alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Tol Malang–Kepanjen Picu Kenaikan Harga Tanah di 4 Kecamatan Ini

MALANG – Selain perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, imbas pembangunan tol Malang–Kepanjen secara otomatis berdampak terhadap harga tanah. Hal itu mulai terlihat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang yang bakal dilintasi proyek nasional itu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM menuturkan, terdapat empat kecamatan yang bakal dilewati jalan bebas halangan tersebut. ”(Tol Malang–Kepanjen) nanti akan melintasi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Bululawang, Gondanglegi, Pakisaji, dan Kepanjen,” kata Wahyu. Targetnya, pembebasan lahan untuk tol Malang–Kepanjen harus selesai tahun ini. Sehingga proses pembangunan fisik tol tersebut sudah mulai bisa dilakukan.

”Ya semoga bisa terlaksana tepat waktu, tapi nanti itu semuanya tergantung pada pemerintah pusat,” jelasnya. Sesuai dengan skema awal, di seluruh kecamatan tersebut nantinya juga akan dibangun exit tol. ”Penentuan titik pembebasan lahan akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Malang selaku panitia pelaksana,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Malang Abdul Kodir menjelaskan, potensi kenaikan harga jual tanah di 4 kecamatan tersebut sangat bisa terjadi dengan adanya pembangunan tol. Hal ini menyusul kebijakan di setiap kecamatan yang rencananya juga akan memiliki exit tol masing-masing. ”Sehingga untuk tanah yang lokusnya berdekatan dengan exit tol kenaikan harga tidak mungkin bisa dielakkan. Kalau sesuai gambaran ya pasti meningkat dengan adanya jalan itu (tol) itu,” kata Kodir.

Dia menyebut, kenaikan harga jual tanah di 4 kecamatan tersebut diprediksi akan cukup siginifikan. Sayangnya, pihaknya belum bisa menyebutkan berapa nanti kisaran kenaikannya nanti. Sebab, hal itu baru bisa diketahui setelah dilakukan pengkajian di daerah-daerah tersebut. ”Tentunya nanti yang menilai ada sendiri. Kami menunjuk ahli untuk mengetahui peningkatan tersebut,” terang Abdul Kodir.

Kodir menambahkan, dampak tersebut juga akan dirasakan oleh wilayah Kabupaten Malang secara keseluruhan. Utamanya di wilayah Malang Selatan yang juga akan diuntungkan. Hal ini karena akses menuju wisata di pesisir pantai selatan akan lebih diminati. Sebab, akses menuju pariwisata yang ada di sana akan lebih mudah. ”Semuanya akan bertumbuh pesat, termasuk perekonomian masyarakat Malang Selatan,” pungkasnya. (rmc/fik/c1/iik)

MALANG – Selain perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, imbas pembangunan tol Malang–Kepanjen secara otomatis berdampak terhadap harga tanah. Hal itu mulai terlihat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang yang bakal dilintasi proyek nasional itu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM menuturkan, terdapat empat kecamatan yang bakal dilewati jalan bebas halangan tersebut. ”(Tol Malang–Kepanjen) nanti akan melintasi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Bululawang, Gondanglegi, Pakisaji, dan Kepanjen,” kata Wahyu. Targetnya, pembebasan lahan untuk tol Malang–Kepanjen harus selesai tahun ini. Sehingga proses pembangunan fisik tol tersebut sudah mulai bisa dilakukan.

”Ya semoga bisa terlaksana tepat waktu, tapi nanti itu semuanya tergantung pada pemerintah pusat,” jelasnya. Sesuai dengan skema awal, di seluruh kecamatan tersebut nantinya juga akan dibangun exit tol. ”Penentuan titik pembebasan lahan akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Malang selaku panitia pelaksana,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Malang Abdul Kodir menjelaskan, potensi kenaikan harga jual tanah di 4 kecamatan tersebut sangat bisa terjadi dengan adanya pembangunan tol. Hal ini menyusul kebijakan di setiap kecamatan yang rencananya juga akan memiliki exit tol masing-masing. ”Sehingga untuk tanah yang lokusnya berdekatan dengan exit tol kenaikan harga tidak mungkin bisa dielakkan. Kalau sesuai gambaran ya pasti meningkat dengan adanya jalan itu (tol) itu,” kata Kodir.

Dia menyebut, kenaikan harga jual tanah di 4 kecamatan tersebut diprediksi akan cukup siginifikan. Sayangnya, pihaknya belum bisa menyebutkan berapa nanti kisaran kenaikannya nanti. Sebab, hal itu baru bisa diketahui setelah dilakukan pengkajian di daerah-daerah tersebut. ”Tentunya nanti yang menilai ada sendiri. Kami menunjuk ahli untuk mengetahui peningkatan tersebut,” terang Abdul Kodir.

Kodir menambahkan, dampak tersebut juga akan dirasakan oleh wilayah Kabupaten Malang secara keseluruhan. Utamanya di wilayah Malang Selatan yang juga akan diuntungkan. Hal ini karena akses menuju wisata di pesisir pantai selatan akan lebih diminati. Sebab, akses menuju pariwisata yang ada di sana akan lebih mudah. ”Semuanya akan bertumbuh pesat, termasuk perekonomian masyarakat Malang Selatan,” pungkasnya. (rmc/fik/c1/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/