alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Kisah Para Mualaf Menjalani Kehidupan Barunya (5)

Pasca Masuk Islam Lagi, Hidup Lebih Tenang dan Ekonomi Kian Mapan

Selama 15 tahun, Mira (bukan nama sebenarnya) telah meninggalkan Islam. Dia pindah ke agama lain. Namun pada 20 Maret 2020, Mira mendapat hidayah. Dia kembali bersyahadat. Banyak perubahan dia alami dalam hidupnya kini.

————————————-

Lirik lagu berjudul ’Jangan Menyerah’ milik D’Masiv begitu pas untuk menceritakan perjalanan hidup Mira. Lirik lagu yang booming pada 2009 itu seperti mewakili kisah hidupnya. Terutama pada lirik awal lagu itu: ”Tak ada manusia, yang terlahir sempurna.”

Ya, perempuan 35 tahun itu memang punya jalan hidup yang tidak mulus. Ada banyak pergolakan batin dan spiritual yang harus dihadapinya. Paling besar adalah ketika dirinya memutuskan untuk meninggalkan Islam sebagai sebuah keyakinannya.

Dikisahkan, pilihannya itu rupanya tidak berujung kepada sebuah kebahagiaan. Ibu dua anak itu diterjang sejumlah masalah. Di mana membuat ekonomi dan kehidupan berjalan pada titik terendah. Hati dan batinnya juga selalu dijauhkan dari sebuah rasa ketenangan.

Menurutnya ketika itu, pilihannya tersebut terjadi karena kurang tebalnya benteng Islam dalam dirinya. Akibatnya hatinya mudah goyah akan sesuatu berbau duniawi. “Mungkin, saat itu saya tinggalkan Islam karena lemah iman mas,”ucapnya tenang dengan memendam penyesalan.

Selama 15 tahun meninggalkan Islam, diakuinya ada banyak penyesalan. Salah satunya adalah ketika waktunya banyak terbuang untuk tidak beribadah kepada Allah SWT. Menurutnya itu adalah kerugian yang sangat besar. Sebab, baginya umur manusia tidak ada yang mengetahui.

“Jika sampai kita meninggal dalam kondisi penuh dosa tentu sangat merugi,”jelas perempuan setiap harinya bekerja sebagai karyawan swasta itu.

Apalagi, lanjutnya, setiap waktu yang terlewat, tidak akan bisa diputar kembali. Akibatnya, hanya akan meninggalkan penyesalan ke depannya.

Karena itulah, Mira mengaku sangatlah senang bisa kembali menjadi seorang muslimah. Baginya, hal tersebut layaknya sebuah kesempatan kedua yang diberikan Allah SWT kepada dirinya. “Kembali mengucapkan syahadat 20 Maret 2020 lalu jadi momen yang sangat benar-benar saya syukuri,”paparnya.

Hal itu karena, disebutnya sang-pencipta sayang kepada dirinya dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki apa yang telah terjadi. “Saya tidak ingin menjadi orang merugi lagi,”ucapnya. Karenanya, lanjut Mira, harus jadi pribadi lebih baik lagi secara agama dari waktu ke waktu.

Sebagaimana diketahui apabila mengutip Alqur’an Surat Al Ahzab (33):71. Artinya: nisacaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasulnya, maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung.

Pasca masuk Islam, yang pertama Mira perhatikan adalah agama anak-anaknya. Perempuan yang berdomisili di daerah Blimbing itu ingin memberikan bekal agama yang kuat kepada kedua belahan hatinya. Salah satu tujuannya adalah apa yang pernah dialaminya tidak terulang kembali.

“Saat ini kedua anak saya belajar di sekolah Islam dan saya arahkan ke kegiatan agama. Selain untuk bekal spiritual, juga agar imannya kuat,”kata dia.

Toh, lanjutnya, mendalami agama banyak sekali efek positif-nya. Sebab, diakuinya Islam adalah agama yang sempurna. Di mana semua ajarannya mengajarkan kebaikan. Baik itu perilaku, kesehatan, sampai dengan aktivitas ekonomi. “Dengan anak-anak belajar agama. Semoga saat saya meninggal ada yang mendoakan,”tuturnya.

Lebih lanjut, pasca kembali menjadi muslimah, diakuinya jalannya seperti dimudahkan. Perjalanan seperti diperlancar pada setiap tahapannya. Selepas mengucapkan kalimat syahadat, dia juga menjalani kehidupan jauh-jauh lebih tenang. Ekonomi juga lebih mapan. “Hati rasanya tenang dan nyaman setelah kembali memeluk agama Islam,”jelas

Lingkungan sekitar, diakuinya juga menerima dengan sangat baik. Begitu juga keluarga besarnya yang langsung memberikan tempat. Maksudnya, tidak pernah menganggap Mira pernah meninggalkan Islam. “Semua orang menerima saya dengan baik,”katanya. (rmc/lih/abm)

Selama 15 tahun, Mira (bukan nama sebenarnya) telah meninggalkan Islam. Dia pindah ke agama lain. Namun pada 20 Maret 2020, Mira mendapat hidayah. Dia kembali bersyahadat. Banyak perubahan dia alami dalam hidupnya kini.

