alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Sri Mulyani Sebut Ledakan Covid-19 Indonesia Sama Seperti India

RADAR MALANG – Pemerintah menyebut penyebaran kasus Covid-19 yang dialami oleh Indonesia sama seperti India. Sebab, penyebab tingginya angka kasus penularan berasal dari Covid-19 varian Delta.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, varian Delta tersebut akan menimbulkan tantangan yang sangat dinamis. Meskipun sebelumnya seluruh dunia sempat optimistis dengan vaksin dan jumlah kasus harian yang menurun, namun sepekan terakhir kasus kematian cenderung naik.

“Justru kenaikannya juga mengalami kenaikan sama seperti di India, setelah alami penurunan sejak Maret, kita lakukan PSBB lagi karena kenaikan liburan Natal dan tahun baru, jumlah Covid alami penurunan,” ungkapnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/7).

Melansir Jawapos, Kamis (22/7), Sri Mulyani mengungkapkan, selama Juli 2021 kasus penularan Covid-19 melonjak meskipun kasus harian dalam sepekan terakhir turun hingga ke angka 38.325. “Ini relatif membaik karena beberapa hari lalu kenaikan kasus di atas 50 ribu. Kasus kematian 1.280, 7 hari terakhir 1.140,” ungkapnya.

Sri Mulyani juga memaparkan, telah terjadi peningkatan kurva yang tajam terhadap kasus harian Covid-19 dan ancaman kematian. Sehingga menyebabkan bed occupancy ratio (BOR) di RS dan tempat isolasi mengalami tekanan yang sangat luar biasa.

“Nggak hanya masalah bed, tapi juga masalah alat kesehatan dan dari sisi suplai obat-obatan. Ini dilema sangat kompleks yang dihadapi pemerintah. Lonjakan ini harus direspons,” pungkasnya.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Pemerintah menyebut penyebaran kasus Covid-19 yang dialami oleh Indonesia sama seperti India. Sebab, penyebab tingginya angka kasus penularan berasal dari Covid-19 varian Delta.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, varian Delta tersebut akan menimbulkan tantangan yang sangat dinamis. Meskipun sebelumnya seluruh dunia sempat optimistis dengan vaksin dan jumlah kasus harian yang menurun, namun sepekan terakhir kasus kematian cenderung naik.

“Justru kenaikannya juga mengalami kenaikan sama seperti di India, setelah alami penurunan sejak Maret, kita lakukan PSBB lagi karena kenaikan liburan Natal dan tahun baru, jumlah Covid alami penurunan,” ungkapnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/7).

Melansir Jawapos, Kamis (22/7), Sri Mulyani mengungkapkan, selama Juli 2021 kasus penularan Covid-19 melonjak meskipun kasus harian dalam sepekan terakhir turun hingga ke angka 38.325. “Ini relatif membaik karena beberapa hari lalu kenaikan kasus di atas 50 ribu. Kasus kematian 1.280, 7 hari terakhir 1.140,” ungkapnya.

Sri Mulyani juga memaparkan, telah terjadi peningkatan kurva yang tajam terhadap kasus harian Covid-19 dan ancaman kematian. Sehingga menyebabkan bed occupancy ratio (BOR) di RS dan tempat isolasi mengalami tekanan yang sangat luar biasa.

“Nggak hanya masalah bed, tapi juga masalah alat kesehatan dan dari sisi suplai obat-obatan. Ini dilema sangat kompleks yang dihadapi pemerintah. Lonjakan ini harus direspons,” pungkasnya.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru