alexametrics
24.3 C
Malang
Sunday, 3 July 2022

Jalur Lintas Selatan Bisa Buka Akses 14 Pantai Baru

KABUPATEN– Wisatawan yang ingin menikmati panorama pantai di wilayah selatan Kabupaten Malang kian banyak pilihan. Kalau sebelumnya rata-rata wisata hanya ke Pantai Balekambang, Pantai Ngantep, dan Pantai Regent karena aksesnya yang relatif mudah, kini ada 14 pantai lain yang akses jalannya tak kalah mudah. Jalan menuju pantai sudah mulus. Ini karena di kawasan tersebut sudah dilewati proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) tahap kedua mulai dari simpang Balekambang, Kecamatan Bantur sampai Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo. (selengkapnya di grafis)

Data Perum Perhutani mencatat, terdapat 23 pantai yang membentang sepanjang pesisir Malang Selatan. Seluruhnya terbentang mulai dari Kecamatan Ampelgading hingga Donomulyo. Pada dua kecamatan tersebut, total terdapat 16 pantai yang menjadi destinasi wisata.

Khusus sepanjang jalur JLS yang baru, Camat Donomulyo Mumuk Hadi Martono menyebut bahwa ada sembilan pantai yang makin terbuka aksesnya. Yaitu Pantai Bantol di Desa Banjarejo, Pantai Ngliyep di Desa Kedungsalam, Pantai Kedungbanteng dan Kondangbandung di Desa Purwodadi, Bukit Waung dan Pantai Modangan di Desa Sumberoto, dan Pantai Pakem, Karang Jejer, serta Gondangrejo di Desa Mentaraman.

“Kalau dengan adanya JLS yang baru ini yang pasti perkembangan ekonomi akan semakin pesat, sekarang saja sudah banyak warung-warung kecil yang berdiri meskipun jalannya belum dibuka secara resmi,” kata Mumuk.

Mantan Camat Turen itu menambahkan, keberadaan JLS juga mereka harapkan dapat menjadi pendongkrak kunjungan wisatawan ke destinasi yang ada di wilayahnya.

Berada di atas lahan milik Perum Perhutani, Mumuk menuturkan bahwa pengelolaan pantai di pesisir kebanyakan dilakukan lewat sistem kerja sama antara lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) dan kelompok tani hutan (KTH). “Untuk Pantai Kondangbandung sekarang sedang kami jajaki agar pemerintah desa setempat bisa bekerja sama dengan Perhutani juga kelompok tani hutan,” ujar dia.

Di antara pantai yang lain, Pantai Modangan memang menjadi primadona yang menjadi andalan di Donomulyo. Pantai tersebut sudah menjadi spot paralayang kelas dunia. Kompetisi olahraga udara pun sudah beberapa kali digelar di sana.

“Tapi kami juga berharap agar pantai-pantai lain yang belum banyak dikenal bisa ikut terangkat potensinya dengan keberadaan JLS ini,” tambah Mumuk saat dikonfirmasi kemarin (17/12).

Ke depan, keberadaan JLS tahap kedua ini juga diharapkan mantan Camat Pakisaji itu agar bisa meningkatkan perekonomian lewat penjualan produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga hasil pertanian warga setempat.

Hal senada juga disampaikan Camat Bantur Sriningtyas. Kepada Jawa Pos Radar Malang, Ning-sapaan akrabnya mengatakan bahwa ada tujuh pantai di wilayahnya yang juga mendapat kemudahan dengan adanya JLS tahap kedua. Di antaranya yakni Pantai Regent, Pantai Balekambang, Pantai Banyumeneng, dan Pantai Kondangmerak. “Juga ada Pantai Selok, Pantai Ngentup, dan Pantai Teluk Bidadari yang saat ini kondisinya masih belum banyak tersentuh, aksesnya juga masih jalan setapak,” kata Ning saat dikonfirmasi kemarin.

Maka dengan adanya kelanjutan JLS, pihaknya berharap pantai-pantai yang belum terlalu banyak dikenal tersebut bisa menjadi potensi baru. “Apalagi sekarang kondisi wisata di sini (Bantur) masih sepi, pedagang dan pengelola destinasi wisata juga banyak yang mengeluh karena pengunjungnya turun drastis sejak pandemi,” ungkap Ning.

Padahal, dia bersama pengurus PKK di Kecamatan Bantur punya rencana membuka pusat galeri oleh-oleh khas untuk wisatawan yang datang. “Saya inginnya ada gerai kecil-kecilan di Pantai Balekambang dan Pantai Kondangmerak yang bisa jadi tempat display untuk produk olahan warga sekitar, jadi yang dijual tidak hanya dalam bentuk mentah,” sambung dia.

Mantan Camat Gondanglegi itu menambahkan, selama ini para warga sekitar mayoritas menjual hasil pertanian mereka dalam bentuk mentah. “Padahal kalau ngomong sirsat misalnya, ini kan bisa diolah tidak hanya jadi keripik, bisa juga jadi dodol atau permen. Maka saya sebenarnya juga ingin mengajak Perhutani sebagai pemangku lahan untuk bekerja sama,” tambahnya.

Selain pisang, warga Bantur juga memiliki komoditas pertanian seperti alpukat dan manggis. Selain itu, Kecamatan Bantur juga memiliki sentra kuliner di kampung nelayan yang berada di Pantai Kondangmerak.

