alexametrics
24.3 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Ketika ODGJ Dibikinkan KTP

KEPANJEN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang terus bergerilya mencari warga tak ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk). Bagi warga yang kedapatan tidak mempunyai KTP, langsung dibuatkan di lokasi.

Pencarian warga tak ber-KTP ini dilakukan melalui program Jebol Anduk (Jemput Bola Administrasi Kependudukan). “Kami sudah menjalankan ini (program Jebol Anduk) cukup lama. Mereka yang masuk kelompok rentan jadi sasaran program. Yakni penyandang disabilitas, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta penderita sakit keras,” ujar Kadispendukcapil Kabupaten Malang Dyah Kusuma Hastuti, kemarin.

”Khusus yang terakhir, sakitnya sampai tidak bisa meninggalkan rumah,” tambah perempuan yang akrab disapa Yanthie ini.

Dia mengatakan, ada 20 personel yang masuk tim Jebol Anduk. Mereka yang akan berkeliling Bumi Kanjuruhan untuk layanan jemput bola. Dispendukcapil sengaja menyasar desa-desa di pelosok Kabupaten Malang, terutama kawasan yang akses jalannya sulit dan penerima layanan sedang sakit keras.

”Misalnya ada warga yang disabilitas, ODGJ ataupun penduduk rentan, kita selalu turun ke rumah masing-masing orang yang membutuhkan,” katanya.

Tetapi, kata dia, biasanya desa setempat akan mengirim surat terlebih dahulu ke dispendukcapil. Surat yang masuk ke kantor dispenduk akan diproses. Setelah menerima permohonan dari desa terkait, katanya, dispenduk langsung mengirim tim ke lokasi.

Selain desa, permohonan layanan Jebol Anduk juga datang dari Dinas Sosial Kabupaten Malang. “Ini juga termasuk akte kematian. Khusus jemput bola, akte kematian akan kami layani bila ada permohonan dari desa maupun dinsos,” kata Yanthie.

Menurutnya, layanan Jebol Anduk adalah upaya mencegah kerumunan di dispendukcapil. Selain program ini, ada 9 layanan lain yang mengupayakan pencegahan kerumunan. “Dulu antrean bisa sampai 1.000-1.500 orang setiap hari. Sekarang dispendukcapil sepi karena kami pecah di 10 layanan tersebut,” katanya.(fin/dan)

 

 

KEPANJEN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang terus bergerilya mencari warga tak ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk). Bagi warga yang kedapatan tidak mempunyai KTP, langsung dibuatkan di lokasi.

Pencarian warga tak ber-KTP ini dilakukan melalui program Jebol Anduk (Jemput Bola Administrasi Kependudukan). “Kami sudah menjalankan ini (program Jebol Anduk) cukup lama. Mereka yang masuk kelompok rentan jadi sasaran program. Yakni penyandang disabilitas, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta penderita sakit keras,” ujar Kadispendukcapil Kabupaten Malang Dyah Kusuma Hastuti, kemarin.

”Khusus yang terakhir, sakitnya sampai tidak bisa meninggalkan rumah,” tambah perempuan yang akrab disapa Yanthie ini.

Dia mengatakan, ada 20 personel yang masuk tim Jebol Anduk. Mereka yang akan berkeliling Bumi Kanjuruhan untuk layanan jemput bola. Dispendukcapil sengaja menyasar desa-desa di pelosok Kabupaten Malang, terutama kawasan yang akses jalannya sulit dan penerima layanan sedang sakit keras.

”Misalnya ada warga yang disabilitas, ODGJ ataupun penduduk rentan, kita selalu turun ke rumah masing-masing orang yang membutuhkan,” katanya.

Tetapi, kata dia, biasanya desa setempat akan mengirim surat terlebih dahulu ke dispendukcapil. Surat yang masuk ke kantor dispenduk akan diproses. Setelah menerima permohonan dari desa terkait, katanya, dispenduk langsung mengirim tim ke lokasi.

Selain desa, permohonan layanan Jebol Anduk juga datang dari Dinas Sosial Kabupaten Malang. “Ini juga termasuk akte kematian. Khusus jemput bola, akte kematian akan kami layani bila ada permohonan dari desa maupun dinsos,” kata Yanthie.

Menurutnya, layanan Jebol Anduk adalah upaya mencegah kerumunan di dispendukcapil. Selain program ini, ada 9 layanan lain yang mengupayakan pencegahan kerumunan. “Dulu antrean bisa sampai 1.000-1.500 orang setiap hari. Sekarang dispendukcapil sepi karena kami pecah di 10 layanan tersebut,” katanya.(fin/dan)

 

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/