alexametrics
21.4 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Pelantikan Bupati Malang Mundur, Sanusi Menunggu Sambil Ngurus Tebu

MALANG – Jadwal pelantikan Bupati Terpilih Malang mundur dari yang awalnya ditetapkan pada 17 Februari 2021, mundur menjadi tanggal 27 Februari 2021.

“Kemungkinan mundur, bisa lebih dari tanggal 17 Februari. Jadwalnya sendiri masih dirapatkan oleh pemerintah pusat,” ujar Sanusi, saat ditemui di Pendopo Pringgitan, Rabu (16/2).

Pengunduran jadwal tersebut membuat kursi Bupati Malang akan kosong dalam beberapa hari. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memberikan surat edaran terkait kekosongan kursi pimpinan daerah dengan menunjuk Pelaksana Harian (Plh).

“Kosongnya kursi Bupati nanti diisi oleh Sekretaris Daerah atau siapa nanti yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” imbuh Sanusi.

Sanusi tidak mempermasalahkan pengunduran jadwal pelantikan dirinya. Ia lebih memilih bersabar menunggu dengan mengurus bisnis pertanian tebu miliknya.

“Di rumah saja, bisa itu jadi petani tebu. Nunggu saja, gak ada ruginya juga,” jelas dia.

Sebagai informasi, pelantikan 17 bupati/wali kota terpilih di Jawa Timur diundur karena masih menunggu hasil sengketa 3 Pilkada di Mahkamah Konstitusi.

Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jawa Timur, Jempin Marbun, Senin (15/2/2021) menjelaskan, di Jatim, ada 3 Pilkada yang masih proses sengketa di MK. Yakni Pilkada Kota Surabaya, Pilkada Banyuwangi, dan Pilkada Lamongan.

Selain Bupati Malang, daerah lain yang mengalami nasib serupa adalah Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Kediri, Situbondo, Kota Pasuruan, Jember, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, Sumenep, Mojokerto, Blitar, dan Banyuwangi.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG – Jadwal pelantikan Bupati Terpilih Malang mundur dari yang awalnya ditetapkan pada 17 Februari 2021, mundur menjadi tanggal 27 Februari 2021.

“Kemungkinan mundur, bisa lebih dari tanggal 17 Februari. Jadwalnya sendiri masih dirapatkan oleh pemerintah pusat,” ujar Sanusi, saat ditemui di Pendopo Pringgitan, Rabu (16/2).

Pengunduran jadwal tersebut membuat kursi Bupati Malang akan kosong dalam beberapa hari. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memberikan surat edaran terkait kekosongan kursi pimpinan daerah dengan menunjuk Pelaksana Harian (Plh).

“Kosongnya kursi Bupati nanti diisi oleh Sekretaris Daerah atau siapa nanti yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” imbuh Sanusi.

Sanusi tidak mempermasalahkan pengunduran jadwal pelantikan dirinya. Ia lebih memilih bersabar menunggu dengan mengurus bisnis pertanian tebu miliknya.

“Di rumah saja, bisa itu jadi petani tebu. Nunggu saja, gak ada ruginya juga,” jelas dia.

Sebagai informasi, pelantikan 17 bupati/wali kota terpilih di Jawa Timur diundur karena masih menunggu hasil sengketa 3 Pilkada di Mahkamah Konstitusi.

Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jawa Timur, Jempin Marbun, Senin (15/2/2021) menjelaskan, di Jatim, ada 3 Pilkada yang masih proses sengketa di MK. Yakni Pilkada Kota Surabaya, Pilkada Banyuwangi, dan Pilkada Lamongan.

Selain Bupati Malang, daerah lain yang mengalami nasib serupa adalah Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Kediri, Situbondo, Kota Pasuruan, Jember, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, Sumenep, Mojokerto, Blitar, dan Banyuwangi.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/