alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Komitmen Persada Hospital Hadirkan Layanan Berstandar Internasional

MALANG KOTA – Persada Hospital berkomitmen meningkatkan layanan mutu sesuai dengan standar internasional. Berbagai upaya pun telah dilakukan, di antaranya memiliki tim penjaminan mutu berlapis. Selain itu juga terus mengembangkan pusat unggulan, seperti stroke center dan lainnya.

Direktur Persada Hospital dr Sigit Riyarto MKes mengungkapkan, untuk meningkatkan mutu pelayanan pihaknya memiliki tiga lapis tim penjaminan mutu. Yakni penjaminan mutu internal, tim ISO dan tim mutu akreditasi. “Semuanya berkolaborasi bersinergi untuk meningkatkan layanan sesuai dengan standar yang baik,” terangnya.

Mengapa orang banyak berobat ke Singapura atau Malaysia, kata dr Sigit, karena di rumah sakit negara tetangga memiliki mutu layanan yang baik. Padahal sejatinya, RS di Indonesia tidak kalah baik, jika RS Indonesia menerapkan mutu layanan internasional.

“Mutu internasional bagaimana yang diharapkan masyarakat? Contohnya kami punya standar pelayanan yang cepat dan tepat. Misalnya di ruang IGD, pasien harus segera ditangani sebelum 3 menit. Bahkan ada tim auditor (tim penjaminan mutu) yang berkeliling di IGD sebagai pengawas. Setelah ditangani dan stabil kondisinya, juga disiapkan ruangan yang lebih tenang dan tidak crowded. Itulah sebenarnya yang diinginkan masyarakat,” papar dr Sigit.

Di sisi lain, sebagai upaya menuju standar internasional, Persada Hospital juga terus mengembangkan pusat layanan atau center of excellent. Tak tanggung-tanggung, pusat layanan di Persada Hospital diketuai oleh dokter sub spesialis. “Misalnya, di Aesthetic Center, diketuai oleh sub spesialis bedah plastik khusus konsultan. Kemudian vaksinasi center, diketuai oleh dokter di bidang penyakit tropis,” terangnya.

Selain itu, Persada Hospital juga memiliki pusat layanan stroke center. Dimana penanggung jawabnya adalah dokter spesialis saraf senior di Kota Malang yang menjadi rujukan dari para spesialis lain, yang juga menjadi konsultan.

Di stroke center ini, Persada Hospital juga memiliki alat Transcranial Doppler (TCD) sebagai alat ultrasonografi (USG) khusus otak. “Dan alat ini di Malang masih sangat jarang. Sebagai penanggung jawab adalah dokter saraf sub spesialis intervensi. Dimana dokter ini bisa melakukan tindakan kepada pasien untuk mencegah stroke berkelanjutan,” tutur dr Sigit.

Pun di Persada Hospital juga memiliki Brain and Spine Center, khusus untuk bedah saraf. Untuk penyakit misalnya tumor besar yang sulit diatasi dan lain-lain. Selain itu ada juga Pain Center, untuk mencegah sakit yang berkelanjutan. Jadi Persada Hospital punya metode untuk membuat intervensi medis melalui pemblokiran saraf. “Yakni memakai semacam elektromagnetik getaran dari luar (istilah awam) sehingga sarafnya tidak sakit lagi. Dan Pain Center ini digawangi oleh dokter spesialis anestesi dan saraf,” terangnya.

Dr Sigit menargetkan dengan upaya mengembangkan pusat layanan di Persada Hospital, sehingga bisa menjadi rumah sakit rujukan. “Hampir semua sub spesialis yang ada di Malang, sudah dimiliki Persada Hospital. Jadi masyarakat tak perlu kemana-mana lagi, karena di Malang sudah lengkap,” tandasnya.

dr Sigit juga bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat karena di situasi pandemi seperti ini, Persada Hospital terus dipercaya menjadi rujukan masyarakat. Terbukti jumlah kunjungan di rumah sakit meningkat dan pihaknya juga masih bisa melayani masyarakat dengan baik. Itu karena di Persada Hospital menerapkan protokol kesehatan ketat. Misalnya, setiap penunggu pasien di RS, diharuskan untuk genose dan swab. Juga Persada Hospital mendapatkan jatah pertama vaksinasi, sehingga tenaga kesehatan kita terlindungi.

“Pun komitmen dokter kita untuk melayani sangat besar. Banyak dokter dan RS membatasi praktiknya karena khawatir tertular Covid. Namun kami tidak, terus memberikan layanan supaya tidak ada korban sampingan Covid. Apa itu? Mereka yang sebenarnya tidak Covid, tapi karena RS membatasi jadi terserang penyakit lain. Nah itu sudah terjadi di banyak daerah. Kami ingin memberikan rasa aman kepasa masyarakat, dan jangan sampai masyarakat menunda layanan kesehatannya gara-gara takut tertular Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, Persada Hospital juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tenaga medis. Tentu supaya Persada Hospital bisa menjadi kepercayaan dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “Next kami juga akan membuat Persada Training Center di gedung depan yang sedang dikembangkan. Gedung itu menjadi tempat berbagi ilmu. Apa yang kami capai adalah rintisan dari para senior yang harus dibagi ilmunya. Akan terbuka untuk umum dan ditargetkan awal tahun depan sudah buka,” pungkasnya. (rmc/bin/dik)

MALANG KOTA – Persada Hospital berkomitmen meningkatkan layanan mutu sesuai dengan standar internasional. Berbagai upaya pun telah dilakukan, di antaranya memiliki tim penjaminan mutu berlapis. Selain itu juga terus mengembangkan pusat unggulan, seperti stroke center dan lainnya.

Direktur Persada Hospital dr Sigit Riyarto MKes mengungkapkan, untuk meningkatkan mutu pelayanan pihaknya memiliki tiga lapis tim penjaminan mutu. Yakni penjaminan mutu internal, tim ISO dan tim mutu akreditasi. “Semuanya berkolaborasi bersinergi untuk meningkatkan layanan sesuai dengan standar yang baik,” terangnya.

Mengapa orang banyak berobat ke Singapura atau Malaysia, kata dr Sigit, karena di rumah sakit negara tetangga memiliki mutu layanan yang baik. Padahal sejatinya, RS di Indonesia tidak kalah baik, jika RS Indonesia menerapkan mutu layanan internasional.

“Mutu internasional bagaimana yang diharapkan masyarakat? Contohnya kami punya standar pelayanan yang cepat dan tepat. Misalnya di ruang IGD, pasien harus segera ditangani sebelum 3 menit. Bahkan ada tim auditor (tim penjaminan mutu) yang berkeliling di IGD sebagai pengawas. Setelah ditangani dan stabil kondisinya, juga disiapkan ruangan yang lebih tenang dan tidak crowded. Itulah sebenarnya yang diinginkan masyarakat,” papar dr Sigit.

Di sisi lain, sebagai upaya menuju standar internasional, Persada Hospital juga terus mengembangkan pusat layanan atau center of excellent. Tak tanggung-tanggung, pusat layanan di Persada Hospital diketuai oleh dokter sub spesialis. “Misalnya, di Aesthetic Center, diketuai oleh sub spesialis bedah plastik khusus konsultan. Kemudian vaksinasi center, diketuai oleh dokter di bidang penyakit tropis,” terangnya.

Selain itu, Persada Hospital juga memiliki pusat layanan stroke center. Dimana penanggung jawabnya adalah dokter spesialis saraf senior di Kota Malang yang menjadi rujukan dari para spesialis lain, yang juga menjadi konsultan.

Di stroke center ini, Persada Hospital juga memiliki alat Transcranial Doppler (TCD) sebagai alat ultrasonografi (USG) khusus otak. “Dan alat ini di Malang masih sangat jarang. Sebagai penanggung jawab adalah dokter saraf sub spesialis intervensi. Dimana dokter ini bisa melakukan tindakan kepada pasien untuk mencegah stroke berkelanjutan,” tutur dr Sigit.

Pun di Persada Hospital juga memiliki Brain and Spine Center, khusus untuk bedah saraf. Untuk penyakit misalnya tumor besar yang sulit diatasi dan lain-lain. Selain itu ada juga Pain Center, untuk mencegah sakit yang berkelanjutan. Jadi Persada Hospital punya metode untuk membuat intervensi medis melalui pemblokiran saraf. “Yakni memakai semacam elektromagnetik getaran dari luar (istilah awam) sehingga sarafnya tidak sakit lagi. Dan Pain Center ini digawangi oleh dokter spesialis anestesi dan saraf,” terangnya.

Dr Sigit menargetkan dengan upaya mengembangkan pusat layanan di Persada Hospital, sehingga bisa menjadi rumah sakit rujukan. “Hampir semua sub spesialis yang ada di Malang, sudah dimiliki Persada Hospital. Jadi masyarakat tak perlu kemana-mana lagi, karena di Malang sudah lengkap,” tandasnya.

dr Sigit juga bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat karena di situasi pandemi seperti ini, Persada Hospital terus dipercaya menjadi rujukan masyarakat. Terbukti jumlah kunjungan di rumah sakit meningkat dan pihaknya juga masih bisa melayani masyarakat dengan baik. Itu karena di Persada Hospital menerapkan protokol kesehatan ketat. Misalnya, setiap penunggu pasien di RS, diharuskan untuk genose dan swab. Juga Persada Hospital mendapatkan jatah pertama vaksinasi, sehingga tenaga kesehatan kita terlindungi.

“Pun komitmen dokter kita untuk melayani sangat besar. Banyak dokter dan RS membatasi praktiknya karena khawatir tertular Covid. Namun kami tidak, terus memberikan layanan supaya tidak ada korban sampingan Covid. Apa itu? Mereka yang sebenarnya tidak Covid, tapi karena RS membatasi jadi terserang penyakit lain. Nah itu sudah terjadi di banyak daerah. Kami ingin memberikan rasa aman kepasa masyarakat, dan jangan sampai masyarakat menunda layanan kesehatannya gara-gara takut tertular Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, Persada Hospital juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tenaga medis. Tentu supaya Persada Hospital bisa menjadi kepercayaan dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “Next kami juga akan membuat Persada Training Center di gedung depan yang sedang dikembangkan. Gedung itu menjadi tempat berbagi ilmu. Apa yang kami capai adalah rintisan dari para senior yang harus dibagi ilmunya. Akan terbuka untuk umum dan ditargetkan awal tahun depan sudah buka,” pungkasnya. (rmc/bin/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/