alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Paket Tender di Kota Batu Dibatalkan, Ini Alasannya

KOTA BATU – Dampak dari adanya pandemi corona virus disease (Covid-19 berpengaruh pada tender proyek pembangunan, pengadaan barang ataupun jasa di Kota Batu. Terbukti, 9 paket tender di Kota Batu yang mayoritas disebabkan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dibatalkan.

“Sebagian besar tender yang batal memang karena menggunakan DAK, karena prosesnya harus dihentikan sesuai instruksi dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,” papar Kepala Bagian Layanan Pengadaan Sekda Kota Batu Onny Ardianto kepada Jawa Pos Radar Batu, beberapa waktu lalu.

Imbasnya, lanjut Onny,  dinas yang bersangkutan, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu harus menindaklanjuti surat Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor : 8-247/MK/07/2020 perihal penghentian poses pengadaan barang atau jasa dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun 2020.

“Karena dari 9 paket pekerjaan yang batal tender tersebut mayoritas proyeknya DPUPR,” ucap Onny.

Proyek tersebut, kata Onny, di antaranya  1 dari SKPD badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) dan 8 dari SKPD dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Yang mana, total nilai pagunya Rp 13,7 miliar.

Adapun nama paket pekerjaaan yang terpaksa dibatalkan oleh DPUPR itu di antaranya, peningkatan ruas jalan Wukir, Peningkatan ruas jalan Agus Salim, Peningkatan Ruas Jalan abdul Gani, Rehabilitasi jaringan irigasi saluran di sumber Torongbelok, Rehabilitasi jaringan irigasi saluran di sumber Ngukir Mranak, Rehabilitasi jaringan irigasi saluran di sumber Watugede, Rehabilitasi jaringan irigasi saluran di sumber Sumberan, Rehabilitasi jaringan irigasi saluran di sumber Torongsisir.

Sementara untuk paket dibatalkan dari BKPSDM dengan nama paket pekerjaan belanja Akomodasi kegiatan pendidikan dan peltihan bagi ASN dan Non ASN Daerah (Pelatihan Kepemimpinan Kepengawasan), pungkasnya.

Pewarta : Ulfa Afrian
Foto : Ilustrasi
Editor: Hendarmono Al Sidarto

KOTA BATU – Dampak dari adanya pandemi corona virus disease (Covid-19 berpengaruh pada tender proyek pembangunan, pengadaan barang ataupun jasa di Kota Batu. Terbukti, 9 paket tender di Kota Batu yang mayoritas disebabkan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dibatalkan.

“Sebagian besar tender yang batal memang karena menggunakan DAK, karena prosesnya harus dihentikan sesuai instruksi dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,” papar Kepala Bagian Layanan Pengadaan Sekda Kota Batu Onny Ardianto kepada Jawa Pos Radar Batu, beberapa waktu lalu.

Imbasnya, lanjut Onny,  dinas yang bersangkutan, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu harus menindaklanjuti surat Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor : 8-247/MK/07/2020 perihal penghentian poses pengadaan barang atau jasa dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun 2020.

“Karena dari 9 paket pekerjaan yang batal tender tersebut mayoritas proyeknya DPUPR,” ucap Onny.

Proyek tersebut, kata Onny, di antaranya  1 dari SKPD badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) dan 8 dari SKPD dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Yang mana, total nilai pagunya Rp 13,7 miliar.

Adapun nama paket pekerjaaan yang terpaksa dibatalkan oleh DPUPR itu di antaranya, peningkatan ruas jalan Wukir, Peningkatan ruas jalan Agus Salim, Peningkatan Ruas Jalan abdul Gani, Rehabilitasi jaringan irigasi saluran di sumber Torongbelok, Rehabilitasi jaringan irigasi saluran di sumber Ngukir Mranak, Rehabilitasi jaringan irigasi saluran di sumber Watugede, Rehabilitasi jaringan irigasi saluran di sumber Sumberan, Rehabilitasi jaringan irigasi saluran di sumber Torongsisir.

Sementara untuk paket dibatalkan dari BKPSDM dengan nama paket pekerjaan belanja Akomodasi kegiatan pendidikan dan peltihan bagi ASN dan Non ASN Daerah (Pelatihan Kepemimpinan Kepengawasan), pungkasnya.

Pewarta : Ulfa Afrian
Foto : Ilustrasi
Editor: Hendarmono Al Sidarto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/