alexametrics
22.9 C
Malang
Monday, 4 July 2022

“Insiden” Musik Mati di Museum Mpu Purwa Bikin Bingung Sutiaji

MALANG KOTA – Tiga orang dengan wajah dicat seperti topeng, menari dengan lincah di panggung Museum Mpu Purwa, pagi ini (19/8).

Di tengah tarian, alunan musik tiba-tiba berhenti. Penarinya bingung. Ketiga penari ini saling eker-ekeran ingin menjadi penari yang paling depan. Bolak balik musik dihentikan.

Penonton pun ikut bingung. Termasuk Wali Kota Malang Sutiaji.

Ternyata, “insiden” musik mati ini merupakan bagian dari pentas. Ngalam Beksa Community, grup tari asli Malang ini sengaja mematikan musik.

Grup tari ini ingin memberi suguhan berbeda kepada penonton. Tak hanya tarian, tapi juga dikombinasikan dengan sandiwara.

Misalnya, ada yang tiba-tiba maju memeragakan tarian tik tok, lalu diserobot temannya. “Ra ngono, iki narine jowo kok tiktokan,” gerutu salah satu penari sambil meminta musik dimatikan.

Penampilan Ngalam Beksa Community menjadi pembuka event Pemanfaatan Museum Goyon Bareng.

Penonton yang hadir di tempat acara memang terbatas. Namun, event ini bisa disaksikan secara live streaming.

Sekretaris Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kota Malang Totok Kasianto mengatakan, event ini menjadi cara agar masyarakat tertarik mengunjungi museum.

“Melibatkan 50 orang dalam pentas, kami ingin museum jadi tempat belajar,” kata dia.

Pewarta: Sandra DC

MALANG KOTA – Tiga orang dengan wajah dicat seperti topeng, menari dengan lincah di panggung Museum Mpu Purwa, pagi ini (19/8).

Di tengah tarian, alunan musik tiba-tiba berhenti. Penarinya bingung. Ketiga penari ini saling eker-ekeran ingin menjadi penari yang paling depan. Bolak balik musik dihentikan.

Penonton pun ikut bingung. Termasuk Wali Kota Malang Sutiaji.

Ternyata, “insiden” musik mati ini merupakan bagian dari pentas. Ngalam Beksa Community, grup tari asli Malang ini sengaja mematikan musik.

Grup tari ini ingin memberi suguhan berbeda kepada penonton. Tak hanya tarian, tapi juga dikombinasikan dengan sandiwara.

Misalnya, ada yang tiba-tiba maju memeragakan tarian tik tok, lalu diserobot temannya. “Ra ngono, iki narine jowo kok tiktokan,” gerutu salah satu penari sambil meminta musik dimatikan.

Penampilan Ngalam Beksa Community menjadi pembuka event Pemanfaatan Museum Goyon Bareng.

Penonton yang hadir di tempat acara memang terbatas. Namun, event ini bisa disaksikan secara live streaming.

Sekretaris Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kota Malang Totok Kasianto mengatakan, event ini menjadi cara agar masyarakat tertarik mengunjungi museum.

“Melibatkan 50 orang dalam pentas, kami ingin museum jadi tempat belajar,” kata dia.

Pewarta: Sandra DC

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/