alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Satu Jam Operasi Yustisi, 30 Warga Malang Terjaring Tak Pakai Masker

MALANG KOTA – Kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes) di Malang masih perlu ditingkatkan lagi. Sebab, dalam Operasi Yustisi kemarin (21/2) masih banyak ditemukan pelanggar. Mayoritas pelanggarannya adalah tidak memakai masker.

Dalam waktu sekitar satu jam atau 60 menit saja, petugas yang menggelar razia di Pasar Sukun itu berhasil menjaring 30 orang yang tidak memakai masker. Camat Sukun Widi Eka Wirawan mengatakan, pihaknya intens melakukan razia masker di lingkup kecamatan secara bergantian. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. ”Sebenarnya mereka (masyarakat) sudah paham, tapi masih ada saja yang melanggar,” imbuhnya.

Jika dipersentasekan, dia melanjutkan, kesadaran warga Sukun dalam menggunakan masker sudah mencapai 80 persen. Artinya, pihaknya masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) untuk menyadarkan warga sekitar 20 persen yang belum mematuhi prokes. ”Makanya kami tetap intens melakukan razia,” kata dia.

Dalam razia itu, katanya, pelanggar tidak seluruhnya warga Sukun, tapi banyak pengendara dari daerah lain yang melintas di Jalan Sukun. “Ya misalnya orang Kabupaten Malang yang kerja di Kota Malang atau sebaliknya,” kata dia.

Seperti razia pada Sabtu lalu (20/2), dia membeberkan, dari 30 pelanggar yang yang terjaring, kebanyakan mereka hanya melintas di Kecamatan Sukun. Meski begitu, ada juga warga Sukun yang beralasan lupa pakai masker karena jaraknya dekat dari rumah.

Selain razia masker, pihaknya juga aktif berpartisipasi dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, yakni dengan mendirikan posko di masing masing RT dan RW. ”Bahkan, di kecamatan Sukun kami ada 1.006 posko untuk men-support PPKM mikro. Ini dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di Kota Malang,” terangnya. (rmc/ulf/dan)

MALANG KOTA – Kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes) di Malang masih perlu ditingkatkan lagi. Sebab, dalam Operasi Yustisi kemarin (21/2) masih banyak ditemukan pelanggar. Mayoritas pelanggarannya adalah tidak memakai masker.

Dalam waktu sekitar satu jam atau 60 menit saja, petugas yang menggelar razia di Pasar Sukun itu berhasil menjaring 30 orang yang tidak memakai masker. Camat Sukun Widi Eka Wirawan mengatakan, pihaknya intens melakukan razia masker di lingkup kecamatan secara bergantian. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. ”Sebenarnya mereka (masyarakat) sudah paham, tapi masih ada saja yang melanggar,” imbuhnya.

Jika dipersentasekan, dia melanjutkan, kesadaran warga Sukun dalam menggunakan masker sudah mencapai 80 persen. Artinya, pihaknya masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) untuk menyadarkan warga sekitar 20 persen yang belum mematuhi prokes. ”Makanya kami tetap intens melakukan razia,” kata dia.

Dalam razia itu, katanya, pelanggar tidak seluruhnya warga Sukun, tapi banyak pengendara dari daerah lain yang melintas di Jalan Sukun. “Ya misalnya orang Kabupaten Malang yang kerja di Kota Malang atau sebaliknya,” kata dia.

Seperti razia pada Sabtu lalu (20/2), dia membeberkan, dari 30 pelanggar yang yang terjaring, kebanyakan mereka hanya melintas di Kecamatan Sukun. Meski begitu, ada juga warga Sukun yang beralasan lupa pakai masker karena jaraknya dekat dari rumah.

Selain razia masker, pihaknya juga aktif berpartisipasi dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, yakni dengan mendirikan posko di masing masing RT dan RW. ”Bahkan, di kecamatan Sukun kami ada 1.006 posko untuk men-support PPKM mikro. Ini dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di Kota Malang,” terangnya. (rmc/ulf/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/