alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

137 Motor Modifikasi Unjuk Gigi di Mal

MALANG KOTA – Setelah sekian lama sepi dari ajang kontes, para modifikator akhirnya bisa menumpahkan kreasinya di Malang Town Square (Matos), kemarin (21/11). Ratusan sepeda motor hasil modifikasi meramaikan ajang Hypercrea Jatim Autocontest Series 2021. Hadirnya berbagai jenis sepeda motor kontes juga menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung mal.

Ajang kontes sepeda motor digelar di lantai 4 Matos. Total ada 137 kuda besi yang unjuk gigi dalam event regional tersebut. Rinciannya, peserta kelas utama ada 109 motor. Sementara untuk kelas ekshibisi ada 28 motor

Salah satu peserta, Astrid Yudistira (30) mengatakan, salah satu sepeda motor andalan yang diikutkan lomba adalah yakni Honda Nice di kategori thailook. Hampir tak terlihat aksesoris standar pabrikan di kuda besi miliknya. Pelek, tromol, ruji, shock depan belakang diganti untuk menguatkan aura thailook. Tak hanya itu, dia juga mengecat sepeda motornya dengan warna mencolok seperti hijau, emas dan lainnya.

”Untuk kondisi mesin tidak ada yang diubah, tetap dengan kapasitas 110 Cc,” terangnya.

Kenzy sapaan akrabnya mengatakan, sebelumnya, motor Honda Nice miliknya pernah mengikuti kontes serupa di Jawa Barat dan mendapatkan juara 1 sebagai The King Of Professional. Sepeda motornya itu, ia ubah pada Agustus lalu dan dengan proses pengerjaan sekitar dua minggu. Bahkan dia mengklaim bahwa motornya itu pernah ditaksir oleh orang lain mencapai angka Rp 25 juta. “Saya sendiri punya bengkel namanya Kenzy Concept di Donomulyo, Malang Selatan,” katanya.

Kenzy sendiri mengaku sudah dari remaja senang untuk memodifikasi sepeda motor bergaya drag race. Ia juga sering tampil di beberapa ajang resmi drag race di Jawa Timur, baik sebagai teknisi dan pembalap.

Sementara itu, Ketua Project Event Dio Pradana mengatakan, kontes tersebut digelar di lima wilayah se- Jawa Timur. Kota Malang menjadi tempat ketiga kontes regional tersebut. Sebelumnya, ajang serupa sudah digelar di Lamongan dan Sidoarjo. Selanjutnya bakal berlanjut di Jember dan final series di Banyuwangi.  Sedangkan peserta dari event tersebut berlaku untuk wilayah Jawa Timur saja. “Untuk peserta kelas utama ada 109 motor, lalu kelas ekshibisi ada 28 motor,” tambah Dio yang juga menjadi juri ini.

Sementara itu, Marcomm Manager Matos L Rahayu Sasmitha mengatakan, pihaknya mendukung event tersebut untuk mewadahi para penggemar modifikasi sepeda motor. Sehingga talenta yang ada dapat diapresiasi dengan dilihat oleh para pengunjung mal. Dengan begitu, pihaknya dapat menggaet pasar yang lebih luas atau pengunjung yang datang. “Otomatis menambah traffic kita saat acara ini diadakan, karena sesuatu yang jarang dilihat itu sebagai hiburan,” ujarnya. (nug/nay)

MALANG KOTA – Setelah sekian lama sepi dari ajang kontes, para modifikator akhirnya bisa menumpahkan kreasinya di Malang Town Square (Matos), kemarin (21/11). Ratusan sepeda motor hasil modifikasi meramaikan ajang Hypercrea Jatim Autocontest Series 2021. Hadirnya berbagai jenis sepeda motor kontes juga menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung mal.

Ajang kontes sepeda motor digelar di lantai 4 Matos. Total ada 137 kuda besi yang unjuk gigi dalam event regional tersebut. Rinciannya, peserta kelas utama ada 109 motor. Sementara untuk kelas ekshibisi ada 28 motor

Salah satu peserta, Astrid Yudistira (30) mengatakan, salah satu sepeda motor andalan yang diikutkan lomba adalah yakni Honda Nice di kategori thailook. Hampir tak terlihat aksesoris standar pabrikan di kuda besi miliknya. Pelek, tromol, ruji, shock depan belakang diganti untuk menguatkan aura thailook. Tak hanya itu, dia juga mengecat sepeda motornya dengan warna mencolok seperti hijau, emas dan lainnya.

”Untuk kondisi mesin tidak ada yang diubah, tetap dengan kapasitas 110 Cc,” terangnya.

Kenzy sapaan akrabnya mengatakan, sebelumnya, motor Honda Nice miliknya pernah mengikuti kontes serupa di Jawa Barat dan mendapatkan juara 1 sebagai The King Of Professional. Sepeda motornya itu, ia ubah pada Agustus lalu dan dengan proses pengerjaan sekitar dua minggu. Bahkan dia mengklaim bahwa motornya itu pernah ditaksir oleh orang lain mencapai angka Rp 25 juta. “Saya sendiri punya bengkel namanya Kenzy Concept di Donomulyo, Malang Selatan,” katanya.

Kenzy sendiri mengaku sudah dari remaja senang untuk memodifikasi sepeda motor bergaya drag race. Ia juga sering tampil di beberapa ajang resmi drag race di Jawa Timur, baik sebagai teknisi dan pembalap.

Sementara itu, Ketua Project Event Dio Pradana mengatakan, kontes tersebut digelar di lima wilayah se- Jawa Timur. Kota Malang menjadi tempat ketiga kontes regional tersebut. Sebelumnya, ajang serupa sudah digelar di Lamongan dan Sidoarjo. Selanjutnya bakal berlanjut di Jember dan final series di Banyuwangi.  Sedangkan peserta dari event tersebut berlaku untuk wilayah Jawa Timur saja. “Untuk peserta kelas utama ada 109 motor, lalu kelas ekshibisi ada 28 motor,” tambah Dio yang juga menjadi juri ini.

Sementara itu, Marcomm Manager Matos L Rahayu Sasmitha mengatakan, pihaknya mendukung event tersebut untuk mewadahi para penggemar modifikasi sepeda motor. Sehingga talenta yang ada dapat diapresiasi dengan dilihat oleh para pengunjung mal. Dengan begitu, pihaknya dapat menggaet pasar yang lebih luas atau pengunjung yang datang. “Otomatis menambah traffic kita saat acara ini diadakan, karena sesuatu yang jarang dilihat itu sebagai hiburan,” ujarnya. (nug/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/