alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

10 Persen Bocah di Bumi Kanjuruhan Alami Stunting

KEPANJEN – Kasus stunting (pertumbuhan lambat) di Kabupaten Malang masih tinggi. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengungkap, sebanyak 10,6 persen dari populasi anak-anak di Bumi Kanjuruhan mengalami stunting.

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk menurunkan kasus stunting. “Kami siap bersinergi untuk menurunkan angka stunting secara maksimal,” ujar Didik, kemarin.

Dia mengatakan, penanganan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional. Kabupaten Malang termasuk satu dari 100 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapat prioritas dari pemerintah pusat.

Didik mengatakan, stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat. Tapi juga perkembangan otak yang kurang maksimal. Sehingga kemampuan belajar dan mental anak menjadi di bawah rata-rata.

Didik berharap data stunting terus dipantau untuk mendapat treatment yang pas. Menurut dia, open data stunting sangat penting. Karena, itu dalam rangka menentukan treatment yang akan ditentukan ke depan. ”Dengan harapan target (penurunan kasus stunting) dari presiden RI dapat terpenuhi,” tutur Didik.

Didik menerangkan, edukasi keluarga balita dan partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan terus. Utamanya dalam mendeteksi dini pertumbuhan dan perkembangan balita. Peran dan fungsi posyandu akan krusial. Sebab, posyandu juga yang bisa memantau kondisi anak, baik kesehatannya maupun tumbuh kembangnya.(fin/dan)

KEPANJEN – Kasus stunting (pertumbuhan lambat) di Kabupaten Malang masih tinggi. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengungkap, sebanyak 10,6 persen dari populasi anak-anak di Bumi Kanjuruhan mengalami stunting.

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk menurunkan kasus stunting. “Kami siap bersinergi untuk menurunkan angka stunting secara maksimal,” ujar Didik, kemarin.

Dia mengatakan, penanganan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional. Kabupaten Malang termasuk satu dari 100 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapat prioritas dari pemerintah pusat.

Didik mengatakan, stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat. Tapi juga perkembangan otak yang kurang maksimal. Sehingga kemampuan belajar dan mental anak menjadi di bawah rata-rata.

Didik berharap data stunting terus dipantau untuk mendapat treatment yang pas. Menurut dia, open data stunting sangat penting. Karena, itu dalam rangka menentukan treatment yang akan ditentukan ke depan. ”Dengan harapan target (penurunan kasus stunting) dari presiden RI dapat terpenuhi,” tutur Didik.

Didik menerangkan, edukasi keluarga balita dan partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan terus. Utamanya dalam mendeteksi dini pertumbuhan dan perkembangan balita. Peran dan fungsi posyandu akan krusial. Sebab, posyandu juga yang bisa memantau kondisi anak, baik kesehatannya maupun tumbuh kembangnya.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/