alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Agency Model Digerebek, Polisi Amankan 500 Ribu Foto Pelecehan Anak

RADAR MALANG – Polisi Thailand telah menangkap kepala agen model anak setelah lebih dari 500 ribu gambar tidak senonoh anak-anak ditemukan di hard drive komputer. Danudetch “Nene” Saengkaew, 23, didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap anak dan mengunduh gambar pelecehan anak.

Penyelidik mengatakan gambar-gambar itu ditemukan dalam penggerebekan di Nene Modeling Agency, utara ibu kota Bangkok. Penggerebekan itu merupakan puncak dari operasi selama berbulan-bulan yang dimulai dengan informasi dari polisi Australia.

Polisi FBI dan Selandia Baru juga terlibat dalam penyelidikan, kata para pejabat, bersama dengan Operation Underground Railroad – sebuah kelompok nirlaba yang membantu pemerintah menyelamatkan korban perdagangan seks.

Menurut Bangkok Post pada Rabu (17/2), agensi Nene, di Provinsi Pathum Thani, adalah salah satu agensi model anak paling terkenal di Thailand. Departemen Investigasi Khusus (DSI) Thailand mengatakan para korban termasuk anak-anak Thailand dan juga ribuan lainnya dari berbagai negara.

“Ini adalah industri pornografi anak dan kami bangga telah memecahkannya,” kata Khemachart Prakyhongmanee, Wakil Direktur DSI, dikutip oleh Channel News Asia (CNA), Rabu (17/2).

Dia mengatakan file gambar yang disita di agen Nene telah diatur ke dalam folder yang berbeda menurut negara. Kostum dan mainan anak-anak juga disita. Sebuah portofolio yang ditemukan oleh polisi selama penggerebekan tersebut mengklaim bahwa badan tersebut telah bekerja dengan lebih dari 8.400 model dan aktor anak sejak 2013.

Kolonel Polisi Korrawat Panprapakorn, Direktur Jenderal DSI, mengatakan kepada wartawan bahwa penggerebekan itu terjadi setahun setelah pihak berwenang Australia menghubungi mereka. Sebuah investigasi, bernama Operation Casting Call diluncurkan, tetapi polisi hanya memiliki satu foto seorang anak untuk diajak bekerja sama, kata Kolonel Korrawat.

Analisis yang melelahkan terhadap gambar tersebut menyebabkan penangkapan pada Mei tahun lalu terhadap seorang pria yang diyakini telah mengambil gambar tersebut. Dia kemudian memberi polisi alamat Nene Modeling Agency, kata DSI.

Kolonel Korrawat mengatakan jumlah bukti yang meyakinkan para penyelidik bahwa badan tersebut “pasti berada di balik pelecehan ribuan anak”.

Penulis: Talitha Azmi F

RADAR MALANG – Polisi Thailand telah menangkap kepala agen model anak setelah lebih dari 500 ribu gambar tidak senonoh anak-anak ditemukan di hard drive komputer. Danudetch “Nene” Saengkaew, 23, didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap anak dan mengunduh gambar pelecehan anak.

Penyelidik mengatakan gambar-gambar itu ditemukan dalam penggerebekan di Nene Modeling Agency, utara ibu kota Bangkok. Penggerebekan itu merupakan puncak dari operasi selama berbulan-bulan yang dimulai dengan informasi dari polisi Australia.

Polisi FBI dan Selandia Baru juga terlibat dalam penyelidikan, kata para pejabat, bersama dengan Operation Underground Railroad – sebuah kelompok nirlaba yang membantu pemerintah menyelamatkan korban perdagangan seks.

Menurut Bangkok Post pada Rabu (17/2), agensi Nene, di Provinsi Pathum Thani, adalah salah satu agensi model anak paling terkenal di Thailand. Departemen Investigasi Khusus (DSI) Thailand mengatakan para korban termasuk anak-anak Thailand dan juga ribuan lainnya dari berbagai negara.

“Ini adalah industri pornografi anak dan kami bangga telah memecahkannya,” kata Khemachart Prakyhongmanee, Wakil Direktur DSI, dikutip oleh Channel News Asia (CNA), Rabu (17/2).

Dia mengatakan file gambar yang disita di agen Nene telah diatur ke dalam folder yang berbeda menurut negara. Kostum dan mainan anak-anak juga disita. Sebuah portofolio yang ditemukan oleh polisi selama penggerebekan tersebut mengklaim bahwa badan tersebut telah bekerja dengan lebih dari 8.400 model dan aktor anak sejak 2013.

Kolonel Polisi Korrawat Panprapakorn, Direktur Jenderal DSI, mengatakan kepada wartawan bahwa penggerebekan itu terjadi setahun setelah pihak berwenang Australia menghubungi mereka. Sebuah investigasi, bernama Operation Casting Call diluncurkan, tetapi polisi hanya memiliki satu foto seorang anak untuk diajak bekerja sama, kata Kolonel Korrawat.

Analisis yang melelahkan terhadap gambar tersebut menyebabkan penangkapan pada Mei tahun lalu terhadap seorang pria yang diyakini telah mengambil gambar tersebut. Dia kemudian memberi polisi alamat Nene Modeling Agency, kata DSI.

Kolonel Korrawat mengatakan jumlah bukti yang meyakinkan para penyelidik bahwa badan tersebut “pasti berada di balik pelecehan ribuan anak”.

Penulis: Talitha Azmi F

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru