alexametrics
24.3 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Sentra Susu Terbaru di Bumi Kanjuruhan

JABUNG – Desa Slamparejo di Kecamatan Jabung seolah menjadi kampung susu jilid II di Bumi Kanjuruhan, sebutan lain Kabupaten Malang. Sebab, Slamparejo merupakan sentra produksi susu kedua setelah sebelumnya Pujon menjadi pusat produksi susu.

Kepala Desa (Kades) Slamparejo Wahyudi mengatakan, saat ini kurang lebih ada 400 peternak yang mengandalkan produksi susu sebagai mata pencaharian utamanya. Setiap peternak rata-rata memelihara 2 sampai 3 ekor sapi.

“Tapi ada juga yang sampai puluhan. Harapan kami, ke depan desa ini bisa jadi kampung peternak,” katanya saat di Kantor Desa Slamparejo, beberapa waktu lalu.

Dalam sehari, kata dia, rata-rata produksi susu di wilayah itu mencapai 6 ribu liter. Susu sapi tersebut biasanya didistribusikan ke koperasi susu di Kecamatan Jabung. Soal kualitas, Wahyudi mengklaim susu sapi yang dihasilkan oleh peternak di wilayahnya merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. “Indikatornya dari kandungan bakteri dalam TPC (total plate count),” tuturnya. Kualitas tersebut juga dipantau oleh GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia).

Salah satu peternak sapi perah di Desa Slamparejo, Imam Soleh mengatakan, saat ini dia bersama kerabat membudidayakan 40-an sapi ekor perah. “Produksinya beda-beda. Kalau baru melahirkan ya bisa sampai 20 liter. Tapi kalau rata-rata biasanya sekitar 15 liter per hari,” kata Imam.

Situasi pandemi, disebut Imam tidak terlalu berpengaruh terhadap produktivitas susu. “Cuma sempat turun harga jualnya sampai 20 persen, tapi sekarang sudah kembali normal,” kata pria 45 tahun itu. Harga jual susu saat ini berkisar pada angka Rp 5.900 per liter, bergantung grade atau kualitas susu yang dihasilkan.(iik/dan)

 

JABUNG – Desa Slamparejo di Kecamatan Jabung seolah menjadi kampung susu jilid II di Bumi Kanjuruhan, sebutan lain Kabupaten Malang. Sebab, Slamparejo merupakan sentra produksi susu kedua setelah sebelumnya Pujon menjadi pusat produksi susu.

Kepala Desa (Kades) Slamparejo Wahyudi mengatakan, saat ini kurang lebih ada 400 peternak yang mengandalkan produksi susu sebagai mata pencaharian utamanya. Setiap peternak rata-rata memelihara 2 sampai 3 ekor sapi.

“Tapi ada juga yang sampai puluhan. Harapan kami, ke depan desa ini bisa jadi kampung peternak,” katanya saat di Kantor Desa Slamparejo, beberapa waktu lalu.

Dalam sehari, kata dia, rata-rata produksi susu di wilayah itu mencapai 6 ribu liter. Susu sapi tersebut biasanya didistribusikan ke koperasi susu di Kecamatan Jabung. Soal kualitas, Wahyudi mengklaim susu sapi yang dihasilkan oleh peternak di wilayahnya merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. “Indikatornya dari kandungan bakteri dalam TPC (total plate count),” tuturnya. Kualitas tersebut juga dipantau oleh GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia).

Salah satu peternak sapi perah di Desa Slamparejo, Imam Soleh mengatakan, saat ini dia bersama kerabat membudidayakan 40-an sapi ekor perah. “Produksinya beda-beda. Kalau baru melahirkan ya bisa sampai 20 liter. Tapi kalau rata-rata biasanya sekitar 15 liter per hari,” kata Imam.

Situasi pandemi, disebut Imam tidak terlalu berpengaruh terhadap produktivitas susu. “Cuma sempat turun harga jualnya sampai 20 persen, tapi sekarang sudah kembali normal,” kata pria 45 tahun itu. Harga jual susu saat ini berkisar pada angka Rp 5.900 per liter, bergantung grade atau kualitas susu yang dihasilkan.(iik/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/