alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Raih 8 Medali, MTsN 1 Kota Malang Jadi Juara Umum Porseni Jatim

MALANG KOTA – Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh MTsN 1 Kota Malang dalam ajang Porseni MTs Tingkat Jawa Timur 2021. Madrasah yang juga dikenal dengan nama Matsanewa (Madrasah Tsanawiyah Negeri Wahid) tersebut berhasil menyabet 8 medali dalam ajang yang digelar tiap dua tahun itu.

 

Delapan prestasi itu adalah medali emas pidato bahasa Indonesia putri oleh Nayla Maziyah Fiddaroini, medali emas bahasa Inggris putri dari Syakira Izza Qurrota ‘Aini, medali perak pidato bahasa Inggris putra dari Zahran Alawi dan medali perunggu singer putra dari Ahmad Aiman Al Ghifary. Selanjutnya, juara harapan 1 tahfiz putra dari M. Dzaki Endah Agung, juara harapan 2 pencak silat tunggal putra dari Fatazzaman, juara harapan 3 kaligrafi kotemporer putri dari Nadhif Aydin Maritzananda, serta juara favorit 1 pencak silat ganda putri dari Najwa Putri dan Khansa Qonita.

 

Kepala MTsN 1 Kota Malang, Drs H Samsudin MPd menyampaikan Porseni 2021 ini luar biasa untuk Kota Malang. Karena bisa memperoleh juara umum. Ia mengungkapkan rasa bangga dan syukur, karena persiapan dan pembinaan yang dilakukan telah menunjukkan hasil yang bagus.

 

“Ini tentu membanggakan bagi kita seluruh madrasah di kota malang, khususnya kami di MTsN 1. Alhamdulillah kami cukup banyak memberikan sumbangsih, 8 penghargaan sehingga kota malang menjadi juara umum,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Sam membeberkan prinsip pembinaan prestasi di MTsN 1 Kota Malang semua dilakukan. Artinya, tidak ada perbedaan antara prestasi akademik maupun non akademik. Hanya saja untuk prestasi non akademik, pihaknya bekerjasama dengan pihak lain (ahli dalam bidangnya). “Misalnya, pencak silat kerjasama dengan IPSI, tenis meja dengan PTMSI, bulu tangkis kerjasama dengan PBSI dan catur dengan Percasi. Sedangkan untuk yang seni, misalnya pidato bahasa arab dibimbing oleh guru di madrasah, sudah banyak yang berpengalaman,”terangnya.

 

Samsudin berharap kedepan MTsN 1 Kota Malang akan terus membangun dan menguatkan atmosfir prestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik. “Target itu sudah kita petakan dan rencanakan, bahkan setiap tahunnya pun peningkatan prestasi sudah terlaksana di sekolah kami,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Malang  Dr Muhtar Hazawawi MAg menyampaikan pihaknya terus menggenjot prestasi non akademik di Kota Malang. Sebab diketahui, selama ini menurut Muhtar, madrasah di Kota Malang dikenal hanya prestasi akademiknya saja.

 

“Dulunya non akademik dianggap tidak penting. Padahal saya yakin setiap anak itu punya kelebihan berbeda. Maka saya minta madrasah harus melayani semua, akademik maupun non akademik. Sehingga nanti outputnya akan beragam. Akademik memang harus menjadi ikonik kita, namun jangan bangga dengan prestasi itu saja, tapi harus ditambah juga dengan yang lain. Sehingga akan muncul banyak ikonik yang di madrasah,” tegasnya usai memberikan penghargaan kepada juara Porseni Kota Malang 2021, Sabtu (20/11).

 

Di sisi lain, Kepala Seksi Bina Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Mustofa Fahmi SPd MEd mengatakan bahwa madrasah di Kota Malang sudah menjadi trendsetter nasional. Ia menyebut, warga pendidikan madrasah dari Aceh sampai Papua Barat itu semuanya sudah tertuju di Kota Malang. “Madrasah di Malang, adalah wujud sistem pendidikan madrasah yang sangat ideal dan sangat terpadu. Tak hanya sarpras yang dibanggakan tapi juga kualitas internal mutu dan prestasi yang dimiliki oleh lembaganya,”tutupnya.

 

Pewarta: Binti Nikmatur Rosidah

MALANG KOTA – Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh MTsN 1 Kota Malang dalam ajang Porseni MTs Tingkat Jawa Timur 2021. Madrasah yang juga dikenal dengan nama Matsanewa (Madrasah Tsanawiyah Negeri Wahid) tersebut berhasil menyabet 8 medali dalam ajang yang digelar tiap dua tahun itu.

 

Delapan prestasi itu adalah medali emas pidato bahasa Indonesia putri oleh Nayla Maziyah Fiddaroini, medali emas bahasa Inggris putri dari Syakira Izza Qurrota ‘Aini, medali perak pidato bahasa Inggris putra dari Zahran Alawi dan medali perunggu singer putra dari Ahmad Aiman Al Ghifary. Selanjutnya, juara harapan 1 tahfiz putra dari M. Dzaki Endah Agung, juara harapan 2 pencak silat tunggal putra dari Fatazzaman, juara harapan 3 kaligrafi kotemporer putri dari Nadhif Aydin Maritzananda, serta juara favorit 1 pencak silat ganda putri dari Najwa Putri dan Khansa Qonita.

 

Kepala MTsN 1 Kota Malang, Drs H Samsudin MPd menyampaikan Porseni 2021 ini luar biasa untuk Kota Malang. Karena bisa memperoleh juara umum. Ia mengungkapkan rasa bangga dan syukur, karena persiapan dan pembinaan yang dilakukan telah menunjukkan hasil yang bagus.

 

“Ini tentu membanggakan bagi kita seluruh madrasah di kota malang, khususnya kami di MTsN 1. Alhamdulillah kami cukup banyak memberikan sumbangsih, 8 penghargaan sehingga kota malang menjadi juara umum,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Sam membeberkan prinsip pembinaan prestasi di MTsN 1 Kota Malang semua dilakukan. Artinya, tidak ada perbedaan antara prestasi akademik maupun non akademik. Hanya saja untuk prestasi non akademik, pihaknya bekerjasama dengan pihak lain (ahli dalam bidangnya). “Misalnya, pencak silat kerjasama dengan IPSI, tenis meja dengan PTMSI, bulu tangkis kerjasama dengan PBSI dan catur dengan Percasi. Sedangkan untuk yang seni, misalnya pidato bahasa arab dibimbing oleh guru di madrasah, sudah banyak yang berpengalaman,”terangnya.

 

Samsudin berharap kedepan MTsN 1 Kota Malang akan terus membangun dan menguatkan atmosfir prestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik. “Target itu sudah kita petakan dan rencanakan, bahkan setiap tahunnya pun peningkatan prestasi sudah terlaksana di sekolah kami,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Malang  Dr Muhtar Hazawawi MAg menyampaikan pihaknya terus menggenjot prestasi non akademik di Kota Malang. Sebab diketahui, selama ini menurut Muhtar, madrasah di Kota Malang dikenal hanya prestasi akademiknya saja.

 

“Dulunya non akademik dianggap tidak penting. Padahal saya yakin setiap anak itu punya kelebihan berbeda. Maka saya minta madrasah harus melayani semua, akademik maupun non akademik. Sehingga nanti outputnya akan beragam. Akademik memang harus menjadi ikonik kita, namun jangan bangga dengan prestasi itu saja, tapi harus ditambah juga dengan yang lain. Sehingga akan muncul banyak ikonik yang di madrasah,” tegasnya usai memberikan penghargaan kepada juara Porseni Kota Malang 2021, Sabtu (20/11).

 

Di sisi lain, Kepala Seksi Bina Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Mustofa Fahmi SPd MEd mengatakan bahwa madrasah di Kota Malang sudah menjadi trendsetter nasional. Ia menyebut, warga pendidikan madrasah dari Aceh sampai Papua Barat itu semuanya sudah tertuju di Kota Malang. “Madrasah di Malang, adalah wujud sistem pendidikan madrasah yang sangat ideal dan sangat terpadu. Tak hanya sarpras yang dibanggakan tapi juga kualitas internal mutu dan prestasi yang dimiliki oleh lembaganya,”tutupnya.

 

Pewarta: Binti Nikmatur Rosidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/