alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Penganiaya Perawat di Palembang Minta Maaf Sambil Nangis

RADAR MALANG – Penganiaya perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, Jason Tjakrawinata alias JT (38) meminta maaf karena sudah melakukan penganiayaan kepada Christina Ramauli Simatupang (28). Dia mengaku emosi mendengar anaknya menangis.

“Mendengar anak saya menangis pada saat hendak pulang dari RS Siloam, saya emosi hingga nekat mendatangi perawat di RS tersebut,” kata Jason saat jumpa pers di Mapolrestabes Palembang, Sabtu (17/4/2021).

Melansir Pojoksatu (JP Group) Jason mengaku bahwa yang membuatnya tambah emosi karena ia harus bolak-balik menjenguk anaknya di RS Siloam, Palembang.

“Anak saya sudah empat hari dirawat di sana dan saya harus bolak-balik untuk menjenguknya. Mendengar infus anak saya dilepas hingga anak saya menangis saya tidak terima,” tutur pengusaha sparepart dan suku cadang mobil dan motor di Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI) ini.

Dengan kalimat terbata-bata dan menundukkan kepala plontosnya, Jason menyesali perbuatannya. Jason meminta maaf kepada korban dan pihak RS Siloam Sriwijaya Palembang.

“Saya emosi sesaat dan saya menyesali perbuatan saya, saya benar-benar minta maaf kepada korban dan pihak RS Siloam,” jelasnya.

Polisi menyebut motif Jason Tjakrawinata alias JT (38) menganiaya perawat di RS Siloam Sriwijaya karena tangan anaknya berdarah saat infus dicabut. JT sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Selain terjerat kasus penganiayaan, Jason juga dijerat kasus pengerusakan. JT diketahui merusak telepon genggam atau ponsel salah satu perawat RS Siloam.

“Motif tersangka, karena emosi sesaat yang tak terbendung. Ia mengaku saat itu lelah sudah empat hari menjaga anaknya di rumah sakit tersebut,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Irvan Prawira saat jumpa pers di Mapolrestabes, Sabtu (17/4/2021).

Atas perbuatannya, tersangka kini ditahan dan dijerat Pasal 351 KUHPidana. “Ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara,” ujarnya.

Sumber: Pojoksatu

RADAR MALANG – Penganiaya perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, Jason Tjakrawinata alias JT (38) meminta maaf karena sudah melakukan penganiayaan kepada Christina Ramauli Simatupang (28). Dia mengaku emosi mendengar anaknya menangis.

“Mendengar anak saya menangis pada saat hendak pulang dari RS Siloam, saya emosi hingga nekat mendatangi perawat di RS tersebut,” kata Jason saat jumpa pers di Mapolrestabes Palembang, Sabtu (17/4/2021).

Melansir Pojoksatu (JP Group) Jason mengaku bahwa yang membuatnya tambah emosi karena ia harus bolak-balik menjenguk anaknya di RS Siloam, Palembang.

“Anak saya sudah empat hari dirawat di sana dan saya harus bolak-balik untuk menjenguknya. Mendengar infus anak saya dilepas hingga anak saya menangis saya tidak terima,” tutur pengusaha sparepart dan suku cadang mobil dan motor di Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI) ini.

Dengan kalimat terbata-bata dan menundukkan kepala plontosnya, Jason menyesali perbuatannya. Jason meminta maaf kepada korban dan pihak RS Siloam Sriwijaya Palembang.

“Saya emosi sesaat dan saya menyesali perbuatan saya, saya benar-benar minta maaf kepada korban dan pihak RS Siloam,” jelasnya.

Polisi menyebut motif Jason Tjakrawinata alias JT (38) menganiaya perawat di RS Siloam Sriwijaya karena tangan anaknya berdarah saat infus dicabut. JT sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Selain terjerat kasus penganiayaan, Jason juga dijerat kasus pengerusakan. JT diketahui merusak telepon genggam atau ponsel salah satu perawat RS Siloam.

“Motif tersangka, karena emosi sesaat yang tak terbendung. Ia mengaku saat itu lelah sudah empat hari menjaga anaknya di rumah sakit tersebut,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Irvan Prawira saat jumpa pers di Mapolrestabes, Sabtu (17/4/2021).

Atas perbuatannya, tersangka kini ditahan dan dijerat Pasal 351 KUHPidana. “Ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara,” ujarnya.

Sumber: Pojoksatu

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru