alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Tempat Relokasi Tidak Sesuai Harapan, PKL Pasar Besar Batu Kecewa

KOTA BATU – Pasar Besar Batu segera direnovasi. Konsekuensinya, pedagang yang selama ini berjualan di sana harus direlokasi ke tempat penampungan sementara.

Pemkot Batu pun menyiapkan lahan di halaman parkir Stadion Brantas. Relokasi, rencananya akan dilakukan 22 Agustus mendatang. Sayangnya, pedagang, terutama PKL keberatan bila tempat relokasinya di sana.

Kemarin, belasan perwakilan PKL pasar pagi Pasar Besar Batu berkumpul di halaman Stadion Brantas. Di sana, mereka bertemu Ketua DPRD Kota Batu Asmadi.

Ketua PKL Pasar Pagi, Rubianto mengatakan bahwa sebelumnya memang sudah ada kesepakatan bahwa tempat relokasi berada di halaman parkir Stadion Brantas.

Tapi lahan itu diperuntukkan bagi pedagang yang memiliki bedak di Pasar Besar Batu.
“Nah ketika pedagang yang bedak itu mau direlokasi, kami ini mau dipindahkan ke jalan yang di pintu masuk Stadion Brantas (atau dekat pintu masuk Kantor KONI Kota Batu). Itu kami pikir tidak representatif untuk berjualan karena kontur jalannya yang menurun,” katanya.

Menurutnya juga ketika dipaksakan di jalan, maka para pedagang harus berhimpitan. Apalagi, setiap PKL hanya diberi lahan sekitar 1×1,5 meter.

“Kalau seperti itu, naruh timbangan saja sudah memakan banyak tempat. Lalu, sayur yang kami jual mau ditaruh mana?,” kata dia.

Idealnya, luas lahan untuk setiap pedagang 2×2 meter.

Karena itu, dia berharap Diskumdag bisa memberikan lokasi lahan. Di antaranya bisa di separuh Jalan Sultan Agung.

Tapi saran itu ditolak dinas. Lantaran jalan tersebut milik provinsi. “Ya kami inginnya solusi dari dinas terkait bagaimana bisa diperlakukan sewajarnya,” katanya.

Apalagi, jumlah PKL Pasar Pagi mencapai 1.097 orang.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi mengatakan bahwa dia menampung semua aspirasi pedagang. Dia juga akan meminta penjelasan dari Diskumdag.

“Nah nanti dicari jalan tengahnya atau solusinya seperti apa. Tetapi saya berharap para pedagang ini diberi fasilitas yang layak,” katanya.

Setelah pertemuan tersebut, sore harinya para pedagang bertemu dengan Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono di Kantor UPT Pasar Besar Batu. Hasil pertemuan tersebut, Eko berjanji akan menyampaikan aspirasi pedagang kepada Wali Kota Batu.

“Kalau memang terpaksa di Jl Sultan Agung akan kami pikirkan termasuk rekayasa lalu lintasnya. Tetapi yang pasti relokasi ini berjalan secara bertahap dan teman-teman PKL Pasar Pagi akan tetap ditempatkan terlebih dahulu di halaman parkir Stadion Brantas,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU – Pasar Besar Batu segera direnovasi. Konsekuensinya, pedagang yang selama ini berjualan di sana harus direlokasi ke tempat penampungan sementara.

Pemkot Batu pun menyiapkan lahan di halaman parkir Stadion Brantas. Relokasi, rencananya akan dilakukan 22 Agustus mendatang. Sayangnya, pedagang, terutama PKL keberatan bila tempat relokasinya di sana.

Kemarin, belasan perwakilan PKL pasar pagi Pasar Besar Batu berkumpul di halaman Stadion Brantas. Di sana, mereka bertemu Ketua DPRD Kota Batu Asmadi.

Ketua PKL Pasar Pagi, Rubianto mengatakan bahwa sebelumnya memang sudah ada kesepakatan bahwa tempat relokasi berada di halaman parkir Stadion Brantas.

Tapi lahan itu diperuntukkan bagi pedagang yang memiliki bedak di Pasar Besar Batu.
“Nah ketika pedagang yang bedak itu mau direlokasi, kami ini mau dipindahkan ke jalan yang di pintu masuk Stadion Brantas (atau dekat pintu masuk Kantor KONI Kota Batu). Itu kami pikir tidak representatif untuk berjualan karena kontur jalannya yang menurun,” katanya.

Menurutnya juga ketika dipaksakan di jalan, maka para pedagang harus berhimpitan. Apalagi, setiap PKL hanya diberi lahan sekitar 1×1,5 meter.

“Kalau seperti itu, naruh timbangan saja sudah memakan banyak tempat. Lalu, sayur yang kami jual mau ditaruh mana?,” kata dia.

Idealnya, luas lahan untuk setiap pedagang 2×2 meter.

Karena itu, dia berharap Diskumdag bisa memberikan lokasi lahan. Di antaranya bisa di separuh Jalan Sultan Agung.

Tapi saran itu ditolak dinas. Lantaran jalan tersebut milik provinsi. “Ya kami inginnya solusi dari dinas terkait bagaimana bisa diperlakukan sewajarnya,” katanya.

Apalagi, jumlah PKL Pasar Pagi mencapai 1.097 orang.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi mengatakan bahwa dia menampung semua aspirasi pedagang. Dia juga akan meminta penjelasan dari Diskumdag.

“Nah nanti dicari jalan tengahnya atau solusinya seperti apa. Tetapi saya berharap para pedagang ini diberi fasilitas yang layak,” katanya.

Setelah pertemuan tersebut, sore harinya para pedagang bertemu dengan Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono di Kantor UPT Pasar Besar Batu. Hasil pertemuan tersebut, Eko berjanji akan menyampaikan aspirasi pedagang kepada Wali Kota Batu.

“Kalau memang terpaksa di Jl Sultan Agung akan kami pikirkan termasuk rekayasa lalu lintasnya. Tetapi yang pasti relokasi ini berjalan secara bertahap dan teman-teman PKL Pasar Pagi akan tetap ditempatkan terlebih dahulu di halaman parkir Stadion Brantas,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/