alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Rumah Sedekah NU Gandeng Unisma Beri Bantuan Bagi Pasien Isoman

MALANG KOTA – Tingginya kasus Covid-19 di Malang mendorong Universitas Islam Malang (Unisma) melakukan upaya jemput bola membantu pasien Covid-19 di Malang yang melakukan isolasi mandiri (isoman) melalui kerjasama dengan berbagai pihak seperti NUJek, Lazisnu Malang, Ocean Garden, Ayam Goreng Nelongso, hingga Rumah Sedekah NU.

Noor Shodiq Askandar SE MM, Wakil Rektor Unisma mengatakan layanan untuk pasien isoman dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak. Selain NUJek, Unisma juga mengoptimalkan bantuan melalui kerja sama dengan rumah sedekah hingga Rumah Sakit Islam (RSI) yang berada di jaringan Unisma.

“Termasuk pelaku usaha yang bersedia memberikan bantuan terhadap pasien isoman. Adapun fasilitas yang akan kami berikan yakni, obat herbal, vitamin, sembako dan layanan telemedicine,” rinci Shodiq, Rabu(21/7).

Shodiq menjelaskan, fungsi dari telemedisi ini agar pasien isoman bisa mengonsultasikan kesehatan mereka kepada tenaga medis, dalam hal ini para dokter.

Laziznu memberikan bantuan kepada warga yang menjalani isoman, melalui kerjasama dengan Unisma (Mega Annisa/Radar Malang)

“Jika menjelang malam membutuhkan penanganan khusus, akan ada telemedisi secara virtual yang dilakukan oleh dokter,” tambahnya

Khusus untuk pembagian obat herbal, vitamin, dan sembako ke hampir seluruh warga Malang Raya, Unisma menggandeng para driver NUJek. Hingga saat ini, baru 12 orang yang akan menerima bantuan isoman dari Unisma. Kampus islam itu berencana akan mendistribusikan 500 paket bantuan kepada pasien Covid-19 yang melakukan isoman.

“Sejauh ini kami sudah mendata ada sekitar 12 orang yang akan menerima paket tersebut. Sebanyak 500 paket yang akan kami distribusikan sambil melihat perkembangan pasien yang saat ini sedang isoman. Bantuan ini akan kami salurkan kepada seluruh warga Kota Malang,” jelas Shodiq.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri Msi mengatakan kepedulian terhadap pasien yang saat ini mejalani isoman perlu ditingkatkan, karena tak selayaknya mereka dikucilkan. Para pasien ini perlu dukungan secara moral maupun kebutuhan.

“Karena harus isoman, akibatnya mereka tidak bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya tentu perlu diberikan dukungan, semangat agar psikologisnya membaik,” ujar Maskuri.

 

Pewarta: Mega Annisa Ni’mais

MALANG KOTA – Tingginya kasus Covid-19 di Malang mendorong Universitas Islam Malang (Unisma) melakukan upaya jemput bola membantu pasien Covid-19 di Malang yang melakukan isolasi mandiri (isoman) melalui kerjasama dengan berbagai pihak seperti NUJek, Lazisnu Malang, Ocean Garden, Ayam Goreng Nelongso, hingga Rumah Sedekah NU.

Noor Shodiq Askandar SE MM, Wakil Rektor Unisma mengatakan layanan untuk pasien isoman dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak. Selain NUJek, Unisma juga mengoptimalkan bantuan melalui kerja sama dengan rumah sedekah hingga Rumah Sakit Islam (RSI) yang berada di jaringan Unisma.

“Termasuk pelaku usaha yang bersedia memberikan bantuan terhadap pasien isoman. Adapun fasilitas yang akan kami berikan yakni, obat herbal, vitamin, sembako dan layanan telemedicine,” rinci Shodiq, Rabu(21/7).

Shodiq menjelaskan, fungsi dari telemedisi ini agar pasien isoman bisa mengonsultasikan kesehatan mereka kepada tenaga medis, dalam hal ini para dokter.

Laziznu memberikan bantuan kepada warga yang menjalani isoman, melalui kerjasama dengan Unisma (Mega Annisa/Radar Malang)

“Jika menjelang malam membutuhkan penanganan khusus, akan ada telemedisi secara virtual yang dilakukan oleh dokter,” tambahnya

Khusus untuk pembagian obat herbal, vitamin, dan sembako ke hampir seluruh warga Malang Raya, Unisma menggandeng para driver NUJek. Hingga saat ini, baru 12 orang yang akan menerima bantuan isoman dari Unisma. Kampus islam itu berencana akan mendistribusikan 500 paket bantuan kepada pasien Covid-19 yang melakukan isoman.

“Sejauh ini kami sudah mendata ada sekitar 12 orang yang akan menerima paket tersebut. Sebanyak 500 paket yang akan kami distribusikan sambil melihat perkembangan pasien yang saat ini sedang isoman. Bantuan ini akan kami salurkan kepada seluruh warga Kota Malang,” jelas Shodiq.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri Msi mengatakan kepedulian terhadap pasien yang saat ini mejalani isoman perlu ditingkatkan, karena tak selayaknya mereka dikucilkan. Para pasien ini perlu dukungan secara moral maupun kebutuhan.

“Karena harus isoman, akibatnya mereka tidak bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya tentu perlu diberikan dukungan, semangat agar psikologisnya membaik,” ujar Maskuri.

 

Pewarta: Mega Annisa Ni’mais

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/