alexametrics
24.3 C
Malang
Sunday, 3 July 2022

Parkir Kota Wisata Dipatok Rp 8,5 M, Hanya Tercapai Rp 460 Juta

KOTA BATU – Pendapatan dari sektor retribusi parkir di Kota Batu merosot drastis. Retribusi yang sebelumnya ditarget Rp 8,5 miliar, terpaksa diturunkan menjadi Rp 900 juta. Itu pun realisasinya belum memenuhi target.

“Untuk saat ini telah mencapai sekitar Rp 460 juta,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batu Imam Suryono, kemarin.

“Target retribusi ini terus diupayakan agar mengalami kenaikan, namun kenyataannya kondisi pandemi sangat memengaruhi,” tambahnya.

Imam menyampaikan salah satu upaya yang sudah dia lakukan untuk menggenjot sektor parkir. Misalnya, sidak ke titik-titik parkir untuk mengantisipasi kebocoran. “Tantangannya adalah, dari 231 titik parkir di Kota Batu, pengawasnya yakni 6 orang,” imbuhnya.

Lantas bagaimana dengan tahun depan? Pihaknya akan terus menggencarkan sidak. ”Termasuk operasi gabungan dengan melibatkan Kejaksaan Negeri Batu dan kepolisian,” tegasnya.

Selain gencar razia, dia juga mengandalkan sistem digital. Rencananya, sistem digital itu dimulai dari titik parkir di alun-alun. ”Sistem digital akan mempermudah alur parkir bagi para pengunjung Alun-Alun Kota Batu, sehingga tidak ada lagi pengunjung yang tidak diberikan karcis parkir,” tutupnya. (nj7/dan).

KOTA BATU – Pendapatan dari sektor retribusi parkir di Kota Batu merosot drastis. Retribusi yang sebelumnya ditarget Rp 8,5 miliar, terpaksa diturunkan menjadi Rp 900 juta. Itu pun realisasinya belum memenuhi target.

“Untuk saat ini telah mencapai sekitar Rp 460 juta,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batu Imam Suryono, kemarin.

“Target retribusi ini terus diupayakan agar mengalami kenaikan, namun kenyataannya kondisi pandemi sangat memengaruhi,” tambahnya.

Imam menyampaikan salah satu upaya yang sudah dia lakukan untuk menggenjot sektor parkir. Misalnya, sidak ke titik-titik parkir untuk mengantisipasi kebocoran. “Tantangannya adalah, dari 231 titik parkir di Kota Batu, pengawasnya yakni 6 orang,” imbuhnya.

Lantas bagaimana dengan tahun depan? Pihaknya akan terus menggencarkan sidak. ”Termasuk operasi gabungan dengan melibatkan Kejaksaan Negeri Batu dan kepolisian,” tegasnya.

Selain gencar razia, dia juga mengandalkan sistem digital. Rencananya, sistem digital itu dimulai dari titik parkir di alun-alun. ”Sistem digital akan mempermudah alur parkir bagi para pengunjung Alun-Alun Kota Batu, sehingga tidak ada lagi pengunjung yang tidak diberikan karcis parkir,” tutupnya. (nj7/dan).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/