi 3 karena adanya perbaikan penanganan Covid-19. Salah satu daerah yang telah mengalami penurunan level adalah Bali.

Luhut menerangkan, sejak penerapan PPKM pada 6-13 September, pemerintah mencatat perkembangan kasus nasional yang menunjukkan perbaikan signifikan. Dilihat dari tren penurunan kasus konfirmasi, penyebaran Covid-19 menurun hingga 93,9 persen.

Secara spesifik, kasus kofirmasi di Jawa dan Bali pun turun 96 persen dari titik puncak 15 Juli. Sementara itu, jumlah kasus aktif juga melorot di bawah 100 ribu.

“Hari ini 2.577 dengan tingkat kesembuhan 12 ribu lebih,” ujar Luhut. Meski demikian, Luhut meminta warga tidak menyambut momentum penurunan kasus dengan euforia berlebigan. Sebab, Indonesia masih menghadapi ancaman gelombang Covid-19 dengan munculnya virus-virus corona varian baru.

Penulis: Inifia

RADAR MALANG – Kebijakan ganjil genap akan diterapkan bagi pengunjung tempat wisata. Langkah ini diambil untuk menekan volume wisatawan datang ke destinasi wisata yang mendapat izin untuk beroperasi di masa PPKM Jawa-Bali 14 September hingga 20 September mendatang. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Tujuannya untuk mengurangi kendaraan yang datang ke sana,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual pada Senin, 13 September 2021.

Lebih lanjut, pemberlakuan ganjil genap ini berlaku pada hari Jumat pukul 12.00 siang hingga Minggu pukul 18.00 petang. Penerapan ganjil genap di daerah tempat wisata ini karena Luhut berkaca pada tempat wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, yang ramai belakangan ini.

“Jangan seperti kasus Pangandaran di Minggu yang lalu, di pengunjung luar biasa banyaknya,” katanya dilansir dari Tempoco, Selasa (14/9).

Luhut juga menyebutkan adanya penambahan pembukaan lokasi wisata di level 3 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Penambahan lokasi tempat wisata di level yang dibuka dengan prokes ketat dan implementasi PeduliLindungi di kota-kota level 3,” katanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melakukan uji coba secara gradual pada 20 tempat destinasi selama PPKM Jawa – Bali. Hal tersebut menyusul adanya penurunan level PPKM di sejumlah daerah di Jawa – Bali.

“Pembukaan destinasi akan dilakukan secara gradual, bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan. Di 20 tempat destinasi ini tersebar di Jawa-Bali. Mulai hari ini hingga seminggu ke depan,” kata Sandiaga dalam konferensi pers secara virtual pada Senin, 13 September 2021.
Adapun 20 lokasi destinasi wisata tersebut yang melakukan uji coba secara gradual, beberapa di antaranya seperti, di DKI Jakarta, meliputi Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, dan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan.

Kemudian, untuk daerah Jawa Barat yaitu Taman Safari Indonesia, Maribaya Glamping Tent, Rancabali, Kawah Putih, dan Saung Mang Ujo.

Selanjutnya, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY yaitu Grand Maerakaca, TWC Borobudur, TWC Prambanan, Taman Satwa Taru Curug, Taman Tebing Breksi, Gembira Loka Zoo, dan hutan pinus.

Terakhir, untuk Jawa Timur telah dibuka Taman Bunga Selecta, Jatim Park 2, Hawai Blue, dan Maharani Zoo.

Pemerintah memperpanjang PPKM level pada 14 hingga 20 September 2021. Sejumlah daerah mengalami penurunan level dari level 4 menjadi 3 karena adanya perbaikan penanganan Covid-19. Salah satu daerah yang telah mengalami penurunan level adalah Bali.

Luhut menerangkan, sejak penerapan PPKM pada 6-13 September, pemerintah mencatat perkembangan kasus nasional yang menunjukkan perbaikan signifikan. Dilihat dari tren penurunan kasus konfirmasi, penyebaran Covid-19 menurun hingga 93,9 persen.

Secara spesifik, kasus kofirmasi di Jawa dan Bali pun turun 96 persen dari titik puncak 15 Juli. Sementara itu, jumlah kasus aktif juga melorot di bawah 100 ribu.

“Hari ini 2.577 dengan tingkat kesembuhan 12 ribu lebih,” ujar Luhut. Meski demikian, Luhut meminta warga tidak menyambut momentum penurunan kasus dengan euforia berlebigan. Sebab, Indonesia masih menghadapi ancaman gelombang Covid-19 dengan munculnya virus-virus corona varian baru.

Penulis: Inifia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru