alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Minimalisir Kontak Fisik, Puskesmas Bareng Berinovasi Dengan E-resep

MALANG KOTA – Seringkali kita ribet dengan penukaran resep ke ruang farmasi di Puskesmas. Namun di Puskesmas Bareng, hal itu tidak lagi ribet karena ada E-resep.

Di Puskesmas Bareng, pasien bisa langsung menuju ruang farmasi seusai diperiksa. “Nanti itu di laptopnya akan ada notifikasi masuk yang berisi resep dari ruang pemeriksaan. Baik ruang pemeriksaan umum atau ruang gigi. Nanti dibaca oleh petugas Farmasi kemudian siapkan obatnya dan akan dipanggil nantinya,” ujar dr Herlin Kusworini, Kepala Puskesmas Bareng.

Ia mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 melalui kontak dari kertas yang telah melaluo banyak tangan, mulai dipegang dokter pemeriksa, pasien, dan petugas.

Distribusi resep tanpa melalui pasien dilakukan di Puskesmas bareng. (Rubianto / Radar Malang)

“Mungkin kertas itu kalau dari petugas sudah pakai sarung tangan tapi setelah dibawa oleh pasien, kan mereka bermacam-macam. Mungkin kalau ada yang kurang disiplin. Misalnya dia sedang flu berat, nggak cuci tangan dan diserahkan ke petugas. Walaupun petugas sudah pakai sarung tangan tapi kemungkinan selalu ada. Kemudian kalau misal resep juga dipegang anaknya juga, maka bisa penularan antar pasien,” terang dia.

Memang penyebaran melalui kertas tidak sebanyak melalui droplet dan udara. Namun tetap saja, ia menegaskan kemungkinan akan selalu ada.

“Untuk mengantisipasi penyebaran melalui udara, Puskesmas sini juga mengaktifkan alat air purifier. Di alat ini ada Filter mikron untuk menyaring udara. Udara divakum, difilter, dan dikeluarkan dalam keadaan bersih dan aman, “tandasnya.

Pewarta : Errica Vannie, Arlita Ulya Kusuma

MALANG KOTA – Seringkali kita ribet dengan penukaran resep ke ruang farmasi di Puskesmas. Namun di Puskesmas Bareng, hal itu tidak lagi ribet karena ada E-resep.

Di Puskesmas Bareng, pasien bisa langsung menuju ruang farmasi seusai diperiksa. “Nanti itu di laptopnya akan ada notifikasi masuk yang berisi resep dari ruang pemeriksaan. Baik ruang pemeriksaan umum atau ruang gigi. Nanti dibaca oleh petugas Farmasi kemudian siapkan obatnya dan akan dipanggil nantinya,” ujar dr Herlin Kusworini, Kepala Puskesmas Bareng.

Ia mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 melalui kontak dari kertas yang telah melaluo banyak tangan, mulai dipegang dokter pemeriksa, pasien, dan petugas.

Distribusi resep tanpa melalui pasien dilakukan di Puskesmas bareng. (Rubianto / Radar Malang)

“Mungkin kertas itu kalau dari petugas sudah pakai sarung tangan tapi setelah dibawa oleh pasien, kan mereka bermacam-macam. Mungkin kalau ada yang kurang disiplin. Misalnya dia sedang flu berat, nggak cuci tangan dan diserahkan ke petugas. Walaupun petugas sudah pakai sarung tangan tapi kemungkinan selalu ada. Kemudian kalau misal resep juga dipegang anaknya juga, maka bisa penularan antar pasien,” terang dia.

Memang penyebaran melalui kertas tidak sebanyak melalui droplet dan udara. Namun tetap saja, ia menegaskan kemungkinan akan selalu ada.

“Untuk mengantisipasi penyebaran melalui udara, Puskesmas sini juga mengaktifkan alat air purifier. Di alat ini ada Filter mikron untuk menyaring udara. Udara divakum, difilter, dan dikeluarkan dalam keadaan bersih dan aman, “tandasnya.

Pewarta : Errica Vannie, Arlita Ulya Kusuma

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/