alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Pemkab Malang Optimistis JLS Tuntas Tahun Depan

KEPANJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang optimistis bahwa pembangunan proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) tuntas tahun depan, 2020. Sebab, proyek yang menghubungkan Lumajang-Blitar itu terus berlanjut meski pandemi. Hingga kini, progres penuntasannya sekitar 60 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, kemungkinan besar proyek tersebut bisa selesai sesuai target, yakni pada 2022 mendatang. “Insya Allah akan selesai sesuai target. Karena hingga saat ini prosesnya tidak pernah berhenti,” ujar Wahyu kemarin (18/8).

Wahyu menegaskan, meski pandemi, proyek yang penggarapannya langsung ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) itu terus berlanjut. Perpanjangan PPKM berkali-kali ini juga tidak menghambat penuntasannya. Sebab, pengangkutan material juga berjalan normal. Dengan begitu, kata Wahyu, tidak ada alasan proyek tersebut tidak selesai tepat waktu.

“Hingga saat ini tidak ada evaluasi. Menurut kami bisa selesai meski dalam pandemi,” tegas Wahyu.

Sebaliknya, penggarapan proyek JLS ini berimbas pada pembangunan infrastruktur yang ditangani pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang. Misalnya jalan raya desa Srigonco, Kecamatan Bantur yang rusak lantaran kerap di lintasi truk bermuatan material JLS.

“Tapi nanti jika sudah selesai, pasti perekonomian di daerah Malang Selatan juga akan terdongkrak,” pungkas Sekda. (fik/dan/rmc)

KEPANJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang optimistis bahwa pembangunan proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) tuntas tahun depan, 2020. Sebab, proyek yang menghubungkan Lumajang-Blitar itu terus berlanjut meski pandemi. Hingga kini, progres penuntasannya sekitar 60 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, kemungkinan besar proyek tersebut bisa selesai sesuai target, yakni pada 2022 mendatang. “Insya Allah akan selesai sesuai target. Karena hingga saat ini prosesnya tidak pernah berhenti,” ujar Wahyu kemarin (18/8).

Wahyu menegaskan, meski pandemi, proyek yang penggarapannya langsung ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) itu terus berlanjut. Perpanjangan PPKM berkali-kali ini juga tidak menghambat penuntasannya. Sebab, pengangkutan material juga berjalan normal. Dengan begitu, kata Wahyu, tidak ada alasan proyek tersebut tidak selesai tepat waktu.

“Hingga saat ini tidak ada evaluasi. Menurut kami bisa selesai meski dalam pandemi,” tegas Wahyu.

Sebaliknya, penggarapan proyek JLS ini berimbas pada pembangunan infrastruktur yang ditangani pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang. Misalnya jalan raya desa Srigonco, Kecamatan Bantur yang rusak lantaran kerap di lintasi truk bermuatan material JLS.

“Tapi nanti jika sudah selesai, pasti perekonomian di daerah Malang Selatan juga akan terdongkrak,” pungkas Sekda. (fik/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/