alexametrics
27.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Penggalangan Massa Demo ke Jakarta Dianggap ’Berbahaya’, Kenapa?

KOTA MALANG – Rencana aksi demo yang bakal digelar siang ini (18/12) mengundang sejumlah pihak angkat bicara. Apalagi demo tersebut diiringi rencana penggalangan massa untuk berangkat ke Jakarta.

Ketua PCNU Kota Malang Isroqunnajah mengimbau masyarakat agar tetap di Kota Malang atau tidak ikut aksi ke Jakarta. Karena kondisinya saat ini sedang pandemic Covid-19. Sehingga, jika dipaksa ke Jakarta, maka akan membahayakan dirinya dan orang lain. “Sebaiknya nggak perlu ikut (aksi ke Jakarta). Berdoa saja dari sini,” kata pria yang akrab disapa Gus Is itu.

Dia menambahkan, masyarakat harus yakin bahwa masalah tersebut sudah ditangani pihak yang berwajib secara profesional. Sehingga, jika masyatakat Kota Malang tetap ke Jakarta, nanti akan bisa berpotensi “menambah masalah”. “Karena kondisinya pandemi tadi,” terang dia.

Lebih lanjut, sebagai sesama muslim, pihaknya juga mengucap bela sungkawa atas meninggalnya enam orang anggota FPI beberapa waktu lalu. Namun, sekali lagi, pihaknya mengimbau agar warga Malang tidak iku ke Jakarta. “Dalam kondisi saat ini, doa dari masyarakat yang dibutuhkan,” ungkap dia.

Seperti diketahui, beredar poster ajakan aksi “Malang Bergerak” untuk keadilan dan HAM setelah Jumatan nanti. Dimana dalam poster itu titik kumpulnya di jalan Kahuripan Kota Malang.

Rencana aksi tersebut sudah diendus petugas. “Untuk itu (rencana demo FPI) kami siapkan sebanyak 2 satuan setingkat kompi (SSK) untuk pengamanan,” ujar Kabag Ops Polresta Malang Kota Sutyanto. Jumlah tersebut kisaran 20 personel.

Pewarta: Imam N

KOTA MALANG – Rencana aksi demo yang bakal digelar siang ini (18/12) mengundang sejumlah pihak angkat bicara. Apalagi demo tersebut diiringi rencana penggalangan massa untuk berangkat ke Jakarta.

Ketua PCNU Kota Malang Isroqunnajah mengimbau masyarakat agar tetap di Kota Malang atau tidak ikut aksi ke Jakarta. Karena kondisinya saat ini sedang pandemic Covid-19. Sehingga, jika dipaksa ke Jakarta, maka akan membahayakan dirinya dan orang lain. “Sebaiknya nggak perlu ikut (aksi ke Jakarta). Berdoa saja dari sini,” kata pria yang akrab disapa Gus Is itu.

Dia menambahkan, masyarakat harus yakin bahwa masalah tersebut sudah ditangani pihak yang berwajib secara profesional. Sehingga, jika masyatakat Kota Malang tetap ke Jakarta, nanti akan bisa berpotensi “menambah masalah”. “Karena kondisinya pandemi tadi,” terang dia.

Lebih lanjut, sebagai sesama muslim, pihaknya juga mengucap bela sungkawa atas meninggalnya enam orang anggota FPI beberapa waktu lalu. Namun, sekali lagi, pihaknya mengimbau agar warga Malang tidak iku ke Jakarta. “Dalam kondisi saat ini, doa dari masyarakat yang dibutuhkan,” ungkap dia.

Seperti diketahui, beredar poster ajakan aksi “Malang Bergerak” untuk keadilan dan HAM setelah Jumatan nanti. Dimana dalam poster itu titik kumpulnya di jalan Kahuripan Kota Malang.

Rencana aksi tersebut sudah diendus petugas. “Untuk itu (rencana demo FPI) kami siapkan sebanyak 2 satuan setingkat kompi (SSK) untuk pengamanan,” ujar Kabag Ops Polresta Malang Kota Sutyanto. Jumlah tersebut kisaran 20 personel.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/