alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Mengenal Peyronie, Penyakit yang Bikin Mr P Bengkok Abnormal

RADARMALANG – Penis bengkok ke kiri atau ke kanan? Hati–hati, terkena Peyronie. Kondisi ini dialami setidaknya 3 hingga 9 persen pria di dunia.

Peyronie kerap kali mengganggu penetrasi dan membuat hubungan seksual jadi menyakitkan. Di samping itu, kondisi ini juga bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri pada pria.

“Keluhan penis bengkok bisa ke siapa saja dan umur berapa saja, namun biasanya pada pria yang sudah tua. Setidaknya 3–9 persen pria di dunia mengidap penyakit Peyronie,” ujar dr Rizal Fadli seperti dilansir dari Halodoc, Jumat (15/1).

Penyakit Peyronie umumnya disebabkan karena cedera berulang di penis. Sebagai contoh, penis mungkin rusak saat berhubungan seks, aktivitas atletik atau sebagai akibat dari kecelakaan.

Selama proses penyembuhan, jaringan parut terbentuk secara teratur, yang kemudian dapat menyebabkan nodul atau pengembangan kelengkungan.

Setiap sisi kelamin pria berisi tabung seperti spons (corpus cavernosum) yang terdiri dari banyak pembuluh darah kecil. Masing-masing dari corpus cavernosa terbungkus dalam selubung jaringan elastis yang disebut tunica albuginea, yang membentang selama ereksi.

Ketika Anda terangsang secara seksual, aliran darah ke ruang ini akan meningkat. Karena ruang terisi penuh oleh darah, penis mengembang, berdiri dan menegang menjadi ereksi.

Pada penyakit Peyronie, ketika penis menjadi ereksi, wilayah dengan jaringan parut tidak meregang, dan pembengkokan yang terjadi pada penis akan terasa sakit.

Dalam keadaan normal, ereksi penis biasanya lurus seperti panah. Namun, ereksi pada pengidap penyakit ini bisa melengkung tajam, ke arah kiri, kanan, atas, atau bawah, bahkan lebih pendek sehingga membuat hubungan seksual tak mungkin terjadi.

Ada kemungkinan penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun ada pula kemungkinan, kondisi akan tetap stabil atau memburuk jika tak ditangani dengan tepat oleh ahlinya.

Penulis : Khrisna Ambar

RADARMALANG – Penis bengkok ke kiri atau ke kanan? Hati–hati, terkena Peyronie. Kondisi ini dialami setidaknya 3 hingga 9 persen pria di dunia.

Peyronie kerap kali mengganggu penetrasi dan membuat hubungan seksual jadi menyakitkan. Di samping itu, kondisi ini juga bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri pada pria.

“Keluhan penis bengkok bisa ke siapa saja dan umur berapa saja, namun biasanya pada pria yang sudah tua. Setidaknya 3–9 persen pria di dunia mengidap penyakit Peyronie,” ujar dr Rizal Fadli seperti dilansir dari Halodoc, Jumat (15/1).

Penyakit Peyronie umumnya disebabkan karena cedera berulang di penis. Sebagai contoh, penis mungkin rusak saat berhubungan seks, aktivitas atletik atau sebagai akibat dari kecelakaan.

Selama proses penyembuhan, jaringan parut terbentuk secara teratur, yang kemudian dapat menyebabkan nodul atau pengembangan kelengkungan.

Setiap sisi kelamin pria berisi tabung seperti spons (corpus cavernosum) yang terdiri dari banyak pembuluh darah kecil. Masing-masing dari corpus cavernosa terbungkus dalam selubung jaringan elastis yang disebut tunica albuginea, yang membentang selama ereksi.

Ketika Anda terangsang secara seksual, aliran darah ke ruang ini akan meningkat. Karena ruang terisi penuh oleh darah, penis mengembang, berdiri dan menegang menjadi ereksi.

Pada penyakit Peyronie, ketika penis menjadi ereksi, wilayah dengan jaringan parut tidak meregang, dan pembengkokan yang terjadi pada penis akan terasa sakit.

Dalam keadaan normal, ereksi penis biasanya lurus seperti panah. Namun, ereksi pada pengidap penyakit ini bisa melengkung tajam, ke arah kiri, kanan, atas, atau bawah, bahkan lebih pendek sehingga membuat hubungan seksual tak mungkin terjadi.

Ada kemungkinan penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun ada pula kemungkinan, kondisi akan tetap stabil atau memburuk jika tak ditangani dengan tepat oleh ahlinya.

Penulis : Khrisna Ambar

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru