alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Olah Kresek Jadi Kriya Aesthetic ala Warga RW 1 Kebonsari

MALANG KOTA – Siti Fatimah, nenek 63 tahun warga RW 01 Kelurahan Kebonsari menarik perhatian juri Kampung Bersinar Kamis (22/10). Di usia yang sudah tak lagi muda, dia menghabiskan waktunya membuat kriya tangan. Hanya memiliki satu anak yang sudah menikah, membuatnya harus memiliki kegiatan positif.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

Memanfaatkan kresek bekas, dia bisa membuat kerajinan membentuk pohon bonsai artifisial.

“Biasanya ini saya buat kalau ada pesanan,” kata Siti Fatimah. Kresek kresek yang sudah dia kumpulkan, ditumpuk beberapa lapis. Kemudian dipanaskan menggunakan setrika. Setelah itu dipotong potong hingga mirip kelopak bunga. Terakhir ditempelkan di permukaan bola plastik.

Selain itu dia juga membuat kerajinan dari tisu membentuk kelopak bunga yang diberi warna pink, ditempelkan di tangkai. Demikian pula kristik juga dibuatnya, meski usia sudah kepala 6 tapi ketajaman matanya masih tetap bagus.

“Ini saya buat untuk mengisi waktu luang,”katanya lagi. Di samping itu kegiatan menanam juga dilakoninya hingga rumahnya pun tampak asri.

Selain di rumahnya, urban farming juga terlihat di sepanjang jalan. Dari pengamatan juri, ada lahan potensial yang bisa dimaksimalkan untuk biopori.

Pewarta: Intan Refa S

MALANG KOTA – Siti Fatimah, nenek 63 tahun warga RW 01 Kelurahan Kebonsari menarik perhatian juri Kampung Bersinar Kamis (22/10). Di usia yang sudah tak lagi muda, dia menghabiskan waktunya membuat kriya tangan. Hanya memiliki satu anak yang sudah menikah, membuatnya harus memiliki kegiatan positif.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

Memanfaatkan kresek bekas, dia bisa membuat kerajinan membentuk pohon bonsai artifisial.

“Biasanya ini saya buat kalau ada pesanan,” kata Siti Fatimah. Kresek kresek yang sudah dia kumpulkan, ditumpuk beberapa lapis. Kemudian dipanaskan menggunakan setrika. Setelah itu dipotong potong hingga mirip kelopak bunga. Terakhir ditempelkan di permukaan bola plastik.

Selain itu dia juga membuat kerajinan dari tisu membentuk kelopak bunga yang diberi warna pink, ditempelkan di tangkai. Demikian pula kristik juga dibuatnya, meski usia sudah kepala 6 tapi ketajaman matanya masih tetap bagus.

“Ini saya buat untuk mengisi waktu luang,”katanya lagi. Di samping itu kegiatan menanam juga dilakoninya hingga rumahnya pun tampak asri.

Selain di rumahnya, urban farming juga terlihat di sepanjang jalan. Dari pengamatan juri, ada lahan potensial yang bisa dimaksimalkan untuk biopori.

Pewarta: Intan Refa S

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/