alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Bupati Ikutkan Kadis-Camat Pendidikan NU

KEPANJEN – Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang periode 2021-2026 resmi dilantik, kemarin (16/2). Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM menyebut, peran kaum nahdliyin terhadap pembangunan di kabupaten sangat signifikan. Bukan hanya di tengah masyarakat, namun juga mewarnai birokrasi.

”Di Jawa Timur seluruh kepala daerah dan gubernurnya NU. Di Kabupaten Malang semua parpolnya (didominasi) orang NU. Bupati, wakil bupati, dan seluruh OPD-nya juga NU. Ini manfaatkan untuk membangun masyarakat di kabupaten,” kata Sanusi.

Di usia yang sudah nyaris se-abad, Sanusi meminta agar NU bisa lebih mewarnai seluruh sektor. “99 itu angka tertinggi, setelah itu paripurna 100. Maka seharusnya NU itu sudah sempurna dalam mewarnai Indonesia maupun Kabupaten Malang,” sambung dia.

Dalam waktu dekat, orang nomor satu di Pemkab Malang itu juga bakal mengikutsertakan 100 pimpinan kepala perangkat daerah (PD), termasuk camat dalam Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU). Tujuannya yakni agar pendidikan tersebut dapat menjadi pengendali diri bagi para pimpinan organisasi tersebut dalam menjalankan tugas yang berintegritas serta berakhlakul karimah. “Nggak diwajibkan, hanya dianjurkan bagi mereka yang sudah berstatus sebagai kader,” jelas pria yang pernah menjabat Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang itu.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Amin Said Husni menambahkan, ada harapan besar dari pusat kepada PCNU Kabupaten Malang. Salah satunya dalam sektor kerja sama. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin modern, sesuai mandat Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Tsaquf, para kader NU dituntut lebih transformatif.

Sebagai organisasi yang sangat besar dan masif jaringannya, Amin meminta agar konsolidasi yang dilakukan organisasi dapat dikoordinasi sampai ke tingkat anak ranting, yakni RT dan RW. “Bangun sinergi dengan seluruh stakeholder, buka peluang untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan,” perintahnya.

Mantan Bupati Bondowoso itu juga menekankan agar kader NU melaksanakan kegiatan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini seiring dengan misi NU untuk mengembalikan fokus dan citra organisasi mereka sebagai organisasi jamiyah diniyah ijtimaiyah. Artinya, NU akan dikembalikan sebagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan. “Urusan politik itu adalah urusannya partai. Silahkan kader NU yang mau berpolitik, tapi tempatnya di parpol bukan di NU,” tegas Amin. (iik/dan)

KEPANJEN – Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang periode 2021-2026 resmi dilantik, kemarin (16/2). Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM menyebut, peran kaum nahdliyin terhadap pembangunan di kabupaten sangat signifikan. Bukan hanya di tengah masyarakat, namun juga mewarnai birokrasi.

”Di Jawa Timur seluruh kepala daerah dan gubernurnya NU. Di Kabupaten Malang semua parpolnya (didominasi) orang NU. Bupati, wakil bupati, dan seluruh OPD-nya juga NU. Ini manfaatkan untuk membangun masyarakat di kabupaten,” kata Sanusi.

Di usia yang sudah nyaris se-abad, Sanusi meminta agar NU bisa lebih mewarnai seluruh sektor. “99 itu angka tertinggi, setelah itu paripurna 100. Maka seharusnya NU itu sudah sempurna dalam mewarnai Indonesia maupun Kabupaten Malang,” sambung dia.

Dalam waktu dekat, orang nomor satu di Pemkab Malang itu juga bakal mengikutsertakan 100 pimpinan kepala perangkat daerah (PD), termasuk camat dalam Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU). Tujuannya yakni agar pendidikan tersebut dapat menjadi pengendali diri bagi para pimpinan organisasi tersebut dalam menjalankan tugas yang berintegritas serta berakhlakul karimah. “Nggak diwajibkan, hanya dianjurkan bagi mereka yang sudah berstatus sebagai kader,” jelas pria yang pernah menjabat Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang itu.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Amin Said Husni menambahkan, ada harapan besar dari pusat kepada PCNU Kabupaten Malang. Salah satunya dalam sektor kerja sama. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin modern, sesuai mandat Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Tsaquf, para kader NU dituntut lebih transformatif.

Sebagai organisasi yang sangat besar dan masif jaringannya, Amin meminta agar konsolidasi yang dilakukan organisasi dapat dikoordinasi sampai ke tingkat anak ranting, yakni RT dan RW. “Bangun sinergi dengan seluruh stakeholder, buka peluang untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan,” perintahnya.

Mantan Bupati Bondowoso itu juga menekankan agar kader NU melaksanakan kegiatan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini seiring dengan misi NU untuk mengembalikan fokus dan citra organisasi mereka sebagai organisasi jamiyah diniyah ijtimaiyah. Artinya, NU akan dikembalikan sebagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan. “Urusan politik itu adalah urusannya partai. Silahkan kader NU yang mau berpolitik, tapi tempatnya di parpol bukan di NU,” tegas Amin. (iik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/