alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Waspadai Gelombang Tinggi Pesisir Malang, Bisa Mencapai 3,5 Meter

MALANG – Cuaca ekstrem di wilayah Malang Raya beberapa hari belakangan tidak hanya disebabkan karena intensitas hujan tinggi, tetapi juga kecepatan angin yang di atas rata-rata. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso mencatat, kecepatan angin bisa mencapai 20 knot atau setara dengan 37 kilometer per jam.

Kondisi ini juga membawa dampak di perairan laut di Malang Selatan, Jawa Timur. ”Tinggi ombak berkisar antara 1,5 meter sampai 3,5 meter,” ujar Kepala Sub Bagian Observasi dan Informasi BMKG Karangploso Malang Anung Suprayitno. Karena itu, BMKG mewanti-wanti agar nelayan maupun wisatawan yang melakukan aktivitas di laut agar lebih berhati-hati. Sebab, gelombang tinggi tersebut berpotensi menyebabkan laka laut.

Dari hasil pemetaan BMKG, perahu nelayan yang berlayar dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berisiko tinggi membahayakan awak pelayaran. ”Untuk kapal tongkang tingkat kerawanannya pada saat mereka dihadapkan dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Sedangkan kapal feri juga harus mempertimbangkan pelayaran ketika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter,” sambung Anung.

Sementara itu, kapal ukuran besar seperti kargo atau kapal pesiar memiliki risiko laka laut tinggi pada kondisi angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter. ”Maka, kami imbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir agar selalu waspada dan berhati-hati,” pungkasnya. (rmc/fik/c1/iik)

MALANG – Cuaca ekstrem di wilayah Malang Raya beberapa hari belakangan tidak hanya disebabkan karena intensitas hujan tinggi, tetapi juga kecepatan angin yang di atas rata-rata. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso mencatat, kecepatan angin bisa mencapai 20 knot atau setara dengan 37 kilometer per jam.

Kondisi ini juga membawa dampak di perairan laut di Malang Selatan, Jawa Timur. ”Tinggi ombak berkisar antara 1,5 meter sampai 3,5 meter,” ujar Kepala Sub Bagian Observasi dan Informasi BMKG Karangploso Malang Anung Suprayitno. Karena itu, BMKG mewanti-wanti agar nelayan maupun wisatawan yang melakukan aktivitas di laut agar lebih berhati-hati. Sebab, gelombang tinggi tersebut berpotensi menyebabkan laka laut.

Dari hasil pemetaan BMKG, perahu nelayan yang berlayar dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berisiko tinggi membahayakan awak pelayaran. ”Untuk kapal tongkang tingkat kerawanannya pada saat mereka dihadapkan dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Sedangkan kapal feri juga harus mempertimbangkan pelayaran ketika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter,” sambung Anung.

Sementara itu, kapal ukuran besar seperti kargo atau kapal pesiar memiliki risiko laka laut tinggi pada kondisi angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter. ”Maka, kami imbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir agar selalu waspada dan berhati-hati,” pungkasnya. (rmc/fik/c1/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/