alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Warga Korban Longsor di Kota Batu Masih Bertahan di Pengungsian

KOTA BATU – Dua pekan setelah kejadian tanah longsor awal Februari lalu, puluhan warga Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji masih berada di tempat pengungsian. Ada 16 tenda yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu untuk warga. Lokasi pengungsian itu jaraknya tak jauh dari pemukiman warga yang terdampak longsor. Hanya berkisar di jarak 50 sampai 150 meter. ”Insya Allah semuanya aman. Ini kan juga sebagai bentuk antisipasi agar tidak ada korban jiwa,” terang salah seorang anggota Gardu Relawan, Muhammad Dani, kemarin (14/2).

Tingkat kecuraman dan kondisi tanah di sekitar pemukiman warga memang jadi alasan pengungsian tetap dilakukan hingga kini. Seperti diketahui, kasus longsor tersebut memang tidak memakan korban jiwa. Kerugian material hanya dialami Rohman, salah satu warga Dusun Brau. Rumahnya tertimpa tanah longsoran dan mengalami rusak berat. Sementara itu, kondisi tanah di 14 rumah yang berada di sekitar kediamannya diketahui mengalami keretakan.

Upaya pencegahan terhadap timbulnya korban jiwa lantas dilakukan Pemkot Batu lewat BPBD. Kini lokasi pengungsian yang sudah didirikan itu dihuni 15 kepala keluarga (KK) yang beranggotakan 53 warga. Meski sudah hampir dua pekan tempat pengungsian diaktifkan, Dani memastikan bila seluruh aktivitas dan kebutuhan warga tetap berjalan normal.

”Warga yang mayoritas peternak sapi tetap bekerja seperti biasa. Mereka biasanya di kandang dari pagi sampai sore hari,” kata dia. Fasilitas lain seperti 6 kamar mandi juga sudah dibuat BPBD Kota Batu. Untuk kebutuhan pangan, dalam sehari ada sekitar 20 kilogram beras yang disediakan Pemkot untuk mencukupi kebutuhan warga. Sementara itu, untuk kebutuhan lauk pauk, selain mendapatkan suplai dari BPBD, beberapa sumbangan juga terus mengalir.

Salah satu warga yang ikut mengungsi, Rima Damayanti, mengatakan jika apa yang dilakukan dinas terkait sudah cukup tepat. Pengungsian yang tak jauh dari tempat tinggal mereka membuat aktivitas warga bisa berjalan seperti biasa. ”Kami juga tidak khawatir makanan, lantaran penduduk juga banyak yang memiliki hasil bumi seperti sayuran maupun ternak untuk di konsumsi,” katanya. (rmc/wil/c1/by)

KOTA BATU – Dua pekan setelah kejadian tanah longsor awal Februari lalu, puluhan warga Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji masih berada di tempat pengungsian. Ada 16 tenda yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu untuk warga. Lokasi pengungsian itu jaraknya tak jauh dari pemukiman warga yang terdampak longsor. Hanya berkisar di jarak 50 sampai 150 meter. ”Insya Allah semuanya aman. Ini kan juga sebagai bentuk antisipasi agar tidak ada korban jiwa,” terang salah seorang anggota Gardu Relawan, Muhammad Dani, kemarin (14/2).

Tingkat kecuraman dan kondisi tanah di sekitar pemukiman warga memang jadi alasan pengungsian tetap dilakukan hingga kini. Seperti diketahui, kasus longsor tersebut memang tidak memakan korban jiwa. Kerugian material hanya dialami Rohman, salah satu warga Dusun Brau. Rumahnya tertimpa tanah longsoran dan mengalami rusak berat. Sementara itu, kondisi tanah di 14 rumah yang berada di sekitar kediamannya diketahui mengalami keretakan.

Upaya pencegahan terhadap timbulnya korban jiwa lantas dilakukan Pemkot Batu lewat BPBD. Kini lokasi pengungsian yang sudah didirikan itu dihuni 15 kepala keluarga (KK) yang beranggotakan 53 warga. Meski sudah hampir dua pekan tempat pengungsian diaktifkan, Dani memastikan bila seluruh aktivitas dan kebutuhan warga tetap berjalan normal.

”Warga yang mayoritas peternak sapi tetap bekerja seperti biasa. Mereka biasanya di kandang dari pagi sampai sore hari,” kata dia. Fasilitas lain seperti 6 kamar mandi juga sudah dibuat BPBD Kota Batu. Untuk kebutuhan pangan, dalam sehari ada sekitar 20 kilogram beras yang disediakan Pemkot untuk mencukupi kebutuhan warga. Sementara itu, untuk kebutuhan lauk pauk, selain mendapatkan suplai dari BPBD, beberapa sumbangan juga terus mengalir.

Salah satu warga yang ikut mengungsi, Rima Damayanti, mengatakan jika apa yang dilakukan dinas terkait sudah cukup tepat. Pengungsian yang tak jauh dari tempat tinggal mereka membuat aktivitas warga bisa berjalan seperti biasa. ”Kami juga tidak khawatir makanan, lantaran penduduk juga banyak yang memiliki hasil bumi seperti sayuran maupun ternak untuk di konsumsi,” katanya. (rmc/wil/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/