alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Bagus Dibunuh dengan Cara Keji . Begini Kronologisnya !

KISAH pembunuhan itu diawali dering ponsel Bagus pada 7 April 2022 malam. Di layar ponsel tampak nama Ziath yang merupakan ayah tiri TS, pacar Bagus. Di ujung telepon, terdengar suara Ziath meminta bertemu pada pukul 22.00. ”Waktu itu tersangka beralasan mau memberi oleh-oleh untuk keluarga korban. Kebetulan waktu itu korban punya rencana pulang ke Tulungagung,” terang Ronald.

Tepat pada jam yang dijanjikan, Bagus dan Ziath bertemu di Sukun. Keduanya lantas sepakat untuk mencari warung kopi. Karena Bagus membawa mobil, Ziath menitipkan sepeda motor miliknya ke YP, temannya yang tinggal di Kecamatan Sukun. Malam itu, Bagus dan Ziath berkeliling Kota Malang untuk mencari warung kopi yang buka. Karena sudah jelang tengah malam, keduanya kesulitan menemukan tempat ngopi.

Sampai-sampai, mobil Kijang Innova N 1966 IG hitam yang dikemudikan Bagus bablas ke daerah Singosari, Kabupaten Malang. Lebih tepatnya di Perumahan Bumi Mondoroko Raya. Tanpa dijelaskan alasannya oleh Ronald, tiba-tiba Ziath dan Bagus terlibat cekcok. ”Tersangka sempat menodongkan senjata api mainan kepada korban. Tujuannya untuk meminta ponsel korban,” kata perwira polisi dengan dua melati di pundaknya tersebut.

Meski ponsel sudah diberikan, pertengkaran itu tidak mereda. Ziath makin gusar ketika mengecek chat mesra antara Bagus dengan TS yang dinilainya sudah menjurus mesum. Ziath yang ditengarai punya ”nafsu” terhadap anak tirinya itu pun makin emosi. Pria yang dikenal kurang bergaul dengan para tetangga itu pun menghabisi nyawa Bagus dengan sangat keji. Dadanya ditindih dengan lutut, lalu kepala hingga leher Bagus dibekap dengan kantong plastik sampai kehabisan napas.

Cara membunuh seperti itu sesuai dengan hasil otopsi jenazah Bagus yang dilakukan RS Bhayangkara Porong 12 April 2022 malam. Disebutkan bahwa kematian Bagus disebabkan luka memar di dada dan paru-paru yang menyempit. Setelah membunuh Bagus, Ziath membawa mobil dan mayat pacar anak tirinya itu ke Ruko Kolombia. Mobil diparkir di sekitar ruko itu, kemudian Ziath kembali ke Malang. Pria yang beralamat di Jalan Kyai Tamin Gang 1, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen tersebut naik ojek online menuju rumah YP. Sebelum kembali ke rumahnya, Ziath sempat menitipkan kunci mobil Bagus dan mengambil sepeda motor miliknya.

Tanggal 8 April 2022 dini hari, Ziath kembali ke rumah YP untuk mengambil kunci mobil. Kemudian dia naik ojek online menuju Ruko Kolombia, tempat mobil Bagus terparkir bersama mayatnya. Dalam kondisi langit masih sangat gelap, Ziath mengendarai mobil itu ke sebuah tanah kosong bekas bongkaran bangunan di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Di tempat itulah mayat bagus dibuang dan ditutupi semak-semak.

Ziath lantas kembali ke Perumahan Bumi Mondoroko dan menitipkan mobil milik Bagus ke temannya yang berinisial HE. Karena masih memegang ponsel Bagus, Ziath bisa menguras tabungan dokter muda itu dengan memanfaatkan m-Banking. ”Sore hari, tersangka mengambil uang Rp 3,4 juta melalui m-Banking dengan memanfaatkan ponsel korban,” kata Ronald.

Lalu, bagaimana dengan palu yang menjadi barang bukti dalam kasus pembunuhan itu?

Rupanya, Ziath masih kesal dengan chat tidak senonoh antara Bagus dengan TS. Dia menghancurkan ponsel Bagus dengan palu dan membuangnya di sebuah sungai dekat lokasi mobil Kijang Innova hitam terparkir. Hingga saat ini polisi baru menetapkan Ziath sebagai satu-satunya tersangka dalam perkara tersebut. Dia terancam pidana seumur hidup, bahkan hukuman mati, lantaran salah satu pasal yang dijeratkan adalah pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, motif utama pembunuh Bagus Prasetya Lazuardi, 25, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) yang mayatnya ditemukan di Purwodadi, Pasuruan, 12 April lalu, ternyata sesuai dengan desas-desus yang sudah menyebar beberapa hari terakhir. Ini terungkap kemarin (18/4), Ziath Ibrahim Bal Biyd, 35 tahun, nama lengkap pembunuh Bagus itu dipamerkan kepada awak media oleh penyidik Polda Jatim. (edi/biy/jar/fat)

KISAH pembunuhan itu diawali dering ponsel Bagus pada 7 April 2022 malam. Di layar ponsel tampak nama Ziath yang merupakan ayah tiri TS, pacar Bagus. Di ujung telepon, terdengar suara Ziath meminta bertemu pada pukul 22.00. ”Waktu itu tersangka beralasan mau memberi oleh-oleh untuk keluarga korban. Kebetulan waktu itu korban punya rencana pulang ke Tulungagung,” terang Ronald.