————————————-

Lirik lagu berjudul ’Jangan Menyerah’ milik D’Masiv begitu pas untuk menceritakan perjalanan hidup Mira. Lirik lagu yang booming pada 2009 itu seperti mewakili kisah hidupnya. Terutama pada lirik awal lagu itu: ”Tak ada manusia, yang terlahir sempurna.”

Ya, perempuan 35 tahun itu memang punya jalan hidup yang tidak mulus. Ada banyak pergolakan batin dan spiritual yang harus dihadapinya. Paling besar adalah ketika dirinya memutuskan untuk meninggalkan Islam sebagai sebuah keyakinannya.

Dikisahkan, pilihannya itu rupanya tidak berujung kepada sebuah kebahagiaan. Ibu dua anak itu diterjang sejumlah masalah. Di mana membuat ekonomi dan kehidupan berjalan pada titik terendah. Hati dan batinnya juga selalu dijauhkan dari sebuah rasa ketenangan.

Menurutnya ketika itu, pilihannya tersebut terjadi karena kurang tebalnya benteng Islam dalam dirinya. Akibatnya hatinya mudah goyah akan sesuatu berbau duniawi. “Mungkin, saat itu saya tinggalkan Islam karena lemah iman mas,”ucapnya tenang dengan memendam penyesalan.

Selama 15 tahun meninggalkan Islam, diakuinya ada banyak penyesalan. Salah satunya adalah ketika waktunya banyak terbuang untuk tidak beribadah kepada Allah SWT. Menurutnya itu adalah kerugian yang sangat besar. Sebab, baginya umur manusia tidak ada yang mengetahui.

“Jika sampai kita meninggal dalam kondisi penuh dosa tentu sangat merugi,”jelas perempuan setiap harinya bekerja sebagai karyawan swasta itu.

Apalagi, lanjutnya, setiap waktu yang terlewat, tidak akan bisa diputar kembali. Akibatnya, hanya akan meninggalkan penyesalan ke depannya.

Karena itulah, Mira mengaku sangatlah senang bisa kembali menjadi seorang muslimah. Baginya, hal tersebut layaknya sebuah kesempatan kedua yang diberikan Allah SWT kepada dirinya. “Kembali mengucapkan syahadat 20 Maret 2020 lalu jadi momen yang sangat benar-benar saya syukuri,”paparnya.

Hal itu karena, disebutnya sang-pencipta sayang kepada dirinya dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki apa yang telah terjadi. “Saya tidak ingin menjadi orang merugi lagi,”ucapnya. Karenanya, lanjut Mira, harus jadi pribadi lebih baik lagi secara agama dari waktu ke waktu.

Sebagaimana diketahui apabila mengutip Alqur’an Surat Al Ahzab (33):71. Artinya: nisacaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasulnya, maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung.

Pasca masuk Islam, yang pertama Mira perhatikan adalah agama anak-anaknya. Perempuan yang berdomisili di daerah Blimbing itu ingin memberikan bekal agama yang kuat kepada kedua belahan hatinya. Salah satu tujuannya adalah apa yang pernah dialaminya tidak terulang kembali.

“Saat ini kedua anak saya belajar di sekolah Islam dan saya arahkan ke kegiatan agama. Selain untuk bekal spiritual, juga agar imannya kuat,”kata dia.

Toh, lanjutnya, mendalami agama banyak sekali efek positif-nya. Sebab, diakuinya Islam adalah agama yang sempurna. Di mana semua ajarannya mengajarkan kebaikan. Baik itu perilaku, kesehatan, sampai dengan aktivitas ekonomi. “Dengan anak-anak belajar agama. Semoga saat saya meninggal ada yang mendoakan,”tuturnya.

Lebih lanjut, pasca kembali menjadi muslimah, diakuinya jalannya seperti dimudahkan. Perjalanan seperti diperlancar pada setiap tahapannya. Selepas mengucapkan kalimat syahadat, dia juga menjalani kehidupan jauh-jauh lebih tenang. Ekonomi juga lebih mapan. “Hati rasanya tenang dan nyaman setelah kembali memeluk agama Islam,”jelas

Lingkungan sekitar, diakuinya juga menerima dengan sangat baik. Begitu juga keluarga besarnya yang langsung memberikan tempat. Maksudnya, tidak pernah menganggap Mira pernah meninggalkan Islam. “Semua orang menerima saya dengan baik,”katanya. (rmc/lih/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru