alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Sepi Keluh Kesah, Perajin Topeng Malang Tetap Berkarya

MALANG – ”Gusti mboten sare Mas.” Itulah kalimat yang terlontar dari Handoyo, perajin topeng Malangan di Desa Kedungmonggo, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, saat ditanya tentang nasib prospek usahanya kala pandemi.

Handoyo menuturkan, selama pandemi praktis tidak ada acara latihan tari bahkan pentas tari topeng skala sedang ataupun besar. Demikian juga halnya kegiatan kunjungan dari sekolah yang siswanya ingin belajar membuat topeng juga tidak pernah ada. Hal sama juga pesanan topeng nyaris landai-landai saja, tak membeludak seperti sebelum pandemi.

Dan dengan keyakinannya tersebut, dia yakin pasti selalu ada jalan rezeki untuk dia dan keluarganya. Dia sama sekali tidak berkeluh kesah dan terus berkarya. Kelak, saat keadaan mulai membaik seperti sekarang ini, pesanan mulai datang. Sebanyak 300-an stok topeng pun telah habis menjadi buah tangan beberapa tamu yang juga mulai datang ke Sanggar Topeng Asmoro Bangun Malang.

Optimisme yang selalu terjaga dalam berkarya, menurut Handoyo, bisa membuat keadaan menjadi lebih baik. Dia berharap dalam waktu dekat pementasan tari topeng bisa mendapat ijin dari pemerintah. Kangen untuk menghibur warga dengan kesenian khas Malang yang bisa bercerita tentang berbagai kebajikan dari sosok cerita Panji. (rmc/mon/mas)

MALANG – ”Gusti mboten sare Mas.” Itulah kalimat yang terlontar dari Handoyo, perajin topeng Malangan di Desa Kedungmonggo, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, saat ditanya tentang nasib prospek usahanya kala pandemi.

Handoyo menuturkan, selama pandemi praktis tidak ada acara latihan tari bahkan pentas tari topeng skala sedang ataupun besar. Demikian juga halnya kegiatan kunjungan dari sekolah yang siswanya ingin belajar membuat topeng juga tidak pernah ada. Hal sama juga pesanan topeng nyaris landai-landai saja, tak membeludak seperti sebelum pandemi.

Dan dengan keyakinannya tersebut, dia yakin pasti selalu ada jalan rezeki untuk dia dan keluarganya. Dia sama sekali tidak berkeluh kesah dan terus berkarya. Kelak, saat keadaan mulai membaik seperti sekarang ini, pesanan mulai datang. Sebanyak 300-an stok topeng pun telah habis menjadi buah tangan beberapa tamu yang juga mulai datang ke Sanggar Topeng Asmoro Bangun Malang.

Optimisme yang selalu terjaga dalam berkarya, menurut Handoyo, bisa membuat keadaan menjadi lebih baik. Dia berharap dalam waktu dekat pementasan tari topeng bisa mendapat ijin dari pemerintah. Kangen untuk menghibur warga dengan kesenian khas Malang yang bisa bercerita tentang berbagai kebajikan dari sosok cerita Panji. (rmc/mon/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/