Namun terlepas dari akses JLS yang sudah mulus, Ning juga berharap agar pemerintah provinsi serta kementerian bisa segera menindaklanjuti kerusakan jalan mulai dari Srigonco hingga Balekambang. “Ini yang membuat kami masih agak takut, apalagi sekarang mau tahun baru. Tapi kami sudah sampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk penanganannya,” beber Ning. (iik/abm)

KABUPATEN– Wisatawan yang ingin menikmati panorama pantai di wilayah selatan Kabupaten Malang kian banyak pilihan. Kalau sebelumnya rata-rata wisata hanya ke Pantai Balekambang, Pantai Ngantep, dan Pantai Regent karena aksesnya yang relatif mudah, kini ada 14 pantai lain yang akses jalannya tak kalah mudah. Jalan menuju pantai sudah mulus. Ini karena di kawasan tersebut sudah dilewati proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) tahap kedua mulai dari simpang Balekambang, Kecamatan Bantur sampai Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo. (selengkapnya di grafis)

Data Perum Perhutani mencatat, terdapat 23 pantai yang membentang sepanjang pesisir Malang Selatan. Seluruhnya terbentang mulai dari Kecamatan Ampelgading hingga Donomulyo. Pada dua kecamatan tersebut, total terdapat 16 pantai yang menjadi destinasi wisata.

Khusus sepanjang jalur JLS yang baru, Camat Donomulyo Mumuk Hadi Martono menyebut bahwa ada sembilan pantai yang makin terbuka aksesnya. Yaitu Pantai Bantol di Desa Banjarejo, Pantai Ngliyep di Desa Kedungsalam, Pantai Kedungbanteng dan Kondangbandung di Desa Purwodadi, Bukit Waung dan Pantai Modangan di Desa Sumberoto, dan Pantai Pakem, Karang Jejer, serta Gondangrejo di Desa Mentaraman.

“Kalau dengan adanya JLS yang baru ini yang pasti perkembangan ekonomi akan semakin pesat, sekarang saja sudah banyak warung-warung kecil yang berdiri meskipun jalannya belum dibuka secara resmi,” kata Mumuk.

Mantan Camat Turen itu menambahkan, keberadaan JLS juga mereka harapkan dapat menjadi pendongkrak kunjungan wisatawan ke destinasi yang ada di wilayahnya.

Berada di atas lahan milik Perum Perhutani, Mumuk menuturkan bahwa pengelolaan pantai di pesisir kebanyakan dilakukan lewat sistem kerja sama antara lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) dan kelompok tani hutan (KTH). “Untuk Pantai Kondangbandung sekarang sedang kami jajaki agar pemerintah desa setempat bisa bekerja sama dengan Perhutani juga kelompok tani hutan,” ujar dia.

Di antara pantai yang lain, Pantai Modangan memang menjadi primadona yang menjadi andalan di Donomulyo. Pantai tersebut sudah menjadi spot paralayang kelas dunia. Kompetisi olahraga udara pun sudah beberapa kali digelar di sana.

“Tapi kami juga berharap agar pantai-pantai lain yang belum banyak dikenal bisa ikut terangkat potensinya dengan keberadaan JLS ini,” tambah Mumuk saat dikonfirmasi kemarin (17/12).

Ke depan, keberadaan JLS tahap kedua ini juga diharapkan mantan Camat Pakisaji itu agar bisa meningkatkan perekonomian lewat penjualan produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga hasil pertanian warga setempat.

Hal senada juga disampaikan Camat Bantur Sriningtyas. Kepada Jawa Pos Radar Malang, Ning-sapaan akrabnya mengatakan bahwa ada tujuh pantai di wilayahnya yang juga mendapat kemudahan dengan adanya JLS tahap kedua. Di antaranya yakni Pantai Regent, Pantai Balekambang, Pantai Banyumeneng, dan Pantai Kondangmerak. “Juga ada Pantai Selok, Pantai Ngentup, dan Pantai Teluk Bidadari yang saat ini kondisinya masih belum banyak tersentuh, aksesnya juga masih jalan setapak,” kata Ning saat dikonfirmasi kemarin.

Maka dengan adanya kelanjutan JLS, pihaknya berharap pantai-pantai yang belum terlalu banyak dikenal tersebut bisa menjadi potensi baru. “Apalagi sekarang kondisi wisata di sini (Bantur) masih sepi, pedagang dan pengelola destinasi wisata juga banyak yang mengeluh karena pengunjungnya turun drastis sejak pandemi,” ungkap Ning.

Padahal, dia bersama pengurus PKK di Kecamatan Bantur punya rencana membuka pusat galeri oleh-oleh khas untuk wisatawan yang datang. “Saya inginnya ada gerai kecil-kecilan di Pantai Balekambang dan Pantai Kondangmerak yang bisa jadi tempat display untuk produk olahan warga sekitar, jadi yang dijual tidak hanya dalam bentuk mentah,” sambung dia.

Mantan Camat Gondanglegi itu menambahkan, selama ini para warga sekitar mayoritas menjual hasil pertanian mereka dalam bentuk mentah. “Padahal kalau ngomong sirsat misalnya, ini kan bisa diolah tidak hanya jadi keripik, bisa juga jadi dodol atau permen. Maka saya sebenarnya juga ingin mengajak Perhutani sebagai pemangku lahan untuk bekerja sama,” tambahnya.

Selain pisang, warga Bantur juga memiliki komoditas pertanian seperti alpukat dan manggis. Selain itu, Kecamatan Bantur juga memiliki sentra kuliner di kampung nelayan yang berada di Pantai Kondangmerak.

Namun terlepas dari akses JLS yang sudah mulus, Ning juga berharap agar pemerintah provinsi serta kementerian bisa segera menindaklanjuti kerusakan jalan mulai dari Srigonco hingga Balekambang. “Ini yang membuat kami masih agak takut, apalagi sekarang mau tahun baru. Tapi kami sudah sampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk penanganannya,” beber Ning. (iik/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/