alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Penyebar Hoax Kota Malang Zona Hitam Ternyata Orang Lamongan

MALANG KOTA – Beberapa waktu yang lalu, di grup-grup Whatsapp (WA) dan Facebook (FB) sempat tersebar berita hoax soal Kota Malang yang menjadi zona hitam Covid-19. Dalam pesan berantai itu, disebutkan bila warga luar Kota Malang dihimbau untuk membatalkan rencana pergi ke kota pendidikan. Untuk meyakinkan pesan tersebut, nama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata turut dicatut.

Sejak marak adanya berita hoax itu, jajaran kepolisian turut bergerak mencari dalangnya. Setelah melakukan sejumlah penelusuran, didapatilah peran Abdul Cholik, 52, warga Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dibalik pesan itu. ”Tahu gak? Gara-gara kamu, se-Indonesia Raya nyariin saya?” terang Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, kepada tersangka. Abdul diamankan polisi di rumahnya pada rabu (17/12) lalu.

”Untuk lokus atau tempat kejadian penyebarannya, ada di sebuah warung kopi di Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Kemudian kami lakukan pengembangan dan mendapati tersangka di kediamannya, di Lamongan,” terang Leo kepada awak media. Bukti pesan hoax itu kini diketahui sudah menghilang dari beranda FB milik tersangka Abdul.

”Postingan (pertama) nya 12 Desember, tapi ini sudah hilang. Meski begitu, kami berhasil melacak lagi dan membuatnya jadi barang bukti, berikut dengan handphone milik tersangka,” lanjut mantan Wakapolrestabes Surabaya tersebut. Di waktu yang sama, tersangka turut mengaku bila ia mengirimkan pesan bohong itu di beranda FB nya untuk hiburan. ”Saya iseng saja waktu itu, terlanjur terkirim, kemudian saya hapus. Saya orang desa yang kebablasan cari hiburan,” kata dia. Ia juga mengaku sangat menyesal dengan perbuatannya itu.

Pewarta: Biyan Hanindito

MALANG KOTA – Beberapa waktu yang lalu, di grup-grup Whatsapp (WA) dan Facebook (FB) sempat tersebar berita hoax soal Kota Malang yang menjadi zona hitam Covid-19. Dalam pesan berantai itu, disebutkan bila warga luar Kota Malang dihimbau untuk membatalkan rencana pergi ke kota pendidikan. Untuk meyakinkan pesan tersebut, nama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata turut dicatut.

Sejak marak adanya berita hoax itu, jajaran kepolisian turut bergerak mencari dalangnya. Setelah melakukan sejumlah penelusuran, didapatilah peran Abdul Cholik, 52, warga Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dibalik pesan itu. ”Tahu gak? Gara-gara kamu, se-Indonesia Raya nyariin saya?” terang Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, kepada tersangka. Abdul diamankan polisi di rumahnya pada rabu (17/12) lalu.

”Untuk lokus atau tempat kejadian penyebarannya, ada di sebuah warung kopi di Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Kemudian kami lakukan pengembangan dan mendapati tersangka di kediamannya, di Lamongan,” terang Leo kepada awak media. Bukti pesan hoax itu kini diketahui sudah menghilang dari beranda FB milik tersangka Abdul.

”Postingan (pertama) nya 12 Desember, tapi ini sudah hilang. Meski begitu, kami berhasil melacak lagi dan membuatnya jadi barang bukti, berikut dengan handphone milik tersangka,” lanjut mantan Wakapolrestabes Surabaya tersebut. Di waktu yang sama, tersangka turut mengaku bila ia mengirimkan pesan bohong itu di beranda FB nya untuk hiburan. ”Saya iseng saja waktu itu, terlanjur terkirim, kemudian saya hapus. Saya orang desa yang kebablasan cari hiburan,” kata dia. Ia juga mengaku sangat menyesal dengan perbuatannya itu.

Pewarta: Biyan Hanindito

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/