alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Long Weekend, Sutiaji Emoh Oleh-oleh Covid dari Wisatawan

MALANG KOTA – Libur panjang pada akhir Oktober 2020, sejak Rabu (28/10) hingga Minggu (1/11) mendatang menjadi perhatian serius Pemkot Malang terkait potensi transmisi virus Covid-19 dari para wisatawan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengawasi secara ketat, hotel-hotel yang menerima wisatawan. Hotel diharap bisa menyediakan makanan, sehingga wisatawan memininalisir keluar hotel.

“Tapi kan orang berkunjung ke Kota Malang ini karena ketertarikan pada kulinernya, ini yang masih kita pola, karena ada kekhawatiran ibu Gubernur saat di Rakor (Rapat Koordinasi), yakni Malang Raya dan Banyuwangi ini ledakan akan terjadi, mengingat keduanya kota wisata,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji Rabu (21/10) di Puskesmas Rampal Celaket.

Antisipasi mendesak dilakukan karena Kota Malang yang sudah memasuki zona oranye, dan sedang menuju zona kuning. Sehingga Pemkot Malang melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kasus pertambahan Covid-19. “Sebentar lagi menyikapi liburan panjang, mulai tanggal 28 ini masyarakat tetap waspada. Kami ada tagline baru Malang tidak mau oleh-oleh korona. Transmisi lokal, transmisi antar barang itu harapannya tidak terjadi. Maka kita harus duduk bersama bagaimana untuk mempertahankan zona oranye,” terangnya.

Untuk itu, kabar baik ini tak mau diperburuk dengan melonjaknya kasus covid-19 usai libur panjang. Ia mengatakan, status zona orange ini bukti disiplin yang terjadi di masyarakat, tinggal sekarang dipertahankan atau tidak. “Kita tidak boleh terlena, dan sudah disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa jangan terlena, karena tidak menutup kemungkinan dan mudah-mudahan kita tidak menjadi zona merah,” tandasnya.

Pewarta: Errica V

MALANG KOTA – Libur panjang pada akhir Oktober 2020, sejak Rabu (28/10) hingga Minggu (1/11) mendatang menjadi perhatian serius Pemkot Malang terkait potensi transmisi virus Covid-19 dari para wisatawan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengawasi secara ketat, hotel-hotel yang menerima wisatawan. Hotel diharap bisa menyediakan makanan, sehingga wisatawan memininalisir keluar hotel.

“Tapi kan orang berkunjung ke Kota Malang ini karena ketertarikan pada kulinernya, ini yang masih kita pola, karena ada kekhawatiran ibu Gubernur saat di Rakor (Rapat Koordinasi), yakni Malang Raya dan Banyuwangi ini ledakan akan terjadi, mengingat keduanya kota wisata,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji Rabu (21/10) di Puskesmas Rampal Celaket.

Antisipasi mendesak dilakukan karena Kota Malang yang sudah memasuki zona oranye, dan sedang menuju zona kuning. Sehingga Pemkot Malang melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kasus pertambahan Covid-19. “Sebentar lagi menyikapi liburan panjang, mulai tanggal 28 ini masyarakat tetap waspada. Kami ada tagline baru Malang tidak mau oleh-oleh korona. Transmisi lokal, transmisi antar barang itu harapannya tidak terjadi. Maka kita harus duduk bersama bagaimana untuk mempertahankan zona oranye,” terangnya.

Untuk itu, kabar baik ini tak mau diperburuk dengan melonjaknya kasus covid-19 usai libur panjang. Ia mengatakan, status zona orange ini bukti disiplin yang terjadi di masyarakat, tinggal sekarang dipertahankan atau tidak. “Kita tidak boleh terlena, dan sudah disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa jangan terlena, karena tidak menutup kemungkinan dan mudah-mudahan kita tidak menjadi zona merah,” tandasnya.

Pewarta: Errica V

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/