alexametrics
22.3 C
Malang
Friday, 20 May 2022

8 ASN asal Malang Berani Gugat Cerai Suami

KEPANJEN – Keretakan rumah tangga di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Malang cukup tinggi. Dalam dua bulan saja, Januari-Februari terdapat delapan ASN yang menggugat cerai suaminya.

Gugatan cerai itu sudah didaftarkan di kantor Pengadilan Agama (PN) Kabupaten Malang, kemarin. ”Pada periode yang sama di tahun 2021 lalu (Januari-Februari), juga ada delapan perempuan ASN yang menggugat cerai suaminya,” ujar Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kabupaten Malang Widodo Suparjiyanto, kemarin.

Dia mengatakan, penyebab utama masalah perceraian masih didominasi oleh persoalan selisih yang berkepanjangan antara keduanya. Perselisihan itu berbeda-beda penyebabnya. Ada yang dipicu munculnya orang ketiga dalam rumah tangga. Ada pula disebabkan tidak harmonisnya hubungan antara suami dan istri. “Terkadang jenuh dengan sikap pasangannya, maka melakukan gugatan cerai,” kata dia.

Sebelum pengajuan cerai dikabulkan, katanya, pihak pengadilan memediasi terlebih dahulu. Mulai memberikan nasihat hingga menyarankan tetap mempertahankan rumah tangga.

Dia melanjutkan, perceraian bisa terjadi kepada siapa saja, bukan hanya ASN. Karena itu, dia mengajak agar sebelum melakukan pernikahan, sebaiknya dipikirkan matang-matang terlebih dahulu. “Kalau total semuanya gugat cerai sepanjang 2021 ya tercatat 25 kasus,” kata dia.

Sementara itu, Humas PA Kabupaten Malang Abd. Ro’uf mengatakan, yang paling dominan adalah persoalan perselisihan yang berkepanjangan. “Kalau masalah ekonomi, mereka (ASN cerai) kan orang kaya. Walaupun ada sebagian masalah ekonomi, tapi yang paling sering masalah perselisihan itu,” kata dia.

Guna meminimalisasi kasus perceraian, Ro’uf mengimbau kepada semua masyarakat, baik ASN maupun masyarakat biasa agar disiapkan baik-baik segala kemungkinan terbaik dan terburuk sebelum menikah. Hal itu diperlukan agar tidak gampang mengajukan cerai jika rumah tangga terkena masalah.

“Tugas kami ini, jika masih bisa disatukan maka kami mencoba untuk menyatukan,” katanya. “Namun jika sudah tidak bisa lagi disatukan karena keduanya ngotot ingin pisah, kami juga tidak bisa melarangnya,” tambahnya.(rb1/dan)

KEPANJEN – Keretakan rumah tangga di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Malang cukup tinggi. Dalam dua bulan saja, Januari-Februari terdapat delapan ASN yang menggugat cerai suaminya.

Gugatan cerai itu sudah didaftarkan di kantor Pengadilan Agama (PN) Kabupaten Malang, kemarin. ”Pada periode yang sama di tahun 2021 lalu (Januari-Februari), juga ada delapan perempuan ASN yang menggugat cerai suaminya,” ujar Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kabupaten Malang Widodo Suparjiyanto, kemarin.

Dia mengatakan, penyebab utama masalah perceraian masih didominasi oleh persoalan selisih yang berkepanjangan antara keduanya. Perselisihan itu berbeda-beda penyebabnya. Ada yang dipicu munculnya orang ketiga dalam rumah tangga. Ada pula disebabkan tidak harmonisnya hubungan antara suami dan istri. “Terkadang jenuh dengan sikap pasangannya, maka melakukan gugatan cerai,” kata dia.

Sebelum pengajuan cerai dikabulkan, katanya, pihak pengadilan memediasi terlebih dahulu. Mulai memberikan nasihat hingga menyarankan tetap mempertahankan rumah tangga.

Dia melanjutkan, perceraian bisa terjadi kepada siapa saja, bukan hanya ASN. Karena itu, dia mengajak agar sebelum melakukan pernikahan, sebaiknya dipikirkan matang-matang terlebih dahulu. “Kalau total semuanya gugat cerai sepanjang 2021 ya tercatat 25 kasus,” kata dia.

Sementara itu, Humas PA Kabupaten Malang Abd. Ro’uf mengatakan, yang paling dominan adalah persoalan perselisihan yang berkepanjangan. “Kalau masalah ekonomi, mereka (ASN cerai) kan orang kaya. Walaupun ada sebagian masalah ekonomi, tapi yang paling sering masalah perselisihan itu,” kata dia.

Guna meminimalisasi kasus perceraian, Ro’uf mengimbau kepada semua masyarakat, baik ASN maupun masyarakat biasa agar disiapkan baik-baik segala kemungkinan terbaik dan terburuk sebelum menikah. Hal itu diperlukan agar tidak gampang mengajukan cerai jika rumah tangga terkena masalah.

“Tugas kami ini, jika masih bisa disatukan maka kami mencoba untuk menyatukan,” katanya. “Namun jika sudah tidak bisa lagi disatukan karena keduanya ngotot ingin pisah, kami juga tidak bisa melarangnya,” tambahnya.(rb1/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/