Tepat pada jam yang dijanjikan, Bagus dan Ziath bertemu di Sukun. Keduanya lantas sepakat untuk mencari warung kopi. Karena Bagus membawa mobil, Ziath menitipkan sepeda motor miliknya ke YP, temannya yang tinggal di Kecamatan Sukun. Malam itu, Bagus dan Ziath berkeliling Kota Malang untuk mencari warung kopi yang buka. Karena sudah jelang tengah malam, keduanya kesulitan menemukan tempat ngopi.

Sampai-sampai, mobil Kijang Innova N 1966 IG hitam yang dikemudikan Bagus bablas ke daerah Singosari, Kabupaten Malang. Lebih tepatnya di Perumahan Bumi Mondoroko Raya. Tanpa dijelaskan alasannya oleh Ronald, tiba-tiba Ziath dan Bagus terlibat cekcok. ”Tersangka sempat menodongkan senjata api mainan kepada korban. Tujuannya untuk meminta ponsel korban,” kata perwira polisi dengan dua melati di pundaknya tersebut.

Meski ponsel sudah diberikan, pertengkaran itu tidak mereda. Ziath makin gusar ketika mengecek chat mesra antara Bagus dengan TS yang dinilainya sudah menjurus mesum. Ziath yang ditengarai punya ”nafsu” terhadap anak tirinya itu pun makin emosi. Pria yang dikenal kurang bergaul dengan para tetangga itu pun menghabisi nyawa Bagus dengan sangat keji. Dadanya ditindih dengan lutut, lalu kepala hingga leher Bagus dibekap dengan kantong plastik sampai kehabisan napas.

Cara membunuh seperti itu sesuai dengan hasil otopsi jenazah Bagus yang dilakukan RS Bhayangkara Porong 12 April 2022 malam. Disebutkan bahwa kematian Bagus disebabkan luka memar di dada dan paru-paru yang menyempit. Setelah membunuh Bagus, Ziath membawa mobil dan mayat pacar anak tirinya itu ke Ruko Kolombia. Mobil diparkir di sekitar ruko itu, kemudian Ziath kembali ke Malang. Pria yang beralamat di Jalan Kyai Tamin Gang 1, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen tersebut naik ojek online menuju rumah YP. Sebelum kembali ke rumahnya, Ziath sempat menitipkan kunci mobil Bagus dan mengambil sepeda motor miliknya.

Tanggal 8 April 2022 dini hari, Ziath kembali ke rumah YP untuk mengambil kunci mobil. Kemudian dia naik ojek online menuju Ruko Kolombia, tempat mobil Bagus terparkir bersama mayatnya. Dalam kondisi langit masih sangat gelap, Ziath mengendarai mobil itu ke sebuah tanah kosong bekas bongkaran bangunan di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Di tempat itulah mayat bagus dibuang dan ditutupi semak-semak.

Ziath lantas kembali ke Perumahan Bumi Mondoroko dan menitipkan mobil milik Bagus ke temannya yang berinisial HE. Karena masih memegang ponsel Bagus, Ziath bisa menguras tabungan dokter muda itu dengan memanfaatkan m-Banking. ”Sore hari, tersangka mengambil uang Rp 3,4 juta melalui m-Banking dengan memanfaatkan ponsel korban,” kata Ronald.

Lalu, bagaimana dengan palu yang menjadi barang bukti dalam kasus pembunuhan itu?

Rupanya, Ziath masih kesal dengan chat tidak senonoh antara Bagus dengan TS. Dia menghancurkan ponsel Bagus dengan palu dan membuangnya di sebuah sungai dekat lokasi mobil Kijang Innova hitam terparkir. Hingga saat ini polisi baru menetapkan Ziath sebagai satu-satunya tersangka dalam perkara tersebut. Dia terancam pidana seumur hidup, bahkan hukuman mati, lantaran salah satu pasal yang dijeratkan adalah pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, motif utama pembunuh Bagus Prasetya Lazuardi, 25, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) yang mayatnya ditemukan di Purwodadi, Pasuruan, 12 April lalu, ternyata sesuai dengan desas-desus yang sudah menyebar beberapa hari terakhir. Ini terungkap kemarin (18/4), Ziath Ibrahim Bal Biyd, 35 tahun, nama lengkap pembunuh Bagus itu dipamerkan kepada awak media oleh penyidik Polda Jatim. (edi/biy/jar/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/