alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Kapal Tenggelam di Sungai Kongo, 60 Tewas dan Ratusan Orang Hilang

RADAR MALANG – Kapal penangkap ikan paus yang sedang membawa 700 penumpang dari Kinshasa celaka. Sedikitnya 60 orang tewas dan ratusan lainnya hilang setelah kapal penangkap ikan paus yang kelebihan muatan tersebut tenggelam di sungai Kongo pada malam hari, seperti dilansir dari Al Jazeera Selasa (16/2).

Menteri Urusan Kemanusiaan Republik Demokratik Kongo Steve Mbikayi mengatakan, lebih dari 700 orang telah berada di kapal itu tetapi sejauh ini hanya 300 orang yang selamat ditemukan di lokasi bencana yang terjadi di provinsi Mai-Ndombe di barat negara itu. “Sejauh ini tim penyelamat telah menemukan 60 mayat dan 300 korban selamat. Masih ada yang hilang setelah kapal karam ini,” kata Mbikayi.

Kapal itu berlayar sepanjang malam pada Minggu dari Kinshasa ke Mbandaka ketika mengalami masalah di dekat desa Longola Ekoti di provinsi Mai-Ndombe. Mbikayi mengatakan, penyebab utama tenggelamnya kapal tersebut adalah terlalu banyak penumpang dan kargo. “Buruknya navigasi pada malam hari juga ikut berperan,” tambahnya. Mbikayi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang terkena dampak dan menyerukan sanksi kepada mereka yang bertanggungjawab dalam kecelakaan transportasi itu.

Kecelakaan kapal sering terjadi di Kongo, yang memiliki sedikit jalan beraspal di sepanjang pedalamannya yang luas dan berhutan, di mana kapal sering dimuati jauh melebihi kapasitas.

Bulan lalu, sedikitnya tiga orang, dua anak-anak dan satu wanita juga tenggelam setelah sebuah kapal penumpang tenggelam di Danau Kivu.
Sementara itu pada Mei 2020, 10 orang, termasuk seorang gadis berusia delapan tahun, tewas setelah kapal rekreasi yang mereka tumpangi terbalik di Danau Kivu. Pada Juli 2010, lebih dari 135 orang tewas setelah sebuah perahu terbalik di provinsi barat Bandundu.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Kapal penangkap ikan paus yang sedang membawa 700 penumpang dari Kinshasa celaka. Sedikitnya 60 orang tewas dan ratusan lainnya hilang setelah kapal penangkap ikan paus yang kelebihan muatan tersebut tenggelam di sungai Kongo pada malam hari, seperti dilansir dari Al Jazeera Selasa (16/2).

Menteri Urusan Kemanusiaan Republik Demokratik Kongo Steve Mbikayi mengatakan, lebih dari 700 orang telah berada di kapal itu tetapi sejauh ini hanya 300 orang yang selamat ditemukan di lokasi bencana yang terjadi di provinsi Mai-Ndombe di barat negara itu. “Sejauh ini tim penyelamat telah menemukan 60 mayat dan 300 korban selamat. Masih ada yang hilang setelah kapal karam ini,” kata Mbikayi.

Kapal itu berlayar sepanjang malam pada Minggu dari Kinshasa ke Mbandaka ketika mengalami masalah di dekat desa Longola Ekoti di provinsi Mai-Ndombe. Mbikayi mengatakan, penyebab utama tenggelamnya kapal tersebut adalah terlalu banyak penumpang dan kargo. “Buruknya navigasi pada malam hari juga ikut berperan,” tambahnya. Mbikayi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang terkena dampak dan menyerukan sanksi kepada mereka yang bertanggungjawab dalam kecelakaan transportasi itu.

Kecelakaan kapal sering terjadi di Kongo, yang memiliki sedikit jalan beraspal di sepanjang pedalamannya yang luas dan berhutan, di mana kapal sering dimuati jauh melebihi kapasitas.

Bulan lalu, sedikitnya tiga orang, dua anak-anak dan satu wanita juga tenggelam setelah sebuah kapal penumpang tenggelam di Danau Kivu.
Sementara itu pada Mei 2020, 10 orang, termasuk seorang gadis berusia delapan tahun, tewas setelah kapal rekreasi yang mereka tumpangi terbalik di Danau Kivu. Pada Juli 2010, lebih dari 135 orang tewas setelah sebuah perahu terbalik di provinsi barat Bandundu.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/