alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Calvina, Eks Putri Otonomi Daerah yang Punya Seabrek Kesibukan

KESIBUKAN dara 23 tahun yang  kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) ini, tidak bolah jadi alasan bagi Ega Calvina Putri untuk tidak beraktivitas lain. Justru, dia tertantang untuk lebih mengeksplor kemampuannya. Termasuk dia memulai kariernya di industri hiburan dan modeling sejak duduk di bangku kuliah.“Sebelumnya, saya besar di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Lalu, sekitar tahun 2015-an saya kembali ke Malang dan berkuliah di FKG,” ujar Calvina ketika mengawali ceritanya.

Semula, perempuan yang pernah menjadi anggota pasukan pengibar bendera di Istana Negara itu hanya mencoba mengikuti ajang pemilihan duta kampus dan meraih posisi finalis. Selama mengikuti ajang itu, Calvina berkesempatan untuk mendalami cara berkomunikasi yang baik. Dia pun merasa jika ilmu yang telah didapatkannya sesuai dengan bidang perkuliahan yang diambil. “Karena kan kuliahnya di kedokteran gigi, di mana aku menjual jasa. Jadi, aku merasa penting untuk belajar ilmu berkomunikasi, sehingga nanti bisa lancar berkomunikasi dengan orang lain,” terangnya.

Usai mengikuti duta kampus, Calvina kemudian mencoba mengepakkan sayap di ajang pemilihan putra putri daerah, yakni Joko Roro Kabupaten Malang tahun 2018. Bersama mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Calvina sukses mengamankan posisi Joko Roro. Meski begitu, Calvina tidak cepat berpuas diri. Masih pada tahun yang sama, dirinya kembali menggondol gelar baru di ajang nasional yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Dari ajang tersebut, ia berhasil mengharumkan nama Kabupaten Malang setelah mengamankan mahkota Putri Otonomi 2018 dari 38 pesaingnya.

Terakhir, dirinya terpilih menjadi Wakil 2 dalam ajang Raka Raki Jawa Timur Tahun 2019 lalu. “Setelah mengikuti beberapa ajang pemilihan tersebut, aku merasa oh iya ya dapat jaringan baru, pelajaran baru, dari situ mulai terbuka kesempatankesempatan untuk menjadi talent,” sambungnya.

Calvina melanjutkan, ketertarikan di industri hiburan dan modeling tidak timbul begitu saja. Dari ajang-ajang pemilihan yang pernah diikutinya, kesempatan untuk terpilih menjadi talent atau membintangi peran di iklan hingga film itulah muncul. “Kan awalnya dari dinas dulu tuh, misal pingin bikin video untuk pariwisata mana, yang diminta duta wisata. Kemudian, mulai terbuka jaringan ke production house buat mengontrak aku jadi talent mereka,” imbuhnya.

Selain meniti karier di industri hiburan dan menunggu izin praktik sebagai dokter gigi, Calvina juga tengah disibukkan dengan usaha katering miliknya. Usaha katering tersebut ia rintis karena terinspirasi ketika mengikuti kegiatan mahasiswa selama kuliah. Menurutnya, banyak mahasiswa yang membutuhkan konsumsi atau makanan yang harganya terjangkau. Oleh karena itu, Calvina membuka katering yang menjual makanan seperti rice bowl, rice box, hingga nasi bungkus.

Ditanya soal kesibukannya yang beragam, Calvina justru mengaku senang. Sebab, selain mendapat segudang pengalaman dan materi secara finansial, dirinya juga dilatih untuk bisa membagi waktu dan bekerja secara efisien di antara kegiatan pendidikan maupun kariernya saat ini. “Struggling-nya lebih ke gimana ngatur waktu karena sebelumnya aku kan juga sambil kuliah dan ikut kegiatan mahasiswa di kampus, jadi padat. Kadang menyempatkan kalau ada photoshoot yang (jadwalnya) bertabrakan dengan kuliah ya bernegosiasi untuk waktunya. Kalau duka enggak ada ya, kayaknya aku happy-happy saja,” ungkapnya sembari tertawa.

Dalam menjadi talent untuk beberapa perusahaan seperti Bank BNI dan Traveloka, Calvina menuturkan mempelajari keterampilan akting secara otodidak. Bahkan, dia sempat menjajal dunia peran untuk webseries dan film pendek yang berjudul Taurus. Film ini pernah ditayangkan di bioskop di Kota Malang. “Semuanya menarik karena belajar jadi talent untuk perusahaan yang berbeda-beda. Misalnya, kalau jadi talent untuk bank berarti moodnya jadi pegawai bank dan tentu akan berbeda dengan berakting menjadi wisatawan untuk aplikasi perjalanan wisata.

Yang paling menantang bagaimana bisa menjaga mood dan stamina mengingat shooting bisa satu hari penuh,” papar penghobi travelling itu. Calvina menambahkan, untuk terjun ke industri hiburan, ada berbagai macam cara yang bisa dicoba oleh masyarakat. Mulai dari mengikuti agensi hingga ajang pemilihan seperti dirinya. Yang terpenting bagi Calvina, ketika berhasil mendapatkan kesempatan seseorang harus konsisten dan tidak mengeluh. “Karena kalau banyak orang bilang, enak jadi model jualan muka aja. Padahal ya enggak, capek juga. Bisa nunggu sampe malem atau menghadapi kendala-kendala lain seperti mood,” tegas anak tunggal pasangan Khoirul Munif dan Yeni Kristanti tersebut.

