alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Bank Siapkan Kredit Lunak untuk Pedagang

BULULAWANG – Secara prinsip, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Ir Tomie Herawanto menyebut, skema gotong royong ini paling efisien dibanding pemerintah yang harus mengalokasikan dana lewat APBD. “Kalau pun dialokasikan dalam APBD, paling cepat itu saat PAK (perubahan anggaran keuangan),” katanya.

Sebelumnya, skema penggunaan bantuan tidak terduga (BTT) sempat muncul sebagai solusi. Namun Tomie menjelaskan, anggaran tersebut tidak bisa digunakan di luar bencana non alam. “Kalau pun ada kebakaran yang dianggarkan dari BTT itu kebakaran hutan, jadi bukan berarti kami tidak pro (kebutuhan masyarakat),” kata Tomie.

Meski secara kasar pemerintah telah menyebut besaran anggaran yang dibutuhkan, tidak menutup kemungkinan dana tersebut masih kurang dari kebutuhan. “Namanya tanggung jawab sosial itu tidak serta merta harus final total (selesai), tapi intinya yang penting saat ini pedagang yang terdampak bisa segera melakukan aktivitas kembali,” kata Tomie.

Pendistribusian anggarannya pun bisa dilakukan dengan beberapa alternatif. “Bisa melalui termin atau cash itu nanti forum (CSR) yang memutuskan,” jelas Tomie.

Pembayaran termin berlaku ketika barang maupun jasa sudah diterima dan didapatkan oleh pedagang. Namun agar kegiatan itu termonitor maka CSR tetap harus dilaporkan ke pemda. “Mulai dari rincian luas satuan, siapa saja teman-teman yang berkolaborasi di CSR, siapa sasarannya juga berapa termin yang disalurkan,” imbuh dia.

Selain bantuan perbaikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang juga menyiapkan skema permodalan. Kepala Disperindag Kabupaten Malang Agung Purwanto menuturkan, bantuan tersebut bakal disalurkan lewat kredit usaha rakyat (KUR). “Tidak ada limit (batasan), tergantung kemampuan dari pedagang saja juga agunan dari pinjaman yang dibutuhkan,” kata Agung.

Hal itu guna memastikan agar ketika bangunan selesai diperbaiki, pedagang bisa langsung berjualan. Untuk merealisasikannya, Agung bakal bekerja sama dengan tiga perbankan yakni Bank Jatim, BRI serta BNI. “Sementara kami prioritaskan untuk pedagang yang terdampak (kebakaran) dulu, tapi kalau yang lain minta ya monggo nggak masalah,” tandas Agung. (iik/dan)

 

BULULAWANG – Secara prinsip, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Ir Tomie Herawanto menyebut, skema gotong royong ini paling efisien dibanding pemerintah yang harus mengalokasikan dana lewat APBD. “Kalau pun dialokasikan dalam APBD, paling cepat itu saat PAK (perubahan anggaran keuangan),” katanya.

Sebelumnya, skema penggunaan bantuan tidak terduga (BTT) sempat muncul sebagai solusi. Namun Tomie menjelaskan, anggaran tersebut tidak bisa digunakan di luar bencana non alam. “Kalau pun ada kebakaran yang dianggarkan dari BTT itu kebakaran hutan, jadi bukan berarti kami tidak pro (kebutuhan masyarakat),” kata Tomie.

Meski secara kasar pemerintah telah menyebut besaran anggaran yang dibutuhkan, tidak menutup kemungkinan dana tersebut masih kurang dari kebutuhan. “Namanya tanggung jawab sosial itu tidak serta merta harus final total (selesai), tapi intinya yang penting saat ini pedagang yang terdampak bisa segera melakukan aktivitas kembali,” kata Tomie.

Pendistribusian anggarannya pun bisa dilakukan dengan beberapa alternatif. “Bisa melalui termin atau cash itu nanti forum (CSR) yang memutuskan,” jelas Tomie.

Pembayaran termin berlaku ketika barang maupun jasa sudah diterima dan didapatkan oleh pedagang. Namun agar kegiatan itu termonitor maka CSR tetap harus dilaporkan ke pemda. “Mulai dari rincian luas satuan, siapa saja teman-teman yang berkolaborasi di CSR, siapa sasarannya juga berapa termin yang disalurkan,” imbuh dia.

Selain bantuan perbaikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang juga menyiapkan skema permodalan. Kepala Disperindag Kabupaten Malang Agung Purwanto menuturkan, bantuan tersebut bakal disalurkan lewat kredit usaha rakyat (KUR). “Tidak ada limit (batasan), tergantung kemampuan dari pedagang saja juga agunan dari pinjaman yang dibutuhkan,” kata Agung.

Hal itu guna memastikan agar ketika bangunan selesai diperbaiki, pedagang bisa langsung berjualan. Untuk merealisasikannya, Agung bakal bekerja sama dengan tiga perbankan yakni Bank Jatim, BRI serta BNI. “Sementara kami prioritaskan untuk pedagang yang terdampak (kebakaran) dulu, tapi kalau yang lain minta ya monggo nggak masalah,” tandas Agung. (iik/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/