alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Tambah Trayek Baru Jadi Hoki PO Gunung Harta di Tengah Pandemi

MALANG – Pandemi Covid-19 telah memberi dampak besar di banyak sektor bisnis. Tak terkecuali perusahaan otobus (PO) di Kota Malang yang mengalami penurunan jumlah penumpang. Seperti yang dialami oleh PO Gunung Harta Solutions. PO asal Pulau Bali itu sempat mengalami krisis, namun kembali beranjak dengan beragam cara dan terobosan.

Direktur PO Gunung Harta Solutions I Gede Yoyok Santoso mengatakan, penurunan jumlah penumpang bus hingga 70 persen pernah dialami di awal Maret lalu. Krisis tersebut membuatnya memutar otak agar perusahaannya tetap jalan. ”Untuk itu, kami punya jasa paket yang pandemi, itu bisa membuat perusahaan tetap jalan,” kata Yoyok. Dia menambahkan, inovasi jasa ekspedisi paket itu dapat menambah pemasukan perusahaan hingga 10 persen. Dengan tagline ”Satu Hari Sampai”, jasa itu banyak diminati oleh para pelanggan.

Tidak hanya itu, inovasi terus dilakukan oleh Yoyok. Caranya dengan membuka tiga trayek baru saat pandemi. Tiga trayek itu yakni Madura-Jakarta, Bondowoso-Jakarta, dan Ponorogo-Jakarta. ”Dari tiga trayek itu yang paling ramai Bondowoso-Jakarta,” tuturnya.
Dia menambahkan, tiga trayek tersebut menjadi hoki bagi perusahannya. Karena inovasi tersebut berdampak ke jumlah penumpang yang perlahan naik di kisaran 50 persen. Armada bus untuk penambahan trayek yang dia gunakan juga bukan unit baru. Beberapa unit pariwisata dia turunkan untuk mengisi tiga jatah trayek tersebut.

Sektor pariwisata yang lesu hampir setahun ini juga menyebabkan dirinya menunda pembelian unit bus baru. Namun, itu tidak menyurutkan langkahnya untuk tetap melayani penumpang. Dia berharap, dunia pandemi ini cepat selesai agar dapat kembali seperti semula.

Pewarta: Aditya Novrian

MALANG – Pandemi Covid-19 telah memberi dampak besar di banyak sektor bisnis. Tak terkecuali perusahaan otobus (PO) di Kota Malang yang mengalami penurunan jumlah penumpang. Seperti yang dialami oleh PO Gunung Harta Solutions. PO asal Pulau Bali itu sempat mengalami krisis, namun kembali beranjak dengan beragam cara dan terobosan.

Direktur PO Gunung Harta Solutions I Gede Yoyok Santoso mengatakan, penurunan jumlah penumpang bus hingga 70 persen pernah dialami di awal Maret lalu. Krisis tersebut membuatnya memutar otak agar perusahaannya tetap jalan. ”Untuk itu, kami punya jasa paket yang pandemi, itu bisa membuat perusahaan tetap jalan,” kata Yoyok. Dia menambahkan, inovasi jasa ekspedisi paket itu dapat menambah pemasukan perusahaan hingga 10 persen. Dengan tagline ”Satu Hari Sampai”, jasa itu banyak diminati oleh para pelanggan.

Tidak hanya itu, inovasi terus dilakukan oleh Yoyok. Caranya dengan membuka tiga trayek baru saat pandemi. Tiga trayek itu yakni Madura-Jakarta, Bondowoso-Jakarta, dan Ponorogo-Jakarta. ”Dari tiga trayek itu yang paling ramai Bondowoso-Jakarta,” tuturnya.
Dia menambahkan, tiga trayek tersebut menjadi hoki bagi perusahannya. Karena inovasi tersebut berdampak ke jumlah penumpang yang perlahan naik di kisaran 50 persen. Armada bus untuk penambahan trayek yang dia gunakan juga bukan unit baru. Beberapa unit pariwisata dia turunkan untuk mengisi tiga jatah trayek tersebut.

Sektor pariwisata yang lesu hampir setahun ini juga menyebabkan dirinya menunda pembelian unit bus baru. Namun, itu tidak menyurutkan langkahnya untuk tetap melayani penumpang. Dia berharap, dunia pandemi ini cepat selesai agar dapat kembali seperti semula.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/