Saat ini, Calvina tengah disibukkan dengan pembuatan webseries beserta film pendek untuk salah satu ikon baru dari Kota Malang. Dia menargetkan, webseries tersebut akan tayang minggu depan. (mel/abm)

KESIBUKAN dara 23 tahun yang  kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) ini, tidak bolah jadi alasan bagi Ega Calvina Putri untuk tidak beraktivitas lain. Justru, dia tertantang untuk lebih mengeksplor kemampuannya. Termasuk dia memulai kariernya di industri hiburan dan modeling sejak duduk di bangku kuliah.“Sebelumnya, saya besar di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Lalu, sekitar tahun 2015-an saya kembali ke Malang dan berkuliah di FKG,” ujar Calvina ketika mengawali ceritanya.

Semula, perempuan yang pernah menjadi anggota pasukan pengibar bendera di Istana Negara itu hanya mencoba mengikuti ajang pemilihan duta kampus dan meraih posisi finalis. Selama mengikuti ajang itu, Calvina berkesempatan untuk mendalami cara berkomunikasi yang baik. Dia pun merasa jika ilmu yang telah didapatkannya sesuai dengan bidang perkuliahan yang diambil. “Karena kan kuliahnya di kedokteran gigi, di mana aku menjual jasa. Jadi, aku merasa penting untuk belajar ilmu berkomunikasi, sehingga nanti bisa lancar berkomunikasi dengan orang lain,” terangnya.

Usai mengikuti duta kampus, Calvina kemudian mencoba mengepakkan sayap di ajang pemilihan putra putri daerah, yakni Joko Roro Kabupaten Malang tahun 2018. Bersama mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Calvina sukses mengamankan posisi Joko Roro. Meski begitu, Calvina tidak cepat berpuas diri. Masih pada tahun yang sama, dirinya kembali menggondol gelar baru di ajang nasional yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Dari ajang tersebut, ia berhasil mengharumkan nama Kabupaten Malang setelah mengamankan mahkota Putri Otonomi 2018 dari 38 pesaingnya.

Terakhir, dirinya terpilih menjadi Wakil 2 dalam ajang Raka Raki Jawa Timur Tahun 2019 lalu. “Setelah mengikuti beberapa ajang pemilihan tersebut, aku merasa oh iya ya dapat jaringan baru, pelajaran baru, dari situ mulai terbuka kesempatankesempatan untuk menjadi talent,” sambungnya.

Calvina melanjutkan, ketertarikan di industri hiburan dan modeling tidak timbul begitu saja. Dari ajang-ajang pemilihan yang pernah diikutinya, kesempatan untuk terpilih menjadi talent atau membintangi peran di iklan hingga film itulah muncul. “Kan awalnya dari dinas dulu tuh, misal pingin bikin video untuk pariwisata mana, yang diminta duta wisata. Kemudian, mulai terbuka jaringan ke production house buat mengontrak aku jadi talent mereka,” imbuhnya.

Selain meniti karier di industri hiburan dan menunggu izin praktik sebagai dokter gigi, Calvina juga tengah disibukkan dengan usaha katering miliknya. Usaha katering tersebut ia rintis karena terinspirasi ketika mengikuti kegiatan mahasiswa selama kuliah. Menurutnya, banyak mahasiswa yang membutuhkan konsumsi atau makanan yang harganya terjangkau. Oleh karena itu, Calvina membuka katering yang menjual makanan seperti rice bowl, rice box, hingga nasi bungkus.

Ditanya soal kesibukannya yang beragam, Calvina justru mengaku senang. Sebab, selain mendapat segudang pengalaman dan materi secara finansial, dirinya juga dilatih untuk bisa membagi waktu dan bekerja secara efisien di antara kegiatan pendidikan maupun kariernya saat ini. “Struggling-nya lebih ke gimana ngatur waktu karena sebelumnya aku kan juga sambil kuliah dan ikut kegiatan mahasiswa di kampus, jadi padat. Kadang menyempatkan kalau ada photoshoot yang (jadwalnya) bertabrakan dengan kuliah ya bernegosiasi untuk waktunya. Kalau duka enggak ada ya, kayaknya aku happy-happy saja,” ungkapnya sembari tertawa.

Dalam menjadi talent untuk beberapa perusahaan seperti Bank BNI dan Traveloka, Calvina menuturkan mempelajari keterampilan akting secara otodidak. Bahkan, dia sempat menjajal dunia peran untuk webseries dan film pendek yang berjudul Taurus. Film ini pernah ditayangkan di bioskop di Kota Malang. “Semuanya menarik karena belajar jadi talent untuk perusahaan yang berbeda-beda. Misalnya, kalau jadi talent untuk bank berarti moodnya jadi pegawai bank dan tentu akan berbeda dengan berakting menjadi wisatawan untuk aplikasi perjalanan wisata.

Yang paling menantang bagaimana bisa menjaga mood dan stamina mengingat shooting bisa satu hari penuh,” papar penghobi travelling itu. Calvina menambahkan, untuk terjun ke industri hiburan, ada berbagai macam cara yang bisa dicoba oleh masyarakat. Mulai dari mengikuti agensi hingga ajang pemilihan seperti dirinya. Yang terpenting bagi Calvina, ketika berhasil mendapatkan kesempatan seseorang harus konsisten dan tidak mengeluh. “Karena kalau banyak orang bilang, enak jadi model jualan muka aja. Padahal ya enggak, capek juga. Bisa nunggu sampe malem atau menghadapi kendala-kendala lain seperti mood,” tegas anak tunggal pasangan Khoirul Munif dan Yeni Kristanti tersebut.

Saat ini, Calvina tengah disibukkan dengan pembuatan webseries beserta film pendek untuk salah satu ikon baru dari Kota Malang. Dia menargetkan, webseries tersebut akan tayang minggu depan. (mel/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/