alexametrics
26.1 C
Malang
Wednesday, 1 December 2021

Pintar itu Tidak Penting, yang Penting Punya Hati

RADAR MALANG – Bersamaan dengan Hari Santri pada 22 Oktober besok, secara berseri, Jawa Pos Radar Malang menayangkan novel orisinal karya Kiai Ng H Agus Sunyoto. Novel ini belum pernah dicetak atau diterbitkan sebelumnya. Testimoni tentang sosok Bapak Kebangkitan Lesbumi NU itu kembali dipaparkan murid dan koleganya dalam diskusi bertema Santri Budayawan dan Budayawan yang Santri di kantor Jalan Kawi 11 B Senin (18/10) lalu.

Dari salah satu murid Agus Agus Sunyoto, ada nama Ki Ardi Purwantono. Dia yang hadir dalam diskusi tersebut mengungkap, selama ini gurunya itu selalu mengingatkan satu hal pada dirinya. Yakni tentang seberapa pentingnya orang yang mempunyai hati. Bahkan itu tingkatannya jauh di atas orang pintar. “Selalu bilang begini ‘pintar itu tidak penting yang penting yang punya hati’ dan itu ditulis dalam setiap karyanya,” ungkap pria yang mengaku pernah jadi sopir pribadinya itu.

Kesederhanaan Kiai Agus Sunyoto selalu diterapkan dalam setiap lini kehidupannya. Tidak pernah meninggikan diri ketika bertemu seseorang. Bahkan, selalu merendahkan dirinya. “Itu ilmu yang ditanamkan kepada kita semua, itu kearifan luhur yang bisa kami tangkap,” terangnya.

RADAR MALANG – Bersamaan dengan Hari Santri pada 22 Oktober besok, secara berseri, Jawa Pos Radar Malang menayangkan novel orisinal karya Kiai Ng H Agus Sunyoto. Novel ini belum pernah dicetak atau diterbitkan sebelumnya. Testimoni tentang sosok Bapak Kebangkitan Lesbumi NU itu kembali dipaparkan murid dan koleganya dalam diskusi bertema Santri Budayawan dan Budayawan yang Santri di kantor Jalan Kawi 11 B Senin (18/10) lalu.

Dari salah satu murid Agus Agus Sunyoto, ada nama Ki Ardi Purwantono. Dia yang hadir dalam diskusi tersebut mengungkap, selama ini gurunya itu selalu mengingatkan satu hal pada dirinya. Yakni tentang seberapa pentingnya orang yang mempunyai hati. Bahkan itu tingkatannya jauh di atas orang pintar. “Selalu bilang begini ‘pintar itu tidak penting yang penting yang punya hati’ dan itu ditulis dalam setiap karyanya,” ungkap pria yang mengaku pernah jadi sopir pribadinya itu.

Kesederhanaan Kiai Agus Sunyoto selalu diterapkan dalam setiap lini kehidupannya. Tidak pernah meninggikan diri ketika bertemu seseorang. Bahkan, selalu merendahkan dirinya. “Itu ilmu yang ditanamkan kepada kita semua, itu kearifan luhur yang bisa kami tangkap,” terangnya.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru