alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Erupsi Semeru Kuasai Trending Twitter

RADARMALANG – Gunung Semeru tak hanya memuntahkan lava pijar dan awan panas, namun juga memicu tanda pagar (tagar) Semeru menguasai trending Twitter malam ini (16/1). Hingga berita ini diturunkan, lebih dari 28 ribu tweet terkait Semeru bersliweran di Twitter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara bertahap mengabarkan situasi erupsi Gunung Semeru tersebut yang hingga saat ini masih mengeluarkan lahar dingin dan awan panas.

BNPB menyatakan status Gunung Semeru masih dalam level II atau “waspada”. Dilansir dari Twitter BNPB (16/1), penetapan status tersebuut didasarkan pada hasil pemantauan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahayanya.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan instrumental, serta potensi ancaman bahayanya, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan pada level II atau waspada,” tulis Twitter PVMBG.

Potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru ini berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak, untuk material lontaran abu vulkanik yang tersebar tergantung dari kecepatan dan arah angin.

Untuk ancaman awan panas dan guguran batuan sendiri lebih mengarah ke tenggara dan selatan dari puncak.

Untuk saat ini, arah luncuran awan panas dan guguran mencapai jarak luncur maksimal 4.5 KM ke sektor tenggara dan selatan puncak.

Dalam status level Waspada II ini, masyarakat ataupun pengunjung diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 KM dari kawah Gunung Semeru dan jarak 4 km arah bukaan kawah sektor tenggara.

Radius dan jarak akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

Reni Aisyah, salah satu warga Lumajang yang dihubungi Jawa Pos Radar Malang mengatakan, akibat erupsi tersebut, bagian depan rumahnya dipenuhi dengan abu putih vulkanik. “Ada teman yang rumahnya di Kecamatan Senduro (sebelah barat Kota Lumajang), dia sudah ngungsi karena hujan abu vulkaniknya lebih parah,” kata dia.

Penulis : Khrisna Ambar

RADARMALANG – Gunung Semeru tak hanya memuntahkan lava pijar dan awan panas, namun juga memicu tanda pagar (tagar) Semeru menguasai trending Twitter malam ini (16/1). Hingga berita ini diturunkan, lebih dari 28 ribu tweet terkait Semeru bersliweran di Twitter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara bertahap mengabarkan situasi erupsi Gunung Semeru tersebut yang hingga saat ini masih mengeluarkan lahar dingin dan awan panas.

BNPB menyatakan status Gunung Semeru masih dalam level II atau “waspada”. Dilansir dari Twitter BNPB (16/1), penetapan status tersebuut didasarkan pada hasil pemantauan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahayanya.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan instrumental, serta potensi ancaman bahayanya, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan pada level II atau waspada,” tulis Twitter PVMBG.

Potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru ini berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak, untuk material lontaran abu vulkanik yang tersebar tergantung dari kecepatan dan arah angin.

Untuk ancaman awan panas dan guguran batuan sendiri lebih mengarah ke tenggara dan selatan dari puncak.

Untuk saat ini, arah luncuran awan panas dan guguran mencapai jarak luncur maksimal 4.5 KM ke sektor tenggara dan selatan puncak.

Dalam status level Waspada II ini, masyarakat ataupun pengunjung diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 KM dari kawah Gunung Semeru dan jarak 4 km arah bukaan kawah sektor tenggara.

Radius dan jarak akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

Reni Aisyah, salah satu warga Lumajang yang dihubungi Jawa Pos Radar Malang mengatakan, akibat erupsi tersebut, bagian depan rumahnya dipenuhi dengan abu putih vulkanik. “Ada teman yang rumahnya di Kecamatan Senduro (sebelah barat Kota Lumajang), dia sudah ngungsi karena hujan abu vulkaniknya lebih parah,” kata dia.

Penulis : Khrisna Ambar

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/