KAWASAN BERBAHAYA: Pohon-pohon di tebing jalan penghubung Desa Pace dengan Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, mulai berkurang. Ini yang membuat jalanan tersebut rawan longsor. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ambrolnya tebing jalan menuju Desa Pace dengan Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Senin (1/1/2018) lalu, masih membuat waswas pengguna jalan. Khususnya warga yang tinggal di Desa Mulyorejo dan warga yang tinggal di Perumahan PTPN 12 Kebun Silosanen, Silo.

Apalagi, intensitas curah hujan masih cukup tinggi. Sehingga kawasan tersebut sangat rawan kembali longsor. Apalagi, sebelumnya tebing di lahan milik PT Perhutani tersebut sempat ambrol dan memutuskan jalur dua desa.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, tebing yang longsor sekitar 19 meter dengan panjang 17 meteran. ”Kalau longsor lagi, dipastikan akan kembali menutup akses jalan dua desa,” ujar Solihin, warga setempat. Karena itulah, saat hujan, pengguna jalan mesti ekstra hati-hati.

Solihin menyebut, sebuah batu ukuran besar yang sempat ambrol dari tebing, saat ini masih dibiarkan berada di pinggir jalan. “Sehingga pengguna jalan masih waswas. Takut longsor lagi. Mengingat, tebing yang longsor itu batu piring campur tanah,” ujar Solihin.

Sementara itu, Ipda Suparman, Kanitlantas Polsek Silo, mengimbau kepada pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut untuk lebih hati-hati. Apalagi, saat terjadi hujan cukup deras. ”Wilayah Silo atau di pinggir gunung itu masih sering hujan. Kalau hujan cukup lama, ini berbahaya,” pungkas Suparman

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono