alexametrics
24.3 C
Malang
Monday, 23 May 2022

200 Bumil di Malang Raya Terpapar Covid-19, 36 Meninggal

MALANG KOTA – Inilah alasan mengapa sejak kamis (19/8) lalu Pemkot Malang menggeber program vaksinasi untuk ibu hamil (bumil). Jumlah kasus infeksi Covid-19 nya diketahui terus bertambah. Di sisi lain, angka kematiannya juga cukup tinggi. Sejak awal pandemi sampai Agustus ini, di Malang raya tercatat sudah ada 200 bumil yang terpapar korona. Dari total itu, sudah ada 36 yang meninggal dunia. Kondisi tersebut diperburuk dengan minimnya fasilitas persalinan khusus untuk bumil yang terpapar Covid-19.

Contohnya di Kota Malang, yang diketahui hanya ada dua rumah sakit (RS) yang punya fasilitas itu. Pertama di RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kedua di RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, selama pandemi diketahui sudah ada 36 bumil yang terpapar Covid-19. Dari data itu, diketahui ada 27 bumil yang telah meninggal dunia.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, jika data tersebut merupakan catatan terbaru dari pihaknya. Ia mengakui bila potensi penularan korona terhadap bumil juga tinggi. ”Ibu hamil itu ada dua organ, dua nyawa, dan dua tubuh. Ketika terpapar (Covid-19) langsung menyerang pernafasan,” bebernya. Mantan Direktur RSUD Kota Malang itu menambahkan, oksigen pada bumil yang terinfeksi Covid-19 biasanya akan turun lebih banyak dibanding pasien yang tidak hamil. Penurunan saturasi oksigennya bisa dua kali lipat dari pasien biasa.

Pada beberapa kasus, bumil yang terpapar korona dan masuk ICU RS kerap tak sadarkan diri. Beberapa diantaranya juga koma. ”Makanya begitu turun saturasi oksigennya, drop-nya lebih cepat,” sambung mantan Kabid Pengendalian Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang itu. Tingginya jumlah bumil yang meninggal dunia karena Covid-19 tak hanya disebabkan karena tingkat saturasi saja. Namun juga bisa disebabkan akibat pendarahan, tekanan darah tinggi, hingga infeksi lain.

Oleh sebab itu, secara bertahap Dinkes Kota Malang sudah menarget ada 1.515 bumil yang akan divaksin. Baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua. Langkah itu dilakukan demi menekan angka kematian bumil yang terpapar Covid-19. Langkah lain yang juga disiapkan yakni menyediakan tempat isolasi terpusat (isoter) khusus bumil di safehouse kawi. ”Saat ini tersedia satu blok atau 12 tempat tidur di sana,” tambahnya.

Sementara itu, jumlah bumil yang terpapar covid di Kota Batu lebih banyak dibandingkan di Kota Malang. Dari catatan Dinkes sejak awal pandemi hingga kemarin (20/8), diketahui ada 64 bumil yang sudah terpapar Covid-19. Dari total itu, hingga kini masih ada 5 bumil yang mendapat perawatan. Selanjutnya, Dinkes juga mencatat ada 9 bumil yang telah meninggal dunia.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Batu Hayati, dari total angka kematian itu, anak dari 4 bumil bisa terselamatkan. Sementara lainnya ikut meninggal bersama ibunya. Dia memastikan bila penanganan kasus Covid-19 bagi bumil sudah terfasilitasi di sejumlah RS rujukan. Salah satunya di ruang bernama pinere maternal, yang kini tercapat di tiga RS. Yaitu RS Bhayangkara Hasta Brata, RS Karsa Husada dan RS Baptis. ”Di sana pemeriksaannya memang beda. Ada dokter obgyn (dokter spesialis obstetri dan ginekologi) spesialis kandungan. Sementara untuk biaya persalinan, kalau belum pakai BPJS Kesehatan maka bisa memakai Jampersal, itu (program) nasional dan gratis,” kata Hayati.

Sedangkan jumlah kasus ibu hamil (bumil) yang terkonfirmasi positif covid di Kabupaten Malang juga lebih banyak lagi. Diestimasi Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo, jumlahnya kini sudah menebus 100-an kasus. Ia juga mengklaim bila rata-rata dari mereka berhasil sembuh. ”Dalam laporan hingga saat ini belum ada ibu hamil yang akhirnya meninggal usai positif Covid-19,” kata dia.

Meski begitu, ia tak menampik jika risiko bumil terpapar covid cukup tinggi. Khususnya ketika usia kandungan sudah cukup tua. Pada kondisi itu, biasanya kesehatan bumil bakal menurun. Ketika itu terjadi, tingkat imunitas bumil juga menurun. ”Namun kebanyakan dari mereka semangat berjuang demi bayinya. Mungkin itu sangat berpengaruh,” kata dia. (rmc/adn/ulf/nug/fik/by)

MALANG KOTA – Inilah alasan mengapa sejak kamis (19/8) lalu Pemkot Malang menggeber program vaksinasi untuk ibu hamil (bumil). Jumlah kasus infeksi Covid-19 nya diketahui terus bertambah. Di sisi lain, angka kematiannya juga cukup tinggi. Sejak awal pandemi sampai Agustus ini, di Malang raya tercatat sudah ada 200 bumil yang terpapar korona. Dari total itu, sudah ada 36 yang meninggal dunia. Kondisi tersebut diperburuk dengan minimnya fasilitas persalinan khusus untuk bumil yang terpapar Covid-19.

Contohnya di Kota Malang, yang diketahui hanya ada dua rumah sakit (RS) yang punya fasilitas itu. Pertama di RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kedua di RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, selama pandemi diketahui sudah ada 36 bumil yang terpapar Covid-19. Dari data itu, diketahui ada 27 bumil yang telah meninggal dunia.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, jika data tersebut merupakan catatan terbaru dari pihaknya. Ia mengakui bila potensi penularan korona terhadap bumil juga tinggi. ”Ibu hamil itu ada dua organ, dua nyawa, dan dua tubuh. Ketika terpapar (Covid-19) langsung menyerang pernafasan,” bebernya. Mantan Direktur RSUD Kota Malang itu menambahkan, oksigen pada bumil yang terinfeksi Covid-19 biasanya akan turun lebih banyak dibanding pasien yang tidak hamil. Penurunan saturasi oksigennya bisa dua kali lipat dari pasien biasa.

Pada beberapa kasus, bumil yang terpapar korona dan masuk ICU RS kerap tak sadarkan diri. Beberapa diantaranya juga koma. ”Makanya begitu turun saturasi oksigennya, drop-nya lebih cepat,” sambung mantan Kabid Pengendalian Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang itu. Tingginya jumlah bumil yang meninggal dunia karena Covid-19 tak hanya disebabkan karena tingkat saturasi saja. Namun juga bisa disebabkan akibat pendarahan, tekanan darah tinggi, hingga infeksi lain.

Oleh sebab itu, secara bertahap Dinkes Kota Malang sudah menarget ada 1.515 bumil yang akan divaksin. Baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua. Langkah itu dilakukan demi menekan angka kematian bumil yang terpapar Covid-19. Langkah lain yang juga disiapkan yakni menyediakan tempat isolasi terpusat (isoter) khusus bumil di safehouse kawi. ”Saat ini tersedia satu blok atau 12 tempat tidur di sana,” tambahnya.

Sementara itu, jumlah bumil yang terpapar covid di Kota Batu lebih banyak dibandingkan di Kota Malang. Dari catatan Dinkes sejak awal pandemi hingga kemarin (20/8), diketahui ada 64 bumil yang sudah terpapar Covid-19. Dari total itu, hingga kini masih ada 5 bumil yang mendapat perawatan. Selanjutnya, Dinkes juga mencatat ada 9 bumil yang telah meninggal dunia.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Batu Hayati, dari total angka kematian itu, anak dari 4 bumil bisa terselamatkan. Sementara lainnya ikut meninggal bersama ibunya. Dia memastikan bila penanganan kasus Covid-19 bagi bumil sudah terfasilitasi di sejumlah RS rujukan. Salah satunya di ruang bernama pinere maternal, yang kini tercapat di tiga RS. Yaitu RS Bhayangkara Hasta Brata, RS Karsa Husada dan RS Baptis. ”Di sana pemeriksaannya memang beda. Ada dokter obgyn (dokter spesialis obstetri dan ginekologi) spesialis kandungan. Sementara untuk biaya persalinan, kalau belum pakai BPJS Kesehatan maka bisa memakai Jampersal, itu (program) nasional dan gratis,” kata Hayati.

Sedangkan jumlah kasus ibu hamil (bumil) yang terkonfirmasi positif covid di Kabupaten Malang juga lebih banyak lagi. Diestimasi Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo, jumlahnya kini sudah menebus 100-an kasus. Ia juga mengklaim bila rata-rata dari mereka berhasil sembuh. ”Dalam laporan hingga saat ini belum ada ibu hamil yang akhirnya meninggal usai positif Covid-19,” kata dia.

Meski begitu, ia tak menampik jika risiko bumil terpapar covid cukup tinggi. Khususnya ketika usia kandungan sudah cukup tua. Pada kondisi itu, biasanya kesehatan bumil bakal menurun. Ketika itu terjadi, tingkat imunitas bumil juga menurun. ”Namun kebanyakan dari mereka semangat berjuang demi bayinya. Mungkin itu sangat berpengaruh,” kata dia. (rmc/adn/ulf/nug/fik/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/