alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Sambut Sekolah Tatap Muka, Pemkot Wajibkan Siswa Pake Masker 3 Lapis

MALANG KOTA – Wali Kota Malang, Sutiaji telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 15/2021 tentang penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

SE tersebut ditujukkan kepada Paud, SD, dan SMP di Kota Malang. Dalam surat edaran itu disebutkan PTM terbatas dapat mulai pada Senin (19/4) dengan penyelenggaraan sesuai protokol kesehatan.

Hal ini untuk menindaklanjuti SKB Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri pada 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

“Sebenarnya penerapan pembelajaran (daring) sudah terlaksana baik. Tapi jika terlalu lama tanpa tatap muka dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak yang negatif,” ucap Sutiaji, di Balai Kota Malang.

Sutiaji mengatakan dampak negatif tersebut dapat menimbulkan risiko ancaman putus sekolah, penurunan pencapaian pembelajaran, minim interaksi guru, teman dan lingkungan. Hal tersebut yang dapat menyebabkan tingkat stres dalam rumah tangga, baik pada orangtua maupun pada anak.

“Itulah pertimbangan yang melatarbelakangi keluarnya SE untuk pembelajaran tatap muka ini,” ucapnya.

Isi SE tersebut di antaranya ialah pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara terbatas maksimal 50 persen dari jumlah murid dan 50 persen lagi harus dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh.

Jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas, dengan pembagian per Shift yang ditentukan oleh masing-masing sekolah. Kemudian, para wali murid dapat menentukan putra-putrinya untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran secara daring.

“Termasuk nanti ketika di kelas harus ada pembatasan tempat duduk, yang jaraknya 1,5 meter. Dan harus menerapkan protokol Kesehatan. Kemudian dilarang melakukan kontak fisik salaman, cium tangan, dan siswa wajib menggunakan masker tiga lapis,” ucapnya.

Selanjutnya, masing-masing sekolah harus menyiapkan sarana dan pra sarana seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan membersihkan ruangan dengan disinfektan.

Ia juga meminta untuk setiap sekolah membuat essay tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dengan memenuhi seluruh protokol kesehatan.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG KOTA – Wali Kota Malang, Sutiaji telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 15/2021 tentang penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

SE tersebut ditujukkan kepada Paud, SD, dan SMP di Kota Malang. Dalam surat edaran itu disebutkan PTM terbatas dapat mulai pada Senin (19/4) dengan penyelenggaraan sesuai protokol kesehatan.

Hal ini untuk menindaklanjuti SKB Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri pada 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

“Sebenarnya penerapan pembelajaran (daring) sudah terlaksana baik. Tapi jika terlalu lama tanpa tatap muka dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak yang negatif,” ucap Sutiaji, di Balai Kota Malang.

Sutiaji mengatakan dampak negatif tersebut dapat menimbulkan risiko ancaman putus sekolah, penurunan pencapaian pembelajaran, minim interaksi guru, teman dan lingkungan. Hal tersebut yang dapat menyebabkan tingkat stres dalam rumah tangga, baik pada orangtua maupun pada anak.

“Itulah pertimbangan yang melatarbelakangi keluarnya SE untuk pembelajaran tatap muka ini,” ucapnya.

Isi SE tersebut di antaranya ialah pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara terbatas maksimal 50 persen dari jumlah murid dan 50 persen lagi harus dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh.

Jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas, dengan pembagian per Shift yang ditentukan oleh masing-masing sekolah. Kemudian, para wali murid dapat menentukan putra-putrinya untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran secara daring.

“Termasuk nanti ketika di kelas harus ada pembatasan tempat duduk, yang jaraknya 1,5 meter. Dan harus menerapkan protokol Kesehatan. Kemudian dilarang melakukan kontak fisik salaman, cium tangan, dan siswa wajib menggunakan masker tiga lapis,” ucapnya.

Selanjutnya, masing-masing sekolah harus menyiapkan sarana dan pra sarana seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan membersihkan ruangan dengan disinfektan.

Ia juga meminta untuk setiap sekolah membuat essay tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dengan memenuhi seluruh protokol kesehatan.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru